#HOAKS/FAKTA: Pergub Anies Larang Suami-Istri Berhubungan Badan Anies Baswedan saat pengumuman status tanggap darurat virus corona di ibu kota. (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Surat edaran seruan Gubernur Anies Baswedan yang berisikan penghentian sementara hubungan suami istri untuk mencegah penularan COVID-19 tengah viral di media sosial.

Surat edaran itu bernomor 6 Tahun 2020. Dokumen tersebut juga dilengkapi dengan kop serta dibumbuhkan dengan tanda tangan Gubernur DKI Jakarta. Surat itu dipastikan Hoaks.

Baca Juga:

Puluhan Ribu Masker Dibagikan di Bundaran HI Cegah Penyebaran Corona

Padahal, Surat Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 tertanggal 20 Maret itu, berisikan tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam rangka Mencegah Penyebaran Wabah COVID-19.

Anies sendiri menerbitkan Surat Seruan Nomor 6 Tahun 2020 guna menghambat penyebaran COVID-19 yang terus meningkat pesat di Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu pusat sebaran wabah di Indonesia. Surat seruan itu sekaligus menetapkan Jakarta sebagai provinsi dengan status Tanggap Tanggap Darurat Bencana COVID-19.

Hoaks surat edaran larangan hubungan badan (Ist/ANT)

Dalam surat Seruan Nomor 6 Tahun 2020 itu, seluruh perusahaan di wilayah Jakarta untuk secara serius melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Menghentikan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu, menutup fasilitas operasional, dan melakukan kegiatan berusaha dari rumah.

2. Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total kegiatan perkantorannya, diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal (jumlah karyawan, waktu kegiatan, dan fasilitas operasional). Mendorong sebanyak mungkin karyawan untuk bekerja dari rumah.

3. Memperhatikan Surat Edaran Menteri Manusia No. M / 3 / HK.04 / III / 2020 tentang Perlindungan Pekerja / Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19.

4. Seruan ini berlaku 14 hari terhitung mulai tanggal 23 Maret 2020 hingga 5 April 2020.

5. Informasi terkait:

a. penyebaran COVID-19 dapat dilihat melalui situs: https://corona.jakarta.go.id.

b. panduan terkait dengan penanggulangan COVID-19 (poster, spanduk berdiri, dll.) dapat diunduh melalui tautan: https://bit.ly/PublikasiCoronaDKI.

Sementara itu, Kominfo sebagai institusi negara yang gencar memerangi hoaks di dunia maya menegaskan institusinya belum mengetahui dokumen palsu mengatasnamakan Gubernur DKI tentang larangan hubungan suami-istri saat pandemi COVID-19 yang beredar itu.

"Kami belum cek belum cek," kata Plt Humas Kominfo Ferdinandus Setu, saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Kamis (26/3). (Asp)

Baca Juga:

Anggota Wantimpres Desak Agar Biaya Tes Massal Corona Digratiskan

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH