Sunyinya Anies di Media, Strategi Dulang Dukungan Parpol di Pilpres 2024? Anies Baswedan didampingi istrinya saat meninjau lokasi kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Anies Baswedan dipandang sebagian orang menjauh dari awak media. Hal itu terlihat dari tidak banyak munculnya Gubernur DKI Jakarta itu dalam pemberitaan.

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen menilai, jauhnya Anies dengan media dipandang sebagai langkah dalam mengamankan pencalonannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Sekarang ini, Anies lebih fokus untuk menuntaskan semua janji kampanye pada Pilkada DKI 2017 lalu.

"Jadi dia betul-betul konsen membereskan semua itu (janji kampanye). Karena sementara sekarang ini suasana politik ingar-bingar sekali kan," kata Dewi Haroen saat dihubungi Merahputih.com.

Baca Juga:

Anies Tindak Lanjuti 10 Catatan Kritis dari LBH Jakarta

Sebab, kata Dewi, ketika Anies melayani sesi wawancara di Balai Kota DKI atau saat kunjungan ke luar, ada saja pertanyaan dari media terkait perpolitikan Indonesia di 2024 mendatang. Menurutnya, Anies akan mau meladeni bila semua pertanyaan seputar kinerjannya di Jakarta.

Keputusan Anies menjauhi jurnalis ini dianggap Dewi suatu langkah yang tepat, bila berkaca dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pasalnya kader partai PDI Perjuangan itu menjadi buah bibir partainya lantaran terlalu tampil di media menjelang kontestasi politik 2024.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keterangan pers di Kampung Tanah Merah, Jakarta Utara, Sabtu (16/10/2021). ANTARA/Sihol Hasugian
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keterangan pers di Kampung Tanah Merah, Jakarta Utara, Sabtu (16/10/2021). ANTARA/Sihol Hasugian

Lanjut dia, kalau Gubernur Anies selalu muncul di media, justru merugikan dia. Dan hampir dipastikan bakal ada pihak lain yang menyerangnya, terkait ngebetnya dalam perpolitikan di tanah air.

"Dia melihat dari Ganjar, kondisi Ganjar di PDIP. Jadi artinya dengan terlalu mencorongnya Ganjar akhirnya jadi sasaran tembak," ucap dia.

Maka dari itu, ia memilih menjauhkan diri dari sorotan media. Apalagi, Anies notabene tidak punya partai, sehingga harus berhati-hati dalam berbicara ataupun tindakan. Sebab sekarang ini, partai politik masih mencari siapa sosok yang cocok dicalonkan diri jadi presiden.

Terlebih di setiap lembaga survei, elektabilitas Anies terus meroket dan menduduki lima besar teratas tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi.

Baca Juga:

10 Catatan Kritis dan Tuntutan LBH Jakarta kepada Anies

Saat ini pula, Anies sudah harus keluarkan strategi guna dilirik partai politik. Karena ia akan bersaing dengan ketua partai seperti Airlangga Hartarto dari Golkar, AHY dari Demokrat dan Cak Imin dari PKB. Mereka semua ingin juga mencalonkan diri jadi capres. "Dia tidak bermasalah dengan kubu siapa pun, dengan kubu Prabowo, dengan siapa pun. Strateginya dia justru strategi diam dan menunggu. Dia tidak ingin di atas terus berita terus, itu tidak menguntungkan," ucapnya.

Dewi menilai, pencapaian Anies bekerja di Jakarta bukan digembar-gembor di hadapan media guna cari simpatik warga. Tapi, Anies sendiri punya tim ataupun media sosial (medsos) yang selalu mengunggah capaiannya membangun Kota Jakarta. Jadi sejauh ini, media belum menguntungkan dirinya di Jakarta maupun politik 2024. (Asp)

Baca Juga:

LBH Jakarta Sebut Janji Anies tidak Gusur Warga Hanya Isapan Jempol Belaka

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puluhan Siswa Positif COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tetap Lanjutkan Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Puluhan Siswa Positif COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tetap Lanjutkan Sekolah Tatap Muka

Meski demikian, Pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta belum berencana menghentikan kegiatan sekolah tatap muka.

Ulang Tahun ke-30, Taman Impian Jaya Ancol Ganti Logo
Indonesia
Ulang Tahun ke-30, Taman Impian Jaya Ancol Ganti Logo

Manajemen Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara pada Jumat secara resmi meluncurkan logo baru sejak dibangun tahun 1966.

 IPW Minta Polisi Cari Penyebar Sertifikat Vaksin Jokowi
Indonesia
IPW Minta Polisi Cari Penyebar Sertifikat Vaksin Jokowi

Ada berbagai kasus kebocoran data lainnya yang muncul serta meresahkan publik

Selama PPKM Level 4, Mobilitas Warga Jakarta Menurun
Indonesia
Selama PPKM Level 4, Mobilitas Warga Jakarta Menurun

Dimana pada masa PPKM level 3 itu juga masih diberlakukan ketentuan sektor esensial dan kritikal

Begini Kondisi Terkini SBY Yang Dirawat di AS
Indonesia
Begini Kondisi Terkini SBY Yang Dirawat di AS

Terkait tindakan medis terkait kanker prostat yang diidam SBY tidak bisa diinformasikan secara gamblang. Namun Partai Demokrat akan memberikan keterangan lebih lanjut apabila ada hal yang perlu diperbaharui informasinya.

Babak Baru Seleksi KPU-Bawaslu, Calon Bakal Jalani Tes Wawancara dan Kesehatan
Indonesia
Babak Baru Seleksi KPU-Bawaslu, Calon Bakal Jalani Tes Wawancara dan Kesehatan

Setelah menggelar sejumlah rangkaian tes, tim seleksi (timsel) calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Kasus Positif COVID-19 di Lingkungan DPR Bertambah Jadi 194
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 di Lingkungan DPR Bertambah Jadi 194

Sebelumnya hanya terdapat 142 orang dilingkungan DPR yang terpapar virus corona.

Pemda DIY Gelontorkan 250 Ton Minyak Goreng Subsidi ke Pasar Tradisional
Indonesia
Pemda DIY Gelontorkan 250 Ton Minyak Goreng Subsidi ke Pasar Tradisional

Harga minyak goreng masih belum bisa terkendali salah satunya di Yogyakarta.

PKB Optimis Bisa Geser Gerindra dan Golkar di Pemilu 2024
Indonesia
PKB Optimis Bisa Geser Gerindra dan Golkar di Pemilu 2024

Semua mengambil peran yang efektif dan nyata dirasakan masyarakat

Partai Demokrat Jakarta Lakukan Perluasan Program Kebijakan AHY
Indonesia
Partai Demokrat Jakarta Lakukan Perluasan Program Kebijakan AHY

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono mengaku akan terus melakukan pembinaan konstituen Demokrat DKI bisa merebut kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang.