Survei LSI Denny JA: Jokowi-Ma'ruf 55.9 %, Prabowo-Sandi 44,1 % Peneliti LSI Ardian Sopa. Foto: MP/Kanugrahan

MerahPutih.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut Jokowi-Maruf di ambang menang telak terhadap Prabowo- Sandi diatas dua digit.

Peneliti LSI Ardian Sopa nengatakan, artinya jika elektabilitas Jokowi-Maruf menggunakan batas bawah elektabilitas saat ini 55.9 %, dan Prabowo-Sandi menggunakan batas atas 44.1 %, Jokowi-Maruf diproyeksikan tetap menang telak dengan selisih diatas dua digit.

Keunggulan Jokowi-Maruf diatas dua digit dari Prabowo-Sandi konsisten sejak Agustus 2018. Sejak pendaftaran capres, elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 52.2 %, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 29.5 %. Selisih diatas dua digit ini selalu stabil di periode-periode survei LSI Denny JA selanjutnya hingga survei teranyar April 2019.

Jokowi-Ma'ruf Amin

"Selisih elektabilitas yang stabil ini menguatkan kesimpulan bahwa Jokowi- Maruf berpotensi menang telak dari pasangan Prabowo-Sandi," imbuh Ardian dalam keterangannya, Jumat (12/4).

Ardian menemukan bahwa ada lima alasan yang menjadi faktor utama.

"Pertama, mayoritas publik puas dengan kinerja Jokowi selama 5 tahun menjabat. Dalam pemilu yang diikuti oleh petahana, faktor persepsi terhadap kinerja sangat penting danmerupakan variabel electoral. Petahana yang dipersepsikan berhasil akan mudah terpilih
kembali. Dan sebaliknya jika dipersepsikan kinerjanya buruk apalagi gagal, maka akan berpotensi dikalahkan," jelas Ardian.

Survei terkini LSI Denny JA menunjukan bahwa mereka yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi sebesar 69.5 %. Sementara mereka yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi sebesar 25.6 %.

"Faktor kepuasaan terhadap kinerja menjadi kekuatan utama Jokowi-Maruf," imbuh Ardian.

Ia menambahkan, mayoritas publik suka dan puas dengan program-program sukses Jokowi yang popular. Keenam program tersebut adalah antara lain Kartu Indonesia Sehat (suka 83.3 %), Kartu Indonesia Pintar (suka 80.2 %), Program Keluarga Harapan (Suka 67.9 %), Pembangunan Infrastruktur (suka 67.2 %), Program Dana Desa (Suka 66.1%), dan Beras Sejahtera (suka 63.7%).

"Program-program yang populer dan dipersepsikan sukses ini menjadi kekuatan pembeda dari penantang," terang Ardian

Ia menambahkann Jokowi-Maruf punya dukungan telak dari 3 segmen utama. Ketiga segmen utama tersebut adalah pemilih minoritas, pemilih wong cilik, dan pemilih muslim yang berafiliasi dengan NU. Ketiga segmen utama ini adalah pemilih loyal Jokowi-aruf.

"Loyalitas dan keunggulan telak di segmen ini menjadi kekuatan utama Jokowi-Maruf," imbuh Ardian.

Lalu, figur dan personal Jokowi lebih disukai dibandingkan dengan Prabowo.Jokowi ebih religius, dan lebih merakyat. Hanya persepsi berwibawa sebagai pemimpin yang Prabowo Subianto lebih unggul dibandingkan Jokowi.

Jomin v PAS
Jokowi-Ma'ruf v Prabowo-Sandiaga Uno

"Lalu, ada sejumlah faktor lainnya yang diamati secara kualitatif yang membuat Jokowi lebih kuat disbanding Prabowo. Faktor-faktor tersebut adalah antara lain: citra temperamental Prabowo yang semakin sering terlihat dan viral ke publik, persepsi Jokowi yang lebih unggul debat dibandingkan Prabowo, dan kekhawatiran public terhadap ekslusivisme Prabowo-Sandi yang terlihat dalam kampanye seperti yang dikritik oleh SBY," pungkas Ardian

Survei dilakukan padatanggal 4 - 9 April 2019, dengan menggunakan 2000 responden. Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.2%. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH