Photojournalis Mentorship 2020
Surga Ikan Asin di Tanjung Binga Tanjung Binga: Surga Ikan Asin Ada di Sana karya Donny Fernando, peserta terpilih Program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020.

Semakin amis desa kami, semakin makmur kami tandanya, ujar Irwan di kapal bagannya, saat menunggu jaring yang diturunkan.

Irwan adalah kapten kapal keturunan Bugis yang merantausampai titik berlabuh akhirnya, yaitu Tanjung Binga. TanjungBinga sendiri adalah salah salah satu tempat persinggahan sukuBugis yang menetap sekian tahun.

Komoditi terbesar desatersebut adalah ikan asin. Tak tanggung-tanggung, ikan asinyang dihasilkan oleh desa di Belitung ini memiliki pamortersendiri. Tak hanya dikirim dan tersebar ke beberapa bagian di Indonesia seperti Jakarta, Pontianak, dan Medan, beberapanegara tertarik dengan cita rasa ikan asin ini, contohnyaTiongkok. Tak heran jika desa ini disebut sebagai salah satu desapenghasil ikan asin terbesar di Indonesia.

Tanjung Binga
Salah satu foto Tanjung Binga: Surga Ikan Asin Ada di Sana karya Donny Fernando

Proses penangkapan ikan untuk diolah menjadi ikan asin masihmenggunakan teknik yang tradisional dan tidak merugikanekosistem laut. Penggunaan cantrang menjadi larangan di sana, dikarenakan dapat merusak ekosistem laut di mana cantrangtersebut digunakan. Sebaliknya, penduduk Tanjung Bingamenggunakan jaring tanam atau waring. Waring ditenggelamkansecara manual sampai menyentuh dasar laut di titik kedalamantertentu, kemudian anak buah kapal akan menunggu sekitar 1 jam dan mematikan lampu kapal, agar jaring berbaur dengandasar laut.

Inilah cara yang diajarkan kakek kami pada kami, jadi ini yang kami teruskan,” sebut Irwan.

Mereka biasanya melaut selama tiga malam, kadang hanya satumalam. Lamanya mereka melaut sesuai dengan cuaca, musim, dan kondisi bulan pada malam hari.

Kalau bulan terang kami tentu ndak begitu lama di laut, sia-siajuga ndak ada ikan banyak. Musim angin barat juga kami ndakmelaut jauh”, jelas Irwan.

Tanjung Binga
Salah satu foto karya Donny Fernando dalam Tanjung Binga: Surga Ikan Asin Ada di Sana.

Ikan tangkapan biasanya langsung digaramkan di kapal agar proses penggaraman sudah dilakukan lebih awal. Ikan yang sudah digaramkan kemudian dibilas di darat. Khusus untuk ikanteri, ikan tersebut direbus dahulu, berbeda dengan ikan lainnya. Ikan yang dijadikan ikan asin pun beragam, dimulai dari ikanjenis Laisi, teri hitam, teri putih, cumi kecil, sampai ikan sepat.

“Kami ini bergantung sama hasil laut, tinggal di dekat laut, yalaut sudah jadi bagian dari kami lah”, sahut Ibu Alia.

Ikan asin dijemur dengan cuaca terik selama dua hari. Apabilamendung atau hujan mulai turun, ikan tersebut harus disimpandalam plastik agar terhindar dari kelembaban berlebih sehinggamenimbulkan cacing. Sebagai salah satu komoditi penghasil citarasa kuliner yang unik, ikan asin memiliki pamor tersendiri. Rasa gurih yang dihasilkan oleh ikan asin, serta sebagaipendamping beberapa hidangan khas membuat ikan asin tetapdiminati di dunia kuliner dan masyarakat itu sendiri. (*)

Gallery:Tanjung Bingai, Surga Ikan Asin Ada di Sana

Penulis: Donny Fernando, peserta terpilih Program XL Axiata Photojournalist Mentorship 2020

* Donny Fernando merupakan seorang multimedia journalist yang bekerja di The Jakarta Post. Lahir di TanjungpandanBelitung pada 28 April 1995, Donny pergi meninggalkan rumahuntuk melanjutkan sekolahnya dengan merantau ke Jakarta padatahun 2010. Donny menyelesaikan studi S1 di UniversitasMultimedia Nusantara program studi Ilmu Komunikasi, jurusanjurnalistik.

Selama perkuliahan, Donny Fernando aktif dalam Unit KegiatanMahasiswa Teater sebagai ketua divisi dokumentasi, serta aktifdalam kelompok dokumenter kampus dan membuat beberapakonten jurnalistik berbasis video dokumenter, salah satunyatentang kehidupan buruh perempuan di Jakarta dengan judul AsaTentang Kuasa. Donny juga pernah memenangkan beberapalomba foto berbasis kampus dan online, yaitu juara 1 padalomba foto Buntara Karya, dan juara 2 pada lomba foto#KerjaNyata #UntukIndonesia71 yang diadakan olehKementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
Foto: Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Bertahan ala Kupu-Kupu Malam
Tradisi
Foto: Kampung yang Terkubur
Foto
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menu Sahur Sukarno-Hatta Jelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Indonesiaku
Menu Sahur Sukarno-Hatta Jelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Bukan sepi, kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda justru berkerumun banyak pemuda Indonesia.

Struktur Karang Hiasi Bawah Laut Bali
Travel
Struktur Karang Hiasi Bawah Laut Bali

Ribuan struktur karang berbagai jenis tersebut juga mulai ditenggelamkan,

Kampanye #AmannyaPASS Dukung Pemulihan Pariwisata
Travel
Kampanye #AmannyaPASS Dukung Pemulihan Pariwisata

Kampanye ini memberikan kesempatan untuk wisatawan merasakan pengalaman menginap di Hotel dengan aman dan nyaman

Foto: Dendam Damai
Tradisi
Jenderal Soedirman, Pahlawan Indonesia yang Dibuatkan Patung di Negara Penjajah
Indonesiaku
Jenderal Soedirman, Pahlawan Indonesia yang Dibuatkan Patung di Negara Penjajah

Jenderal Sudirman, satu-satunya Pahlawan asing yang patungnya ada di Jepang.

Menelusuri The Great Asia Africa Bersama Travel Trip, Sensasi 7 Negara di Lembang
Travel
Menelusuri The Great Asia Africa Bersama Travel Trip, Sensasi 7 Negara di Lembang

Lembang hadirkan tempat wisata serasa berada di tujuh negara.

Penggemar Harry Potter, Wajib Rasakan Wahana di Jatim Park 3
Travel
Penggemar Harry Potter, Wajib Rasakan Wahana di Jatim Park 3

Wahana di Jatim Park 3 ini di design persis dengan tempat-tempat yang ada di dalam film Harry Potter.

Cirebon Perkuat Potensi Wisata Religi Melalui Masjid Kuno
Travel
Cirebon Perkuat Potensi Wisata Religi Melalui Masjid Kuno

masjid kuno yang ada di Kota Cirebon memiliki keunikan

5 Air Terjun Cantik di Pulau Dewata
Travel
5 Air Terjun Cantik di Pulau Dewata

Instagramable banget deh.

Menafsir Lokasi Kerajaan Pakuan-Pajajaran
Tradisi
Menafsir Lokasi Kerajaan Pakuan-Pajajaran

Para ahli terus manafsir lokasi Pakuan-Pajajaran