Detik-Detik Proklamasi RI
Sukarno-Hatta Sempat Dikira Diculik Angkatan Darat Jepang Pasukan Jepang. (Foto: The Global Review)

DESAS-desus Sukarno-Hatta diculik Angkatan Darat Jepang sampai di telinga Soebardjo.

Sebelum melakukan pencarian Sukarno dan Hatta, Soebardjo terlebih dahulu meminta dukungan pembesar-pembesar Angkatan Laut Jepang.

Baca juga: Kisah Pasukan PETA Pengerek Sangsaka Merah Putih Saat Proklamasi

Ia berdalih, jika seandainya kedua tokoh itu jatuh di tangan Angkatan Darat Jepang, satu-satunya jalan untuk membebaskan Sukarno-Hatta hanya dengan campur tangan Angkatan Laut Jepang.

"Satu-satunya sanggup menolong cuma Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Itu sudah berkali-kali dibuktikan Laksamana Muda Maeda di masa lalu," kata Soebardjo dikutip Kesadaran Nasional.

Soebardjo meminta Soediro menghubungi Markas Besar Angkatan Laut disambungkan kepada Shigetada Nishizima.

Sukarno
Sukarno berapi-api saat berpidato di hadapan rakyat Indonesia. (Foto: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)

"Saya harus memberitahukan pada Tuan, Tuan Sukarno dan Hatta telah hilang. Mereka mungkin ditahan pihak Angkatan Darat. Apakah kiranya Tuan dapat menggerakkan penguasa-penguasa Angkatan Laut untuk campur tangan dalam masalah ini?" tanya Soebardjo.

Ia juga merasa perlu memberi tahu secara pribadi kepada Maeda.

"Mengapa Tuan datang sendiri saja dan tidak dengan Tuan Sukarno dan Hatta? Saya telah berjanji kepada tuan-tuan sekalian kemarin untuk menyampaikan berita resmi tentang penyerahan kami," kata Maeda.

Baca juga: Perjuangan Penyiar Radio Mengabarkan Proklamasi, Nyaris Mati Ditebas Samurai

"Kami justru datang untuk memberitahukan kepada Tuan tentang hilangnya mereka dari kota. Saya benar-benar tidak mengetahui ke mana mereka telah pergi, dan saya sedang menyelidiki tentang soal ini," jawab Soebardjo.

Maeda terperanjat mendengar jawaban Soebardjo. Ia pun bergeming untuk beberapa saat, namun berjanji bakal mengumpulkan kekuatan dan mencari Sukarno dan Hatta dengan segala daya upaya. Soebardjo langsung pamit dan berusaha menemukan Dwi Tinggal. (*)

Baca juga: Nasi Goreng Buatan Perempuan Jepang, Menu Sahur Saat Merancang Teks Proklamasi

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Beda Blangkon Yogyakarta dan Solo di Negeri Aing
Tradisi
Beda Blangkon Yogyakarta dan Solo di Negeri Aing

Ada beberapa jenis blangkon di daerah Jawa.

Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip
Travel
Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip

Jangan lupa ajak si kecil kalau ke Farm House Lembang.

Bebek Pedas dari Kota Pahlawan
Kuliner
Bebek Pedas dari Kota Pahlawan

Bebek goreng Surabaya juga sohor seantero Tanah Air.

Pertunjukan Wayang Daring Diganjar Rekor MURI
Tradisi
Pertunjukan Wayang Daring Diganjar Rekor MURI

Gelar pertunjukan wayang secara daring selama 7 hari 7 malam, warga Mojokerto raih rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Menafsir Lokasi Kerajaan Pakuan-Pajajaran
Tradisi
Menafsir Lokasi Kerajaan Pakuan-Pajajaran

Para ahli terus manafsir lokasi Pakuan-Pajajaran

Agenda Event Tradisi di Yogyakarta Bulan Maret 2021
Travel
Agenda Event Tradisi di Yogyakarta Bulan Maret 2021

Dalam waktu dekat akan ada rangkaian acara budaya dan tradisi di Kraton Yogyakarta mulai tanggal 10 hingga 12 Maret 2021.

Manis, Gurih, Legit, Awali Buka Puasa dengan Serabi Khas Nusantara
Kuliner
Manis, Gurih, Legit, Awali Buka Puasa dengan Serabi Khas Nusantara

Serabi memiliki banyak jenis di beberapa wilayah Indonesia.

Foto: Tanjung Binga, Surga Ikan Asin Ada di Sana
Tradisi
Foto: Tanjung Binga, Surga Ikan Asin Ada di Sana

Tampak Udara kapal bagan yang digunakan nelayan Desa Tanjung Binga untuk melaut pada 27 Juli 2020.

Wisata Taman Bunga Nusantara, Cianjur, Jawa Barat Dibuka Kembali
Travel
Wisata Taman Bunga Nusantara, Cianjur, Jawa Barat Dibuka Kembali

Setelah perbup selesai taman bunga ini akan segera dibuka kembali pada minggu ini (5/6).

Sei Sapi Khas NTT, Bukan Daging Asap Biasa
Kuliner
Sei Sapi Khas NTT, Bukan Daging Asap Biasa

Sajian khas NTT yang tengah naik daun.