Surat Suara Sudah Tercoblos di Malaysia, TKN: Ini Upaya Delegitimasi Pemilu Sekretaris TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Hasto Kristiyanto. Foto: MP/Fadhli

MerahPutih.Com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait temuan Panwaslu adanya surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia.

Hasto secara tegas menyatakan TKN tidak memiliki hubungan dengan surat suara yang sudah dicoblos di Malaysia. Namun Hasto menyayangkan, akibat peristiwa tersebut lagi-lagi Jokowi yang disalahkan.

"Kasus kasus di masa lalu, itu juga cenderung bagaimana mereka mudahnya menyalahkan pak Jokowi," kata Hasto di Media Center TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Meski saat ini, KPU dan Bawaslu tengah menyelidiki kasus surat suara yang tercoblos, Hasto menilai dengan video yang beredar di sejumlah platform media sosial sebagai upaya untuk mendelegitimasi Pemilu.

Sekjen PDI Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Hasto Kristiyanto (MP/Ponco Sulaksono)

"Dulu ada 7 kontainer yang sudah dicblos oleh 01, jadi ini bukan suatu hal yang mengejutkan ini sebuah desain untuk delegitimasi pemilu ini sudah dilaksanakan secara efektif. Dan mohon maaf seluruh kajian kami lakukan itu berasal dari tim kampanye pasangan 02," terang Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menyerahkan kepada Bawaslu untuk mengambil keputusan yang baik.

"Karena apapun dalam pemilu secara lagsung dsn paling konpleks di dunia ini berbagai hal bisa terjadi karrna itulah kami memperkuat peran dari Bawaslu itu," imbuh Hasto.

TKN juga, kata Hasto akan melakukan investigasi terhadap masalah surat suara tercoblos di Malaysia. Pihaknya akan mengirim tim khusus ke Malaysia guna menelusuri kasus tersebut.

"Apa jangan-jangan ini. Saya agak, kita lagi telusuri, lagi cari tahu. Tapi yang jelas pelakunya belum ada," terang Hasto.

Sementara itu, menanggapi hebohnya surat suara tercoblos, politisi PDIP Masinton Pasaribu menuding kubu Prabowo-Sandi yang menggerebek gudang penyimpanan surat suara di Malaysia.

Politisi PDIP Masinton Pasaribu
Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu (MP/Hurri)

Pasalnya, menurut Masinton informasi tersebut didapatkan saksi Prabowo-Sandi karena ia tengah berada di Malaysia.

"Jadi ya menggerebek ini dari 02. Nah sampai sekarang kami sedang mencari tahu dan sedang mengumpulkan informasi berkaitan dengan peristiwa tersebut. Sebab, pelakunya sampai sekarang belum ada," imbuh Masinton.

Masinton yang dapilnya juga termasuk Malaysia itu menyarakan agar tidak menjadi spekulasi, isu-isu baiknya tunggu pernyataan resmi kepolisian Malaysia dan aparatur berwenang menyampaikan tentang hasil investigasi surat suara tercoblos.

"Karena ita juga minta supaya diinvestigasi. Saya curiga pelakunya belum ada, tak ada di lokasi," imbuh anggota Komisi III DPR ini.

Selain itu, Masinton menyebutkan dengan adanya surat suara tercoblos, diduga adanya sindikat jual beli suara di Malaysia.

"Setiap pemilu ada sindikat jual beli suara. Bahkan saya ngga mau menginikan orangnya, saya ditawarkan. Satu suara 15 ringgit tadi malam. Kalah dirupiahkan 45 irbu rupah satu suara, satu kertas itu. Memang sangat rawan. Makanya sejak minggu lalu saya sudah wanti-wanti soal itu. Dan itu diarahkan itu memang ada, " pungkas Masinton Pasaribu.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH