Suntik Filler demi Awet Muda, Ketahui Seluk Beluknya

P Suryo RP Suryo R - Senin, 27 November 2023
Suntik Filler demi Awet Muda, Ketahui Seluk Beluknya
Suntik filler konon dapat menghilangkan bekas jerawat, kerutan, merampingkan bentuk dagu dan menambah volume bibir. (freepik/cookie_studio)

SUNTIK filler digemari orang, terutama perempuan, karena memberikan efek kepuasan 'memperbaiki' wajah. Mulai dari menghilangkan bekas jerawat, kerutan hingga merampingkan bentuk dagu.

Bahkan, ada juga yang melakukan suntik filler untuk menambah volume bibir. Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan tertentu ke wajah yang ingin diperbaiki. Oleh karena itu, prosedur ini sering disebut dengan istilah suntik filler.

Suntik filler dilakukan untuk memperbaiki masalah pada wajah. Menurut American Society of Plastic Surgeons, sebanyak 2,7 juta prosedur filler wajah dilakukan pada tahun 2017. Jumlah tersebut meningkat sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:

Mengenal Sedot Lemak, Operasi Dijalani oleh Nanie Darham

filler
Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan tertentu ke wajah yang bermasalah. (freepik/freepik)

Jenis suntik filler

Kamu tertarik melakukan suntik filler? Nah sebelum kamu mencobanya, alangkah lebih baik jika kamu tahu beberapa jenis filler dan setiap jenisnya mengandung bahan yang berbeda serta mampu memberikan efek yang berbeda pula.

Melansir laman Healthline, berikut ini adalah beberapa jenis filler yang umum digunakan beserta karakteristiknya:

Asam hialuronat

Asam hialuronat merupakan bagian alami dari kulit yang akan berkurang seiring pertambahan usia. Suntik filler ini dapat bertahan selama 6–12 bulan. Dalam prosedur suntik filler, asam hialuronat tersedia dalam bentuk alami dan sintetis. Beberapa karakteristik dari jenis filler asam hialuronat, yaitu:

1. Jarang menimbulkan reaksi alergi.

2. Bentuknya gel dengan tekstur sedikit lebih kental.

3. Suntikan dilakukan di sudut kanan atau kiri mulut dan bibir atau mengisi cekungan di bawah mata
untuk mengatasi keriput di bawah mata maupun filler hidung untuk memperbaiki tampilan hidung.

4. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, bahan ini dapat dinetralkan dengan suntikan enzim hialuronidase.

Kolagen bovine

Kolagen merupakan jenis filler yang dipercaya paling baik dari semua jenis filler. Kolagen bovine berasal dari kulit sapi yang diolah secara khusus dengan karakteristik sebagai berikut:

1. Harga lebih terjangkau dan lebih efektif.

2. Tes alergi wajib dilakukan sebelum penyuntikan, karena bahan ini dapat memicu reaksi alergi.

3. Penyuntikan perlu dilakukan 2–4 kali dalam setahun, karena secara alami tubuh akan memecah
kolagen.

Selain itu, ada pula jenis kolagen yang dikembangbiakkan dari sel-sel manusia. Jenis kolagen ini sangat
jarang menimbulkan reaksi alergi dibandingkan kolagen bovine, sehingga tidak memerlukan tes alergi
lebih dulu.

Meski demikian, suntik filler tetap perlu diulang setiap 3–6 bulan. Kolagen manusia ini diketahui lebih
mahal dibandingkan dengan jenis kolagen lainnya.

Lemak tubuh (fat grafting)

Metode ini dilakukan menggunakan sedikit jaringan lemak yang diambil dari salah satu bagian tubuh, seperti perut, paha, atau bokong. Selanjutnya, jaringan lemak tersebut akan diolah dan diproses terlebih dahulu, kemudian disuntikkan ke bawah permukaan kulit wajah. Karakteristik dari filler lemak adalah sebagai berikut:

1. Diketahui minim reaksi alergi, sebab bahan yang disuntikkan berasal dari dalam tubuh sendiri.

2. Hasilnya dapat bersifat permanen, meski berbeda pada setiap orang.

3. Dibutuhkan lebih dari satu kali suntikan filler hingga terlihat hasilnya.

Baca Juga:

Rokok Herbal Lebih Aman untuk Kesehatan? Ketahui Faktanya

filler
Suntik filler biasanya berlangsung selama 60 menit sesuai prosedur medis. (freepik/wavebreakmedia)

Polimer buatan

Jenis filler lainnya adalah polimer buatan. Filler ini diketahui dapat bertahan hingga dua tahun. Setelah disuntikkan, bahan polimer akan merangsang sel kulit untuk memproduksi kolagen.

Jenis polimer poly-L-lactide (PLLA) telah banyak digunakan dalam prosedur medis dan tidak beracun. Ada juga polymethyl methacrylate (PMMA), yang dulunya digunakan sebagai perekat untuk operasi tulang sebelum akhirnya digunakan sebagai suntik filler.

Hidroksiapatit kalsium

Jenis filler hidroksiapatit kalsium diketahui dapat bertahan hingga satu tahun. Jenis filler ini biasanya digunakan untuk mengisi area yang membutuhkan suntikan bervolume banyak, seperti pipi dan dagu.

Perlu diketahui bahwa hidroksiapatit kalsium terbuat dari mineral yang dapat memperkuat tulang. Mineral ini dimasukkan ke dalam partikel kecil dan dilarutkan di dalam cairan untuk kemudian disuntikkan ke pasien.

Jaringan halus permanen

Jenis filler yang satu ini banyak digunakan untuk menghaluskan kerutan di sekitar mulut. Filler yang menggunakan jaringan halus ini diketahui tidak membutuhkan suntikan ulang, sebab dapat diserap tubuh dengan mudah.

Jenis filler elastis inilah yang membuat kulit menjadi kencang dan halus, sehingga penggunanya tampak lebih muda. Namun, efektivitas suntik filler tergantung pada kualitas filler yang digunakan, area wajah yang ditangani, dan reaksi tubuh seseorang terhadap filler tersebut.

Prosedur

Bila melakukan suntik filler biasanya berlangsung selama 60 menit. Pertama-tama, kulit akan disuntik dengan obat bius lokal. Selanjutnya, dokter menyuntikkan filler ke bawah permukaan kulit atau pada area tubuh yang perlu ditangani. Beberapa suntik filler perlu diberikan beberapa kali secara terpisah.

Risiko pada tubuh

Semua prosedur medis umumnya memiliki risiko, begitu pula dengan suntik filler. Berikut ini adalah beberapa efek samping suntik filler terhadap tubuh:

- Nyeri, bengkak, dan kemerahan di area suntikan

- Reaksi alergi, tergantung bahan filler yang digunakan

- Memar atau perdarahan

- Muncul benjolan kecil di bawah permukaan kulit dan biasanya bersifat permanen.

- Efek Tyndall, yaitu perubahan warna kulit menjadi kebiruan.

Suntik filler yang tidak dilakukan dengan tepat atau menggunakan alat yang tidak steril bisa menyebabkan infeksi atau sumbatan pada pembuluh darah. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kebutaan dan kematian jaringan kulit yang menimbulkan kerusakan permanen pada kulit. (dgs)

Baca Juga:

Perempuan Sebaiknya Tidak Merokok, Dampaknya Berat

#Kesehatan #Kecantikan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan