Sukses Jadikan Passion Sebagai Profesi, Daniel Mananta dan Gofar Hilman Ungkap Rahasia Ini Daniel Mananta, membagi inspirasinya pada Ideafest 2019. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

PASSION yang menjadi profesi. Fenomena tersebut membuat begitu banyak generasi milenial mengejar hal yang menjadi passionnya demi mendapatkan keuntungan. Mulai dari menjadi musisi, desainer, hingga YouTuber ditempuh oleh banyak orang.

Namun rupanya, ada banyak yang harus dilakukan agar hobi yang kita miliki menghasilkan dan penghasilan yang didapatkan berkelanjutan.

Baca Juga:

Diam-Diam Dian Sastrowardoyo Kagum Kpop

daniel
Yang dikerjakan harus memberikan dampak baik untuk masyarakat. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Penyiar dan pengusaha Gofar Hilman menuturkan hal pertama yang perlu dilakukan supaya bisnis berlandaskan hobi menguntungkan adalah selalu melakukan pekerjaan dengan hati. "Gue tidak pernah berorientasi pada uang. Yang penting gue suka banget sama apa yang dilakuin," ujarnya saat ditemui di acara IDEAFEST, Jakarta Convention Center, Minggu (6/10).

Menurut Gofar, ketika memakai hati setiap pekerjaan dan bisnis yang dilakukan akan berhasil. Hasilnya, Gofar berhasil membangun brand Lawless miliknya karena kecintaannya akan motor dan kuliner.

Senada dengan Gofar, presenter dan aktor, Daniel Mananta mengatakan bahwa pekerjaan yang hanya berorientasi pada uang takkan berjalan mulus.

Daniel mengatakan bahwa bisnis yang dilakukan harus lah memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. "Bagaimana caranya pekerjaan lo itu memberi impact untuk banyak orang. Jangan hanya memikirkan keuntungan pribadi," tuturnya ditemui di tempat yang sama dengan Gofar.

Baca Juga:

Kualitas Film Nasional Membaik, Rumah Produksi Asing Berlomba-Lomba Ingin Mendanai

gofar
Gofar Hilman, jangan bekerja hanya untuk uang semata. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

"Kita lihat, ada sebuah aplikasi yang sangat menguntungkan untuk konsumen dan tukang ojek di seluruh Indonesia. Impactnya terhadap kesejahteraan para tukang ojek membuat aplikasi itu menjadi besar sekali. Pikirkan apakah bisnis lo bisa berimpact pada orang banyak atau tidak. Kalau dampaknya hanya ke elo sendiri, yaitu mendapat keuntungan don't do the business, change your mindset," lanjutnya lagi.

Selain itu, Daniel juga menyarankan generasi milenial yang menggeluti hobi untuk tidak merelakan pekerjaan utamanya begitu saja. "Don't quit your day job. Your day job, kerjaan utama lo itu penting banget. Jangan sampai karena lo menemukan passion baru, misalnya jadi YouTuber akhirnya lo merasa mendapatkan duit dari sana sekali dua kali lalu lo keluar dari pekerjaan utama," demikian saran Daniel.

Apabila bayaran yang didapatkan dari YouTube dapat menyaingi pemasukan dari pekerjaan utama, Daniel menilai sah-sah saja jika seseorang ingin fokus di passion dan meninggalkan pekerjaan utama.

"At least, kalau lo ngelakuin passion dan ternyata passion lo gagal, finance your passion. Finance your way untuk meningkatkan passion tersebut," tukasnya. (avia)

Baca Juga:

Mira Lesmana Dahulukan Penonton Indonesia

Kredit : iftinavia


Paksi Suryo Raharjo