Suku Bunga BI 3,75 persen, Bank Diminta Turunkan Bunga Kredit Bank Indonesia. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Perbankan diminta menurunkan tingkat bunga kredit setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,75 persen. Penurunan suku bunga kredit di perbankan belum signifikan bahkan belum mencapai satu persen

“Kami juga terus dengan tidak segan-segan mengharapkan perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong pemulihan ekonomi,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (20/11).

Ia memaparkan, suku bunga kredit dipengaruhi oleh tiga faktor yakni suku bunga dana atau cost of fund, biaya administrasi dan premi risiko. Jika dihitung sejak Juli 2019, bank sentral sudah menurunkan 225 basis poin suku bunga acuan.

Baca Juga:

Penerimaan Pajak Melempem

Enggannya perbankan menurunkan bunga kredit, karena bank masih memiliki persepsi risiko kredit yang dikucurkan di tengah menurunnya aktivitas ekonomi.

“Risiko kredit itu meningkat dan sejumlah bank meningkatkan kebutuhan untuk pencadangan terhadap risiko kredit. Ini barang kali faktor penyebab kenapa suku bunga kredit belum turun,” imbuh Perry.

Gubernur Bank Indonesia Ferry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Antara).

BI yakin perbaikan ekonomi akan terus berlanjut yang sudah ditunjukkan kondisi korporasi besar terutama yang melakukan ekspor itu juga sudah membaik.

Membaiknya kinerja korporasi tercermin dari peningkatan indikator penjualan dan kemampuan bayar mayoritas dunia usaha pada triwulan III-2020 dan akan terus berlanjut karena perbaikan ekonomi dalam negeri dan global.

“Sudah saatnya ini penyaluran kredit itu terus didorong, sudah saatnya kita membangun optimism, sudah saatnya kita meningkatkan ekonomi,” katanya.

Baca Juga:

Tok! UMK di Wilayah Yogyakarta Naik 3,24 Persen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos
Indonesia
KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos

Belum diketahui secara pasti materi yang bakal didalami penyidik saat memeriksa Yandri

BMKG Prediksi Perairan Indonesia Bakal Dihantam Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter
Indonesia
BMKG Prediksi Perairan Indonesia Bakal Dihantam Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter

Kondisi itu mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan

INTI Fasilitasi KADIN Jateng Sasar Pasar Ekspor ke Tiongkok
Indonesia
INTI Fasilitasi KADIN Jateng Sasar Pasar Ekspor ke Tiongkok

Pergaulan yang luas para pengurus Perhimpunan INTI bisa untuk menarik investor mancanegara

PAN Desak Pimpinan DPR Cabut RUU HIP dari Prolegnas
Indonesia
PAN Desak Pimpinan DPR Cabut RUU HIP dari Prolegnas

Tidak masuknya TAP MPRS tersebut dinilai sebagai sesuatu yang sangat sensitif

5 Ribu Kendaraan Diputarbalik Saat Masuk dan Keluar dari Jawa Barat
Indonesia
5 Ribu Kendaraan Diputarbalik Saat Masuk dan Keluar dari Jawa Barat

Sudah ada yang memerintah, enggak usah keluar.Enggak usah mudik

Pemerintah Bangun Strategi Ekonomi Digital
Indonesia
Pemerintah Bangun Strategi Ekonomi Digital

Strategi nasional ekonomi digital ini disusun dalam rangka mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif

PKS: Perda COVID-19 Beri Jaminan bagi Warga yang Isolasi Mandiri
Indonesia
PKS: Perda COVID-19 Beri Jaminan bagi Warga yang Isolasi Mandiri

Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan COVID-19 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Pemprov DKI Tutup 34 Perkantoran karena Karyawan Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Tutup 34 Perkantoran karena Karyawan Terinfeksi COVID-19

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta telah melakukan penutupan sebanyak 34 perkantoran terkait kasus virus corona.

Mendagri Klaim Tingkat Kepatuhan Prokes di Pilkada Tinggi
Indonesia
Mendagri Klaim Tingkat Kepatuhan Prokes di Pilkada Tinggi

Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) di Pilkada Serentak 2020 tinggi.

Lika-Liku Vaksin Nusantara Karya Mantan Menkes Terawan
Indonesia
Lika-Liku Vaksin Nusantara Karya Mantan Menkes Terawan

Alasan Terawan ciptakan vaksin itu karena dirinya pernah mengembangkan sel dendritik sejak di RSPAD Gatot Subroto pada 2015. Vaksin Nusantara ini di teliti menggunakan sel dendritik