Surat Kuasa Pengacara Wahyu Setiawan Dicabut, Imbas Bakal Bongkar Kecurangan Pilpres? Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) bersiap menjalani sidang dakwaan secara virtual, Kamis (28/5/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

MerahPutih.com - Tim Kuasa Hukum mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Tony Hasibuan mengungkapkan bahwa kliennya saat ini telah mencabut surat kuasa atas kuasa hukum lainnya, Saiful Anam.

Pencabutan kuasa tersebut diduga terkait pernyataan Saiful yang menyatakan bahwa Wahyu Setiawan siap 'bernyanyi' soal keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP.

Baca Juga

KPK Siap Tindaklanjuti 'Nyanyian' Wahyu Setiawan soal Kecurangan Pemilu

Wahyu saat ini telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Bahkan, kata Saiful, tak hanya membongkar keterlibatan pihak lain dalam kasus yang juga menjerat eks caleg PDIP, Harun Masiku tersebut, Wahyu juga bakal 'blak-blakan' terkait kecurangan Pemilu.

"Bahwa bersamaan dengan ini, Bapak Wahyu Setiawan menyatakan mencabut kuasanya atas nama Saiful Anam, SH, MH," kata Tony dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis, (23/7).

Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)
Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)

Tony juga meluruskan, bahwa pernyataan soal dugaan kecurangan di Pilkada dan Pilpres bukan pernyataan pribadi kliennya.

"Menurut pemberitaan media yang ada, menyatakan bahwa Wahyu Setiawan mengajukan Justice Collaborator (JC) akan membongkar kecurangan Pilpres dan Pilkada merupakan pernyataan pribadi Saudara Saiful Anam, bukan pernyataan resmi Bapak Wahyu Setiawan," ujarnya.

Sebelumnya, Wahyu didakwa menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Harun Masiku. Pemberian uang itu dimaksudkan agar terdakwa mengupayakan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumatra Selatan 1 kepada Harun Masiku.

Baca Juga

Wahyu Setiawan Siap "Bernyanyi" Soal Kasus PAW hingga Kecurangan Pemilu

Wahyu juga didakwa menerima suap Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH