Survei PMP-Sikom: La Nyalla Diunggulkan Jadi Gubernur Jatim Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti. (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Persatuan Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi (PMP-Sikom) melakukan penelitian terhadap masyarakat Jawa Timur dengan tema 'Memotret Elektabilitas Bakal Calon Gubernur Jawa Timur'. Penelitian itu dilakukan untuk mengukur elektabilitas salah satu figur yang akan maju sebagai calon gubernur Jawa Timur.

"Tujuannya adalah membuat deskripsi, gambaran tentang pilihan masyarakat Jawa Timur terhadap tokoh-tokoh yang sudah mengerucut ketiga nama bakal calon gubernur Jawa Timur yaitu Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), Syaifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur), dan La Nyalla Mataliti (Ketua Kadin Jawa Timur)," kata Ketua PMP-Sikom G Safaardi kepada wartawan, Kamis (19/10).

Menurut Safaardi, secara mayoritas pemilih Jawa Timur saat ini belum memiliki pilihan, Adapun angka persentase mencapai 39,2 persen. Namun, jika pilgub dilakukan sekarang didapati hasil yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) disebut responden yang mewakili masyarakat Jawa Timur sebanyak 19,7 persen, kemudian La Nyalla 22,8 persen, dan Khofifah Indar Parawansa 18,3 persen.

"Dalam simulasi semi terbuka dengan nama La Nyalla masih unggul dipilih sebanyak 25,9 persen, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dipilih sebanyak 23,4 persen, kemudian Khofifah Indar Parawansa 20,1 persen, massa mengambang 30,6 persen" katanya.

Selisih dukungan pada tiga besar nama relatif konstan, masing-masing sekitar 3 persen. Dengan demikian, ketiga calon gubernur yang diuji dalam survei ini memiliki peluang yang sama untuk memenangkan Pilgub Jawa Timur. Sebab, masih ada swing voter sebanyak 30,6 persen.

"Tinggal bagaimana nanti mesin partai, ormas pendukung dan relawan bekerja maksimal untuk mengambil suara swing voters," katanya.

Selain itu, kata dia, isu-isu kepada tiga tokoh saat kampanye juga akan sangat memengaruhi keterpilihan mereka. Visi dan misi mereka terutama dalam hal bidang ekonomi dan fasilitas publik seperti kesehatan, air bersih, serta yang bersentuhan dengan kesejahteraan masyarakat yang dianggap realitis akan memengaruhi tingkat elektabilitas mereka.

Namun, lanjut dia, catatan untuk Gus Ipul yang posisinya petahana akan jauh lebih berat untuk menaikkan tingkat elektabilitas.

Sebab, elektabilitas Gus Ipul berhubungan dengan kinerja pemprov Jatim yang membuat 69,3 persen responden mengatakan tidak puas dan sangat buruk kinerja Pemprov Jatim.

Hal ini berhubungan dengan temuan survei terkait 62,1 persen responden mengatakan keadaan ekonomi keluarga mereka yang mengalami kesulitan selama 3 tahun terakhir ini.

"Untuk khofifah kekalahan dua kali dalam pilgub juga menjadi problem untuk meningkatkan elektabilitasnya. Sebab, pandangan publik Khofifah dianggap ngoyo jabatan," katanya.

Sedangkan peluang La Nyalla, ujar dia, jauh lebih besar untuk meningkatkan elektabilitas karena hasil temuan survei hanya 9,3 persen saja responden yang memilih calon gubernur Jawa Timur berdasarkan kesamaan etnis sedangkan 90,7 persen tidak mempermasalahkan etnis calon gubernur Jatim.

Penelitian itu dilakukan mulai tanggal 4 -14 Oktober 2017 di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode deskriptif (descriptive research) yaitu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau kelas peristiwa pada jelang pemilihan gubernur Jawa Timur .

Metode yang diterapkan, lanjut dia, yakni menggunakan teknik survei yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengambil sampel dari suatu populasi dan mengadakan kuesioner sebagai pengumpulan data yang pokok. Tujuannya yaitu untuk mengumpulkan data serta mempelajari gejala atau fenomena sosial pemilihan gubernur Jawa Timur dengan jalan meneliti variabel-variabel penelitian yang dilaksanakan.

"Metode survei yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner," tandasnya.

Jumlah warga Jawa Timur yang akan ikut pesta demokrasi pada 2018 ini, kata dia, sudah memiliki hak pilih yang sudah pasti dilibatkan untuk menjadi responden dan informan dalam penelitian ini sebanyak 1089 pemilih dari total populasi. Terlebih, daftar pemilih tetap pada Pilgub Jawa Timur sebanyak 32 juta pemilih.

Metode pemilihan responden dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan mengunakan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error -/+ 2,97 persen. (Pon)

Kredit : ponco


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH