Survei SMRC Nilai Pencalonan Puan Memperlemah Suara PDIP Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Puan Maharani . ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

MerahPutih.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis studi eksperimental bertajuk ”Efek Calon Presiden terhadap Partai” yang dipersentasikan langsung oleh pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani.

Studi ini menunjukkan bahwa jika PDI Perjuangan (PDIP) mengajukan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto sebagai capres hal ini akan memiliki efek positif pada peningkatan suara partai tersebut untuk pemilihan legislatif.

Baca Juga

Survei SMRC Menilai Puan Tidak Kompetitif

"Sebaliknya, pencalonan Puan Maharani tidak memiliki pengaruh atau bahkan cenderung memperlemah suara PDIP," kata Saiful dikutip melalui kanal YouTube SMRC TV, Kamis (29/9).

Saiful menjelaskan bahwa PDIP penting untuk didiskusikan karena partai ini memiliki beberapa opsi untuk pencalonan presiden. Mereka memiliki beberapa kader yang berbeda yang dibahas untuk menjadi calon presiden.

Di sisi yang lain, dalam dua Pemilu terakhir, PDIP adalah partai dengan perolehan suara terbanyak. Pertanyaan teoretisnya, kata Saiful, adalah tentang efek ekor jas.

"Biasanya partai yang memiliki calon yang bagus maka suara partai tersebut akan ikut terangkat," ujarnya.

Sebaliknya, jika mencalonkan tokoh yang buruk, suara partai tidak bisa terangkat atau bahkan memiliki pengaruh negatif terhadap partai tersebut. Karena itu, pilihan partai terhadap calon adalah pilihan strategis bagi partai itu sendiri.

"Ini berlaku untuk semua partai," imbuhnya.

Saiful menerangkan PDIP menjadi unik karena mereka memiliki beberapa opsi calon. Ini berbeda dengan Gerindra, misalnya, yang sudah memiliki bakal calon presiden yang sudah definitif, Prabowo Subianto

"Juga berbeda dengan Golkar yang belum memiliki calon yang bersaing dengan ketua Golkar, Airlangga Hartarto," ujarnya.

Untuk menjawab apa efek calon pada perolehan suara partai, SMRC melakukan studi eksperimental. Ini dilakukan, lanjut Saiful, untuk melihat hubungan kausalitas antara calon dan partai.

Dalam studi ini, pertama-tama yang diuji adalah variabel kontrol, yakni pilihan pada PDIP. Ada 28 persen yang menyatakan akan memilih PDIP, yang menyatakan tidak akan memilih 43 persen, dan tidak tahu 29 persen.

Pada treatment 1 dimasukkan nama Puan Maharani. Pertanyaannya adalah jika PDIP mencalonkan Puan Maharani untuk menjadi presiden, apakah Ibu/Bapak akan memilih PDIP atau calon anggota DPR dari PDIP bila pemilihan umum dilakukan sekarang? Ada 25 persen yang menyatakan akan memilih PDIP, 44 persen yang menyatakan tidak, dan 31 persen menjawab tidak tahu.

Saiful menjelaskan bahwa untuk pertanyaan netral (kontrol), ada 28 persen yang menjawab akan memilih PDIP, namun setelah ada nama Puan, menjadi 25 persen. Suara PDIP mengalami sedikit penurunan.

“Mbak Puan tidak meningkatkan elektabilitas PDIP kalau dia dicalonkan,” jelas Doktor lulusan Ohio State University, Amerika Serikat.

Baca Juga

Survei SMRC: Massa Pemilih NasDem Mayoritas Memilih Ganjar Pranowo

Dalam treatment 2, nama yang dimasukkan adalah Ganjar Pranowo. Pertanyaannya adalah bila PDIP mencalonkan Ganjar Pranowo untuk menjadi presiden apakah Ibu/Bapak akan memilih PDIP atau calon anggota DPR dari PDIP bila pemilihan umum dilakukan sekarang? Ada 43 persen yang menjawab ya, 33 persen menjawab tidak, dan 24 menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

Data ini menunjukkan bahwa jika PDIP mencalonkan Ganjar, suara PDIP berpotensi mengalami penguatan, dari 28 persen (kontrol) menjadi 43 persen (dengan Ganjar sebagai calon presiden).

“Ganjar memperkuat PDIP secara signifikan,” kata Saiful. Ganjar, menurut Saiful, bisa membantu PDIP.

Dalam treatment 3, yang dimajukan oleh PDIP adalah Anies Baswedan. Ada 38 persen yang menyatakan akan memilih PDIP jika partai ini mencalonkan Anies Baswedan, 37 persen tidak akan memilih, dan 25 persen tidak tahu.

“Anies juga lumayan punya kontribusi positif (terhadap peningkatan suara PDIP), walaupun tidak sekuat Ganjar” jelas Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Treatment 4, yang menjadi calon presiden PDIP adalah Prabowo Subianto. Ada 36 persen yang menyatakan akan memilih PDIP jika partai ini mencalonkan Prabowo sebagai presiden, 40 persen menyatakan tidak, dan 24 persen menjawab tidak tahu.

Prabowo, jelas Saiful, juga memiliki efek penguatan suara PDIP.

Saiful menjelaskan bahwa secara keseluruhan Ganjar memiliki pengaruh paling positif pada peningkatan suara PDIP, sekitar 14,7 persen, sementara pengaruh Anies Baswedan 9,9 persen, Prabowo 8,4 persen, sementara pengaruh Puan Maharani negatif.

Saiful menyatakan bahwa kalau melihat efek calon pada PDIP dan ada keinginan untuk menjaga suara PDIP, Puan tidak bisa diharapkan untuk itu.

“Yang bisa diharapkan untuk itu (menjaga suara PDIP) adalah Prabowo, Anies, atau Ganjar. Namun jika yang dilihat adalah kader sendiri untuk menjadi presiden dan ingin memperkuat partai, maka Ganjar adalah pilihan terbaik bagi PDIP untuk tetap menjadi partai terbesar dan mendapatkan dukungan paling banyak dibanding partai lain,” simpulnya.

Lebih jauh Saiful menyatakan bahwa suara PDIP sendiri tidak cukup menjadikan seorang calon menjadi presiden. Ganjar, menurut dia, bisa menarik suara dari gerbong politik lain. Anies dan Prabowo juga demikian.

Setidak-tidaknya, menurut Saiful, mereka tidak mengancam suara PDIP jika PDIP mencalonkan mereka. Berbeda dengan Puan Maharani yang justru cenderung mengancam suara PDIP.

“Orang yang ada di PDIP pun bisa pergi jika Puan dipaksakan menjadi calon presiden,” pungkasnya.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden.

Response rate sebesar 1053 atau 86 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Dalam studi eksperimental untuk menguji efek calon presiden terhadap PDIP, responden dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok (kontrol, treatment 1, treatment 2, treatment 3, dan treatment 4) dan setiap kelompok diberi satu pertanyaan yang berbeda dari kelompok yang lain. (Pon)

Baca Juga

Hasil Survei SMRC, Pilpres Berpotensi 2 Putaran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 [HOAKS atau FAKTA]: NU Gelar Lomba Meriahkan Natal 2021
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: NU Gelar Lomba Meriahkan Natal 2021

Poster yang berlatar belakang warna merah tersebut menyebutkan beberapa kategori perlombaan yaitu lomba rohani gereja, lomba pidato, dll,

Dapat Penghargaan dari BKN, Anies Minta ASN Netral dengan Tidak Berpihak
Indonesia
Dapat Penghargaan dari BKN, Anies Minta ASN Netral dengan Tidak Berpihak

Pemerintah Provinsi DKI memperoleh penghargaan dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional).

Puan Sebut UU TPKS Jadi Pedoman Penegak Hukum Selesaikan Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Puan Sebut UU TPKS Jadi Pedoman Penegak Hukum Selesaikan Kasus Kekerasan Seksual

Ia menegaskan UU TPKS harus menjadi pedoman bagi penegak hukum dalam menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual.

Undang Nidji ke JIS, Anies Sebut Suara Vokalis Baru Tak Ada Sumbang-sumbangnya
Indonesia
Undang Nidji ke JIS, Anies Sebut Suara Vokalis Baru Tak Ada Sumbang-sumbangnya

Nidji sedang check sound di JIS dengan menyanyikan sejumlah lagu yakni Hapus Aku, Arti Sahabat, dan Laskar Pelangi.

 Vaksin Merah Putih Bakal Dihibahkan ke Negara Afrika
Indonesia
Vaksin Merah Putih Bakal Dihibahkan ke Negara Afrika

Presiden Jokowi telah setuju menggunakan vaksin Merah Putih sebagai donasi Indonesia untuk negara-negara di luar negeri.

DPR Gelar Uji Kelayakan Komisioner KPU-Bawaslu Minggu Pertama Februari
Indonesia
DPR Gelar Uji Kelayakan Komisioner KPU-Bawaslu Minggu Pertama Februari

Para penyelenggara pemilu ke depan tidak hanya memiliki konsep namun memiliki kemampuan menjalankan teknis kepemiluan.

Pakar Anggap Tuntutan Pidana Mati Terhadap Heru Hidayat Keliru
Indonesia
Pakar Anggap Tuntutan Pidana Mati Terhadap Heru Hidayat Keliru

Pengulangan perbuatan itu terjadi apabila sudah ada perbuatan yang diputus oleh pengadilan

Reaksi Mabes Polri saat Tingkat Kepercayaan Lembaganya Menurun
Indonesia
Reaksi Mabes Polri saat Tingkat Kepercayaan Lembaganya Menurun

Mabes Polri selalu melakukan yang terbaik terlepas dari hasil survei menurun atau meningkat.

Sohibul Iman Sebut Pemilih PKS Dukung Anies jadi Capres 2024
Indonesia
Sohibul Iman Sebut Pemilih PKS Dukung Anies jadi Capres 2024

"Hasil survei, banyak pemilih PKS cenderung kepada Anies Baswedan," ucap Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohammad Sohibul Iman

Bayar Zakat Lewat Baznas, Jokowi Berharap Ibadah Ramadannya Sempurna
Indonesia
Bayar Zakat Lewat Baznas, Jokowi Berharap Ibadah Ramadannya Sempurna

Menurut Jokowi, berzakat merupakan kewajiban umat Islam untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan kepada saudara-saudaranya, terutama para mustahik.