Survei LSPP: Enos-Yudha Unggul di Pilkada Oku Timur Ilustrasi - Pilkada Serentak 2020. ANTARA/Kliwon

MerahPutih.com - Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP) merilis hasil survei pemetaan dan opini publik terkait tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat di Pilkada Oku Timur.

LSPP menyebut jika pemilu digelar hari ini, maka pasangan Enos-Yudha diprediksi akan memenangkan kontestasi. Dengan prosentase pasangan Enos-Yudha sebesar 23,49 persen.

Baca Juga

Masjid Agung Keraton Surakarta Mulai Adakan Salat Jumat

Kemudian disusul pasangan Fery-Meilinda di angka 18,22 persen dan terkahir pasangan Ruslan-Herly di angka 15,51 persen. Sementara yang menjawab rahasia sebanyak 9,64 persen dan menjawab Tidak Tahu/Tidak Jawab sebanyak 33,14 persen.

Sendy menambahkan, sebanyak 66,86 persen sudah memutuskan memilih. Sebanyak 9,64 peraen sudah memituskan namun menyatakan rahasia. Sisanya 33,14 persen menyatakan belum memutuskan.

"Pilkada OKU Timur nanti akan berlangsung panas. Responden ternyata banyak yang mengetahui kalau tiga bakal paslon itu masih ada hubungan keluarga dengan Gubernur Sumsel Herman Deru,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/6)

Srube
Survei LSPP. Foto: istimewa

Di tempat terpisah, Pengamat Politik Sumsel, Bambang Kurniadi menilai hasil survei tersebut menunjukkan peta dukungan masyarakat Oku Timur pada Pilkada mendatang. Menurutnya, figur Enos yang dekat dengan masyarakat dan diketahui mendapat restu Herman Deru juga menjadi alasan masyarakat melabuhkan pilihannya.

"Temuan LSPP ini saya kira membuktikan bahwa Enos mampu merebut hati dan simpati masyarakat. Terlebih menurut hemat saya faktor kedekatan Enos dengan masyarakat dan ketokohan Deru yang sangat mengakar," ungkapnya pada awak media secara terpisah, Kamis (11/06).

Namun begitu, Bambang mengatakan hasil survei tersebut bisa saja berubah seiring dengan semakin gencarnya lawan politik Enos-Yudha di masyarakat. Senada dengan Sendy, Bambang pun mengakui bahwa figur Yudha sebagai wakilnya kurang begitu berpengaruh besar dalam mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut.

"Sekalipun Yudha adalah anak kandung Bupati yang tengah menjabat, tapi saya pikir belum memberikan dampak elektoral yang signifikan. Hal ini menurut saya lantaran gerakannya yang belum maksimal. Jadi tidak ada solusi selain Yudha harus turun secara eksessif ke bawah," ujarnya.

Menurut Bambang, jika dalam waktu yang tersisa dimanfaatkan secara serius oleh pasangan tersebut, maka bisa dipastikan pasangan Enos-Yudha dapat meraih dukungan yang lebih signifikan.

Baca Juga

Purnomo Ditolak Mudur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Saya Adalah Teman dan Saudara

"Nampaknya situasinya masih sangat dinamis, perubahan eskalasi politik masih sangat mungkin terjadi. Apalagi jika kedua figur (Enos-Yudha) lebih maksimal merebut hati masyarakat, bisa jadi prosentase dukungan masyarakat lebih besar," pungkasnya.

Survei dilakukan secara tatap muka dengan 440 responden, sejak tanggal 2 Juni sampai tanggal 6 Juni 2020, menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin error sebesar 4,8 persen. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gegara Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pamor Jokowi di Mata Rakyat Runtuh
Indonesia
Gegara Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Pamor Jokowi di Mata Rakyat Runtuh

Ia melanjutkan, masalah pandemi masih menumpuk, tapi pemerintah justru membuat kebijakan menaikkan iuran BPJS .

Gunung Merapi Keluarkan Guguran, Warga Boyolali Panik
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan Guguran, Warga Boyolali Panik

Sejumlah warga lereng Gunung Merapi dikejutkan dengan suara gemuruh longsoran dari puncak Gunung Merapi, Minggu (8/11).

Kritik Habis-habisan, Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan
Indonesia
Kritik Habis-habisan, Ahok Minta Kementerian BUMN Dibubarkan

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini menjadi tengah menjadi sorotan publik.

Adik Benny Tjokro Ikut Terseret Kasus Dugaan Korupsi Asabri
Indonesia
Adik Benny Tjokro Ikut Terseret Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum

Sebanyak 50.891 Orang di Jakarta Kena PHK akibat Corona
Indonesia
Sebanyak 50.891 Orang di Jakarta Kena PHK akibat Corona

Jumlah perusahaan yang PHK pegawainya sebanyak 6.782.

Hari Ini 100 Ulama dari Jatim Divaksin AstraZeneca
Indonesia
Hari Ini 100 Ulama dari Jatim Divaksin AstraZeneca

Langkah itu ditempuh sebab PWNU Jatim mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin AstraZeneca.

PKS Anggap Listyo Sigit Bisa Petakan Situasi Sosiologis Masyarakat Indonesia
Indonesia
PKS Anggap Listyo Sigit Bisa Petakan Situasi Sosiologis Masyarakat Indonesia

Pesan yang disampaikan Kapolri pun dinilai tepat

KA Bandara Soetta Ubah Jam Operasional Mulai 21 September
Indonesia
KA Bandara Soetta Ubah Jam Operasional Mulai 21 September

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta membuatPT Railink melakukan penyesuaian operasional KA Bandara Soekarno-Hatta mulai Senin (21/9).

Dua Tersangka Korupsi Proyek Bakamla Segera Diadili
Indonesia
Dua Tersangka Korupsi Proyek Bakamla Segera Diadili

Seiring pelimpahan berkas ini, penahanan Leni dan Juli beralih dan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta