Survei LSI: 54 Persen Warga Nilai Dua Tahun Terakhir Korupsi Meningkat Konferensi pers survei LSI. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait korupsi, religiusitas, dan intoleransi. Hasilnya, mayoritas warga menilai bahwa dua tahun terakhir tingkat korupsi di Indonesia mengalami peningkatan.

Dalam survei yang dilakukan pada 16-22 Agustus 2017 itu, responden ditanyakan apakah korupsi di Indonesia meningkat, menurun, atau tidak mengalami perubahan dalam dua tahun terakhir.

"54% warga menilai bahwa dalam dua tahun terakhir tingkat korupsi di Indonesia saat ini mengalami peningkatan. Sementara 19,3% menilai bahwa tingkat korupsi menurun," ujar Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi saat merilis hasil surveinya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

"Sementara itu sebanyak 24,5% responden berpendapat tidak ada perubahan, serta 2,2% tidak menjawab," tambahnya.

Kemudian, responden juga ditanyakan apakah pemerintah pusat sudah cukup serius melawan korupsi. Hasilnya, mayoritas warga menilai pemerintah serius atau sangat serius melawan korupsi.

"55,9% warga menilai bahwa pemerintah pusat serius melawan korupsi. Jika dijumlahkan dengan responden yang menjawab sangat serius 11,4%, maka mayoritas 67,3% cenderung menilai pemerintah pusat memang serius melawan korupsi," tandasnya.

"Sementara yang menjawab tidak serius dan sangat tidak serius sebanyak 21,9%," sambungnya.

Menurut Kuskridho, dibandingkan dengan survei pada tahun 2016 lalu, terdapat kecenderungan penurunan persepsi korupsi dari 70% yang menjawab meningkat menjadi 54% pada saat ini.

"Meski terdapat perbedaan profil usia responden, namun temuan ini menunjukkan bahwa pada umumnya warga melihat bahwa tingkat korupsi cenderung turun," jelas dia.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyelenggarakan survei nasional tentang korupsi, religiusitas, dan intoleransi dari sudut pandang warga pada September 2017 lalu terhadap 1540 responden.

Sampel dipilih dengan teknik multi-stage random sampling sehingga mewakili populasi pemilih di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini diperkirakan 2,6% pada tingkat kepercayaan 95%. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: PKS Muda : Kasus Korupsi e-KTP Pembuktian KPK Independen

Kredit : ponco


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH