Teknologi

Survei Garis Pantai untuk BIG

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 18 April 2023
Survei Garis Pantai untuk BIG
Proyek survei garis pantai ini dilaksanakan selama September 2022 hingga Januari 2023. (Foto: Unsplash/frank mckenna)

PERUSAHAAN pemanfaatan teknologi drone telah menyelesaikan proyek survei garis pantai sepanjang 1.080 kilometer. Hal ini dilakukan untuk kebutuhan data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan drone untuk mengambil gambar dari udara dan bertujuan untuk menyediakan data Digital Elevation Model (DEM) sebagai acuan dalam pembentukan data garis pantai. Proyek survei garis pantai ini dilaksanakan selama September 2022 hingga Januari 2023, dengan wilayah proyek meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Kepulauan Riau.

Managing Director of Terra Drone Indonesia Michael Wishu Wardana mengatakan proyek survei garis pantai ini menjadi salah satu bukti bahwa teknologi drone dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk memperoleh data yang akurat dan efisien.

Baca juga:

Tiongkok Pamerkan Drone Bawah Air Seperti Ikan Sungguhan

Terra Drone Indonesia Lakukan Survei Garis Pantai Sepanjang 1.080 km
Drone Quantum system F90+. (Foto: Terra Drone Indonesia)

"Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan-perusahaan teknologi drone untuk terus mengembangkan teknologi drone dan memberikan solusi terbaik bagi berbagai sektor industri, termasuk pemerintah," kata Michael, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com.

Dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut, Terra Drone Indonesia melakukan survei pendahuluan dari data area of interest (AOI) yang diberikan oleh BIG, sebagai langkah perencanaan dalam pelaksanaan proyek. Namun pada saat pelaksanaan proyek, lanjut Michael, pihaknya mengalami beberapa kendala yang cukup besar.

Baca juga:

Proyek Tol Cisumdawu Dibantu Teknologi Drone

Terra Drone Indonesia Lakukan Survei Garis Pantai Sepanjang 1.080 km
Membuktikan bahwa teknologi drone dapat bermanfaat di beberapa bidang. (Foto: Terra Drone Indonesia)


Kendala tersebut didominasi oleh tiga hal, yaitu musim hujan yang menyebabkan pengoperasian drone terhambat, lokasi yang harus ditempuh melalui jalur laut, dan perizinan terbang pada lokasi kerja yang cukup rumit karena masuk dalam ruang udara milik Singapura. Meski mengalami kendala tersebut, Terra Drone Indonesia berhasil menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai standar BIG.

Drone yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah drone Quantum System Trinity F90+, drone fixed wing yang dapat terbang 90 menit dan memiliki sistem failsafe sangat tinggi yang dapat meminimalisir kesalahan operasi terbang oleh operator

Dibandingkan dengan metode konvensional, drone dapat menyelesaikan proyek ini jauh lebih cepat dan data yang dihasilkan lebih akurat. Jika menggunakan metode konvensional atau darat, proyek ini bisa selesai dengan memakan waktu lebih lama. (and)

Baca juga:

Tiongkok Pamerkan Drone Bawah Air Seperti Ikan Sungguhan

#Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan