Sukmawati Kembali Dipolisikan LBH Street Lawyer mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri dalam kasus dugaan penodaan terhadap agama. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - LBH Street Lawyer mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri dalam kasus dugaan penodaan terhadap agama.

Anggota LBH Street Irfan Noviandana menyatakan bahwa dirinya yang mengatasnamakan pribadi merasa tersinggung karena Nabi Muhammad SAW dibandingkan kedudukan jasanya dengan Soekarno.

Baca Juga

Bandingkan Sukarno dan Nabi Muhammad, Sukmawati Didesak Minta Maaf

“Orang tua saya orang tua paling berjasa di hidup saya, (adalah) ibu.Tapi pantas nggak, siapa yang lebih berjasa antara ibu saya atau Nabi,” ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakart Selatan, Senin (18/11).

Untuk kelengkapan berkas, Irfan menyampaikan bahwa pihaknya membawa beberapa barang bukti, seperti VCD rekaman video pernyataan Sukmawati dan link berita yang membahas tentang tudingan tersebut.

“Itu ada video sama soft copy dan link-link berita,” tuturnya.

Baginya, Soekarno adalah sosok pemimpin yang memiliki jasa besar, namun begitu ia juga tak pantas jika dibandingkan dengan Nabi Muhammad.

Sukmawati Soekarnoputri

“Banyak orang-orang kalau kita tanya di Indonesia di kehidupan kita orang paling berjasa tapi nggak layak kalau dibandingkan dengan lebih berjasa mana sama Nabi. Karena Nabi jasanya sepanjang massa dari sejak turunya wahyu kepada Allah sampai akhir jaman.” lanjut Irfan.

Baca Juga

PBNU Ingatkan Sukmawati Hati-Hati Dalam Mengeluarkan Pernyataan

Kemudian, Irfan menyebutkan bahwa dirinya mengetahui statemen Sukmawati itu dari media online dan Youtube.

“Di media. Yang pertama sebelum viralnya video itu pemberitaan ada judul headline Sukmawati membandingkan jasa nabi Muhammad dengan Soekarno. Dari situ dilihat di Youtube potongan videonya sampe kita temuin video full-nya sekitar 30 menit,” imbuh Irfan.

Dari keterangan Irfan, apa yang disampaikan Sukmawati selama 30 menit di dalam videonya yang diklaimnya itu, seolah putri Proklamator tersebut ingin menghubungkan antara Radikalisme dengan Islam.

“Kita simak semuanya memang pernyataannya banyak sekali bukan hanya tentang Nabi, juga bandingkan Al Quran dengan Pancasila dan sebaginya yang memang kalau arahnya beliau mau giring radikalisme segala macam yang sebabkan kekerasan sumbernya dari Islam,” tutur Irfan.

Maka dari itu, ia menyatakan jika pihaknya akan terus melanjutkan proses hukum tersebut sampai tuntas. Apalagi kata Irfan, tingkah Sukmawati ini sudah yang kedua kalinya.

Baca Juga

Pengacara Sebut Video Sukmawati Dipelintir dan Dipotong

“Sebenarnya dari yang pertama juga walaupun beliau minta maaf kita nggak pernah mundur ya sampai kasusnya di SP3, kita coba banding lagi, pra pradilan. Kalau sekarang dia minta maaf kita tetap lanjut terus supaya kasus ini nggak diulang,” jelas dia. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH