Survei PoliticaWave: Sejak 2014 Jokowi Jadi Korban Hoaks Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para Kiai/Habib se-Jadetabek, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2). (Foto: Humas/Fitri)

MerahPutih.com - Lembaga survei PoliticaWave mengatakan bahwa Presiden Jokowi menjadi korban serangan hoaks sejak Pilpres 2014 sampai sekarang. Hasil ini didapat dari pengamatan media sosial.

"Pada Pilpres 2014 pasangan Jokowi-JK mendapat serangan hoaks 7 kali lebih besar daripada pasangan Prabowo-Hatta," ucap Founder PoliticaWave, Yose Rizal, saat memaparkan hasil survei soal "Capres Pilihan Netizen", di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/2)

Kedua pasangan tampil dengan gaya masing-masing. (Foto: Twitter @SoldaSaju)
Kedua pasangan tampil dengan gaya masing-masing. (Foto: Twitter @SoldaSaju)

PoliticaWave memantau 10 isu hoaks dengan jumlah percakapan terbesar, yaitu isu Ratna Sarumpaet, Utang Pemerintah, Kontainer Surat Suara, e-Toll dari utang China, e-KTP Palsu dari China, Jokowi dituduh PKI, Konsultan Asing, Ijazah SMA Jokowi palsu, 10 juta TKA China, dan Ma'ruf Amin diganti Ahok.

"Terlihat bahwa 10 isu hoaks terbesar ditujukan untuk menyerang Jokowi. Sejak Pilpres 2014 sampai 2019 terlihat bahwa Jokowi adalah korban hoaks politik," ujar Yose seperti dilansir Antara.

Berita hoaks terkait Jokowi keturunan PKI sudah sejak lama gencar di media sosial dan menjelang Pilpres 2019 baru disanggah oleh Jokowi.

"Seharusnya bantahan dilakukan secepatnya sebelum berita hoaks menyebar ke publik. Akibatnya, sekarang sulit diatasi," katanya.

Menurut dia, pencegahan hoaks merupakan tugas bersama seluruh komponen rakyat Indonesia. Rakyat tidak boleh tertipu oleh isu hoaks dalam mengambil keputusan memilih pemimpinnya.

"Isu hoaks juga sangat berbahaya dan dapat memecah belah persatuan bangsa. Isu hoaks juga dapat mengganggu fokus pemerintahan terpilih dalam melaksanakan tugasnya," jkata Yose pula.

Jokowi Imlek 2019
Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Festival Imlek Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (7/2) (MP/Rizki Fitrianto)

Dalam penelitian tersebut, PoliticaWave memperoleh sebanyak 1.899.881 total percakapan terkait kedua kandidat yang dilakukan oleh 267.059 akun selama periode penelitian 28 Januari hingga 4 Februari 2019.

PoliticaWave melakukan pengumpulan data secara realtime dari berbagai media sosial yang ada di Indonesia, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, online forum dan news portal. PoliticaWave sudah melakukan filter dan mengeluarkan akun bot dari data dan analisa. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH