Sukses Hadapi Enam Fase Krusial Ini, Kunci Pernikahanmu Langgeng Fase penting yang harus dilalui untuk hubungan langgeng sampai tua. (Sumber: Whykol)

PERNIKAHAN yang langgeng tak akan terjadi begitu saja. Rasa cinta saja tak akan cukup membangun pernikahan yang sehat. Persoalan dalam hubungan pasti datang silih berganti membuat pilihan menyerah terasa lebih mudah dilakukan.

Namun, jika kamu bisa melewati setiap tantangan yang ada, hubungan akan berlangsung menyenangkan. Memang, ada beberapa fase yang harus kamu dan pasangan lewati untuk sampai ke pernikahan yang langgeng.

1. Kritik

Hubungan romantis
Pasangan kerap mengkritik.(Sumber: The Gottman Institute)

Melontarkan kritik sangat mudah, tetapi tak semua orang mau menerima kritik. Kritik bisa menjadi masalah besar dalam hubungan. Dalam buku berjudul The Four Horsemen of the Apocalypse, John Gottman menuliskan, 'ketika kamu mengkritik pasangan, kamu coba mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan mereka'. "Menggunakan kata-kata seperti 'kamu selalu' atau 'kamu tidak pernah' tidak akan mengarah pada hasil yang positif. Amat mungkin pasanganmu akan mulai membela diri," tuturnya.

Alternatif yang bisa kamu lakukan ialah menyampaikan secara langsung serta diplomatis. Jangan membuat serangan ke kepribadian mereka.

2. Perlawanan dan Tembok Penghalang

selingkuh
Pria kerap membangun tembok penghalang (Sumber: Healthy Place)

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami momen saat pasangan mulai membangun tembok dan tidak ingin berbicara atau menyelesaikan masalah. Sepertinya mereka tidak peduli sama sekali dan hanya mengabaikan kita.

Gottman mengatakan 80% pria seperti itu. Mereka bertindak seolah-olah tidak peduli, padahal sebenarnya benar-benar peduli. "Penting untuk mempelajari cara mengidentifikasi tanda-tanda ketika pasangan secara emosional kewalahan. Jangan menekannya lebih keras," sarannya.

Jika ada masalah yang perlu dibahas, pilihlah waktu yang tepat ketika kamu sudah lebih tenang.

3. Ketertarikan pada orang lain

selingkuh
Perempuan tertarik dengan orang lain saat punya pasangan.(Sumber: Verify Mag)

Meskipun sulit dipahami, sebanyak 70% wanita yang sedang menjalani hubungan mengakui bahwa mereka diam-diam mengagumi orang lain. Daya tarik merupakan perasaan yang normal dan itu tidak berarti bahwa mereka akan berselingkuh.

Hal yang penting diingat ialah untuk tidak bertindak berdasarkan perasaan dan sepenuhnya sadar akan apa yang dilakukan. Jangan menutup diri dari pasangan hanya karena perasaanmu membuatmu bimbang. Mungkin ada banyak godaan dalam hidup, tetapi kepercayaan merupakan salah satu hal paling berharga dalam suatu hubungan.

BACA JUGA: Orang dengan Tujuh Karakter Ini Rawan Berselingkuh

4. Penghinaan


Hubungan asmara
Penghinaan oleh pasangan (Sumber: Crosswalk)

Penghinaan datang dari superioritas moral dan bisa berupa sarkasme, humor kasar, atau cibiran. Meskipun kerap diabaikan, bentuk penghinaan apa pun selalu merusak hubungan.

Kamu perlu belajar bagaimana mengekspresikan penghargaan dan rasa terima kasih. "Itu seperti cermin. Semakin positif kamu, semakin sedikit kamu mengekspresikan penghinaan," jelas Gottman. Pasangan harus melihat dan mendengar cintamu bukan hanya kekesalan.

5. Ledakan

Ledakan dalam rumah tangga
Ledakan dalam rumah tangga (Sumber: Center for Sharing Insight)

Bagi pasangan yang sudah menikah, ada berbagai permasalahan komplikasi dalam rumah tangga yang dapat menciptakan ledakan. Mulai dari anak, krisis keuangan, hingga anggota keluarga yang beracun. Semua hal itu bisa membuatmu gila. Kamu tidak ingin melakukan apa pun kecuali pergi. Tahap itu bisa terjadi kapan saja dalam hubungan.

Jangan pernah lupa bahwa tantangan adalah bagian dari hidup kita dan itu semua bersifat sementara. "Jika kamu dan pasangan dapat mengelola waktu paling sulit bersama, koneksi kalian akan tumbuh. Pernikahan bukan hanya tentang berbagi kebahagiaan dan kebahagiaan, melainkan juga tentang berbagi masalah," ujar Gottman.

6. Penerimaan dan pengampunan

Hubungan romantis
Penerimaan dan pengampunan (Sumber: Bustle)

Ini merupakan tahap saat kamu akhirnya memahami kenyataan bahwa kamu kita tidak akan pernah menyelesaikan masalah dengan cara seperti yang kamu lakukan sebelumnya. Harus ada cara yang lebih damai untuk hidup bersama. Setiap orang memiliki cara masing-masing; mulai dari berbicara dengan teman dekat dan keluarga, membaca buku self-help, atau berekreasi.

Saat kamu siap memaafkan pasangan atas kekeraskepalaan mereka, menerima yang baik hingga yang buruk, hubunganmu akan bergerak ke tingkat yang baru. Perkelahian terjadi lebih jarang dan kalian menemukan bahwa kalian tidak lagi emosional.

Pada fase ini, kamu belajar bagaimana menyelesaikan masalah dan tidak melarikan diri dari tantangan. Kamu dan pasangan akan berbagi sejarah. Timbul sebuah penghargaan atas usaha kalian berdua. Penghargaan sangat penting. Itu membuat kamu dan pasangan merasa amn dan nyaman satu sama lain.(avia)

BACA JUGA: Lima Pasangan Selebriti Korea Ini Miliki Kehidupan Rumah Tangga Bak Negeri Dongeng

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH