Survei Indo Barometer: Lawan Jokowi di Pilpres Lalu Jadi Menteri Paling Dikenal Lembaga Survei Indo Barometer melakukan ssurvei tingkat kepuasan masyarakat 100 hari kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Survei Indo Barometer menempatkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai menteri yang paling dikenal kinerjanya oleh publik.

Prabowo mendapat suara 18,4 persen disusul Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 10.6 persen, Erick Thohir 8.2 persen, Mohammad Mahfud MD 7.9 persen, Nadiem Anwar Makarim 5.3 persen, Luhut B Panjaitan 5.2 persen, Tito Karnavian 5 Persen, Moeldoko 3.2 persen, Edy Prabowo 2.5 persen dan Pramono Anung 2.2 persen.

Baca Juga:

100 Hari Jokowi-Ma'ruf, Penegakan Hukum Stagnan

"Artinya pak Prabowo dianggap responden kinerjanya yang dirasakan masyarakat. Ini tak mengangetkan karena ia pernah dua kali sebagai Capres," kata Direktur Lemgaba Survei Indo Barometer Mochammad Qodari saat pemaparan survei di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2).

Jika dibandingkan survei Maret 2015, sepuluh menteri yang paling dikenal oleh publik saat itu adalah Susi Pudjiastuti 32.1 persen Disusul Puan Maharani 9.6 persen, Anies Baswedan 6.5 persen, Khofifah Indar Parawansa 4.6 persen, Tjahjo Kumolo 4.6 persen, Ignatius Jonan 2.4 persen, Rahmat Gobel 2.4 persen, Sofyan Djalil 1.6 Persen, Yasonna H. Laoly 1.6 persen dan Retno LP Marsudi 1.1 persen.

"Kalau kita lihat, menteri yang terpopuler di 100 hari Jokowi di periode pertama, malah direshufle seperti Anies. Dan Susi Pudjiastuti juga tak dipilih lagi menjadi Menteri. Jadi menteri yang sekarang populer jangan bangga dulu," ungkap pria asal Lampung ini.

Prabowo dan Megawati saat peresmian patung Bung Karno di Akmil Magelang
Megawati Soekarnoputri, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Ketua DPR, Puan Maharani di depan patung Bung Karno yang telah diresmikan di dalam Kampus Akademi Militer di Magelang (Dok PDIP)

Prabowo juga dianggap menjadi Menteri dengan kinerja terbaik dengan 26.8 persen disusul Sri Mulyani Indrawati 13.9 persen, Erick Thohir 12.6 persen, Mohammad Mahfud MD 7.3 persen, Nadiem Anwar Makarim 5.2 persen, Basuki hadi muljono 1.8 persen, Syahrul yasin Limpo 1.4 persen, Muhammad Tito Karnavian 1.4 persen, Muhadjir Effendy 0.9 peren dan Luhut B Panjaitan 0.9 persen.

"Lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus adalah: hasil kerjanya sudah terlihat (kerja nyata) (19.5%), orangnya tegas (18%), sudah berpengalaman (16%), cocok sesuai dengan keahliannya (8.7%), dan orangnya berani (8.6%)," ungkap Qodari.

Survei ini dilaksanakan pada 09-15 Januari 2020. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar ± 2.83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Liburan Long Weekend, Ratusan Petugas Protokol New Normal Bersiaga di Malioboro
Indonesia
Liburan Long Weekend, Ratusan Petugas Protokol New Normal Bersiaga di Malioboro

Yogyakarta menyiagakan petugas karena adanya peningkatan wisatawan selama libur panjang.

Gegara Libur Panjang, Kasus Corona di Jakarta Tembus 1.114 Jiwa
Indonesia
Gegara Libur Panjang, Kasus Corona di Jakarta Tembus 1.114 Jiwa

385 kasus adalah akumulasi data 7 hari sebelumnya yang baru dilaporkan.

Pasien Positif Corona Indonesia Jadi 117 Orang
Indonesia
Pasien Positif Corona Indonesia Jadi 117 Orang

Yurianto menuturkan spesimen positif didominasi dari Jakarta.

Rumah Eks Kakorlantas Irjen Djoko Susilo di Solo Resmi Jadi RUPBASAN
Indonesia
Rumah Eks Kakorlantas Irjen Djoko Susilo di Solo Resmi Jadi RUPBASAN

Djoko dalam sidang vonis terpidana harus membayar pengganti

 Tertekan Dampak Virus Corona, Indef Desak Pemerintah Jaga Tingkat Pertumbuhan Konsumsi
Indonesia
Tertekan Dampak Virus Corona, Indef Desak Pemerintah Jaga Tingkat Pertumbuhan Konsumsi

"Kontribusi PDB terbesar kita kan dari konsumsi. Konsumsi menjadi kunci supaya ekonomi tidak turun, nah gimana caranya? APBN dan APBD harus lebih banyak diguyur ke masyarakat," ujar ekonom senior Indef Aviliani

Dua Alasan Polri Tak Perlu Beri Izin Kelanjutan Liga 1 dan 2
Indonesia
Dua Alasan Polri Tak Perlu Beri Izin Kelanjutan Liga 1 dan 2

Belum lagi jumlah kasus virus corona yang terus meningkat di Indonesia

 Hemat Biaya Tagihan Listrik, Pemprov DKI Redupkan Lampu Jalan
Indonesia
Hemat Biaya Tagihan Listrik, Pemprov DKI Redupkan Lampu Jalan

"Dilakukan peredupan (dimming) sekaligus untuk menghemat pembayaran rekening PJU. Secara bertahap, sampai dengan selesainya PSBB," kata Hari

 Apartemen Ambruk, Ratusan Orang Diperkirakan Masih Terjebak
Dunia
 Apartemen Ambruk, Ratusan Orang Diperkirakan Masih Terjebak

Okupasi apartemen yang ambruk diperkirakan sedikitnya 200 penghuni.

Ditutup Paksa, Perusahaan Nakal Pelanggar PSBB Jakarta Tambah Jadi 23
Indonesia
Ditutup Paksa, Perusahaan Nakal Pelanggar PSBB Jakarta Tambah Jadi 23

Sehari sebelumnya sudah ada 5 perusahaan pelanggar PSBB yang dipaksa tutup.

Ridwan Kamil Sebut 5 Daerah di Jabar Ajukan PSBB
Indonesia
Ridwan Kamil Sebut 5 Daerah di Jabar Ajukan PSBB

Kelima daerah itu akan mengajukan permohonan PSBB bersama pada hari ini.