Survei KedaiKOPI Sebut Jokowi dan Prabowo Butuh Pendamping dari Ulama Ketua MUI Ma'ruf Amin (tengah) dalam seruan persatuan di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/5). (Biro Pers Setpres)

MerahPutih.Com - Peneliti dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo menyebutkan bahwa berdasarkan hasil survei terbaru, publik menilai lemahnya karakter religiusitas pada sosok Jokowi dan Prabowo.

"Dari 12 kata sifat dan kepribadian, responden menilai Joko Widodo sosok santun, merakyat, dan humoris, sedangkan Prabowo Subianto dipersepsikan berpengetahuan luas, tegas, dan mengobarkan semangat. Namun, keduanya dinilai rendah pada aspek religiusitas," ujar peneliti KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11/7).

Survei KedaiKOPI dilakukan sebagai bahan pertimbangan bagi capres yang akan bertarung di Pilpres 2019 dalam menentukan figur cawapres. Kunto menyebutkan, hasil survei tersebut mengindikasikan baik Jokowi maupun Prabowo butuh kandidat cawapres dari kalangan ulama atau minimal berlatar belakang santri.

Prabowo Subianto tengah salat berjamaah
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Twitter @prabowo)

Lebih lanjut, menurut Kunto Adi Wibowo mayoritas responden atau sebesar 49,8 persen menjadikan aspek karakter dan kepribadian capres serta cawapres sebagai pertimbangan utama dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden.

"Jadi bila Pak Jokowi memandang perlunya figur santri sebagai cawapres memang tepat, sebab itulah yang dibutuhkan Jokowi," jelas Kunto.

Kunto sebagaimana dilansir Antara memaparkan karena aspek itu, maka pilihan cawapres yang sesuai bagi Jokowi maupun Prabowo adalah yang bisa menambal karakter dan kepribadian masing-masing calon presiden.

Berdasarkan hasil surveinya, KedaiKOPI mengungkap nama-nama cawapres dari kalangan santri, berturut-turut sesuai elektabilitasnya yakni TGB Zainul Majdi (34,1 persen), diikuti oleh Romahurmuziy (27 persen), Muhaimin Iskandar (22,9 persen), Mahfud MD (7 persen), Dien Syamsudin (6,1 persen), dan Said Aqil Siroj (2,9 persen).

Din Syamsuddin
Din Syamsuddin mantan ketua PP Muhammadiyah (Foto: MP/Fadhli)

"Tokoh-tokoh ini dipersepsikan sebagai santri yang mampu menduduki jabatan wakil presiden terutama untuk Pak Jokowi," ujar dia.

Sementara untuk urusan ketegasan, pemahaman publik sangat lekat dengan mereka yang berlatar belakang TNI/Polri. Mereka antara lain, Gatot Nurmantyo (43,2 persen), Agum Gumelar (30,7 persen), Tito Karnavian (15,2 persen), Moeldoko (8,7 persen), dan Budi Gunawan (2,2 persen).

"Nama pak Agum Gumelar memang agak mengejutkan karena beliau sudah lama tidak muncul dalam pemberitaan nasional. Namun, Pak Agum memiliki tabungan popularitas serta teruji dalam lanskap politik Indonesia," pungkas Kunto Adi Wibowo.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PDI Perjuangan Berikan Sinyal Cak Imin Dicoret dari Bursa Cawapres Jokowi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH