Survei: Pemilih PDIP Cenderung Pilih Ganjar ketimbang Puan Ketua DPR Puan Maharani saat mengunjungi Pasar Tambahrejo, Surabaya, Rabu (2/3) siang. (Foto: MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merisil hasil survei bertajuk “Prospek Capres 2024” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, Kamis (7/4).

Salah satu hasil surveinya ditemukan bahwa pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) cenderung memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketimbang Ketua DPR RI Puan Maharani.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, PDIP merupakan partai pemenang Pemilu 2019 dan berbagai survei menunjukkan bahwa elektabilitas partai berlogo banteng itu masih paling tinggi dibanding partai-partai lain.

Baca Juga:

Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar dan Anies Menguat, Prabowo Melemah

Karena itu, menurutnya, arah dukungan massa partai ini kepada calon-calon presiden penting diamati.

Dalam survei SMRC terbaru ini, ditemukan bahwa Ganjar Pranowo adalah tokoh yang paling banyak didukung oleh massa pemilih PDIP untuk menjadi presiden dengan 34,2 persen.

"Disusul Prabowo Subianto 11,1 persen, Anies Baswedan 7,2 persen, dan Puan Maharani 1,9 persen," kata Abbas saat memaparkan hasil survei lembaganya.

Dalam setahun terakhir, lanjut Abbas, dukungan massa PDIP kepada Ganjar naik dari 20,1 persen pada Maret 2021 menjadi 34,2 persen pada Maret 2022.

“Namun, dalam 3 bulan terakhir, dukungan massa PDIP kepada Ganjar cenderung stagnan dari 36,7 persen pada Desember 2021 menjadi 34,2 persen Maret 2022," ujarnya.

Baca Juga:

Susur Sungai Bengawan Solo Bersama Gibran, Ganjar Soroti Masalah Sampah dan Limbah

Sementara itu, kecenderungan dukungan massa pemilih PDIP pada Puan Maharani dalam satu tahun terakhir tidak banyak berubah, tetap sangat sedikit.

"Yaitu, 1,3 persen pada Maret 2021 dan 1,9 persen pada Maret 2022," kata Abbas.

Survei ini dilakukan pada 1220 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1027 atau 84 persen. Sebanyak 1027 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). Wawancara tatap muka dilakukan pada 13 - 20 Maret 2022. (Pon)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anies-Ganjar Telah Deklarasi Capres-Cawapres

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prabowo Doakan Muhammadiyah Tetap Jaya
Indonesia
Prabowo Doakan Muhammadiyah Tetap Jaya

“Ya kita ucapkan selamat bermuktamar ya, semoga sukses, semoga terus jaya,” ujar Prabowo kepada awak media di lokasi.

Heru Budi Bahas Teknologi Digital saat Bertemu Gubernur New South Wales
Indonesia
Heru Budi Bahas Teknologi Digital saat Bertemu Gubernur New South Wales

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerima kunjungan Gubernur New South Wales, Australia, Margaret Beazley di Balai Kota, Jakarta, Kamis (25/5).

AKP Irfan Didakwa Rusak Bukti Elektronik Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
AKP Irfan Didakwa Rusak Bukti Elektronik Pembunuhan Brigadir J

AKP Irfan Widyanto menghalangi penyidikan atau obstruction of justice terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kritik Perppu Cipta Kerja, AHY: Esensi Demokrasi Diacuhkan
Indonesia
Kritik Perppu Cipta Kerja, AHY: Esensi Demokrasi Diacuhkan

Partai Demokrat mengkritik Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau Perppu Cipta Kerja.

Sri Mulyani Kedodoran Urus Kinerja Anak Buah karena Sibuk Ngurus Utang
Indonesia
Sri Mulyani Kedodoran Urus Kinerja Anak Buah karena Sibuk Ngurus Utang

“Karena sibuk ngurus utang. Maka Sri Mulyani kedodoran mengurus kinerja anak buahnya di semua unit eselon 1 dan BUMN di lingkungan Kemenkeu,” pungkasnya

Mendagri Tito Didesak Umumkan Lebih Awal Pj Gubernur DKI
Indonesia
Mendagri Tito Didesak Umumkan Lebih Awal Pj Gubernur DKI

Ia pun meminta, Menteri Tito bisa mengumumkan Pj Gubernur lebih awal dan tidak menunggu di ujung batas waktu karena konsekuensinya terhadap Jakarta sangat lah besar.

Pj DKI 1 Masih Pakai Kendaraan Dinas Kasetpres
Indonesia
Pj DKI 1 Masih Pakai Kendaraan Dinas Kasetpres

Pj Heru masih pakai mobil dinas Kepala Sekretaris Presiden (Kasetpres) saat bertugas melayani masyarakat Jakarta.

Ridwan Kamil Cari Solusi untuk Pulangkan 12 Warga Jabar Korban TPPO di Myanmar
Indonesia
Ridwan Kamil Cari Solusi untuk Pulangkan 12 Warga Jabar Korban TPPO di Myanmar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya berupaya mencarikan solusi pembebasan dengan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

Lukas Enembe Kembali Dibawa ke RSPAD
Indonesia
Lukas Enembe Kembali Dibawa ke RSPAD

Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe kembali dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Presiden Jokowi: Selamat Ginting!
Olahraga
Presiden Jokowi: Selamat Ginting!

"Selamat, Ginting! Selamat juga kepada pelatih, ofisial, dan insan bulu tangkis Indonesia," sambungnya.