Suka Ngopi? Wajib Punya Ceramic Coffee Dripper Ini Coffee dripper keramik. (Foto: Foto: MerahPutih/Raden Yusuf Nayamenggala)

PARA pecinta kopi manual brewing pastinya sudah tak asing lagi dengan keberadaan alat seduh kopi atau yang biasa disebut coffee dripper.

Coffee dripper memiliki fungsi sebagai penyaring ketika kopi ditampung sebelum diseduh dengan air panas. Peranti ini akan menghasilkan cita rasa kopi yang sangat nikmat.

Lazimnya, orang menggunakan coffee dripper dengan bahan dasar plastik maupun kaca. Namun, coffe dripper yang satu ini amat unik karena berbahan dasar tanah liat.

Coffee dripper yang terbuat dari tanah liat ini terlihat di salah satu tenant pada ajang Jakarta Coffee Week 2017. Sajiva Ceramic membuat seluruh produk coffee dripper mereka dengan tangan sendiri atau handmade.

Pembuatan coffee dripper keramik.

Ide awal pembuatan coffee dripper ceramic bermula dari ide cemerlang Vera, pemilik Sajiva Ceramic, seusai melihat desain coffee dripper berbahan plastik yang banyak beredar di pasaran.

“Awalnya kami punya coffee shop, lalu kami pikir kami punya manual brew dan ceramic, kenapa enggak bikin? Karena kan sebelumnya bosan dengan tampilan peranti plastik yang enggak warna warni. Jadi kami buat dari bahan keramik,” ucap Vera saat ditemui merahputih.com di Jakarta Coffee Week 2017, Jumat (8/9).

Tekstur coffee dripper keramik sudah pasti berbeda dengan coffee dripper plastik. Dengan bahan keramik, peranti itu tentunya akan terlihat lebih kokoh, tapi mudah pecah. Meskipun demikian, rasa kopi yang dihasilkan coffee dripper keramik, menurut Vera, tak jauh berbeda dengan hasil peranti berbahan plastik. Selain itu, meski peranti ini berbahan dasar tanah liat, Vera mendesain sedemikian rupa agar coffee dripper tersebut bisa menahan panas lebih lama dan nyaman untuk membuat kopi.

Warna-warni cantik coffee dripper keramik produksi Sajiva Ceramic ternyata menggunakan bahan-bahan food grade. Jadi aman digunakan untuk makan dan minum. Karena tampilannya yang unik itu, coffee dripper keramik ini banyak mendapat tawaran eskpor. Salah satunya ke Dubai dan Melbourne, Australia.

Satu buah coffee dripper keramik dibuat dalam 2 hingga 4 bulan lamanya. Tidak mengherankan jika harga yang dibanderol pun mulai dari Rp580 ribu untuk satu set, dan tak dijual secara terpisah.

Nah bagaimana? Apakah anda tertarik untuk membeli? (ryn)

Baca juga Sengit, Pertarungan Barista Di "Indonesia Aeropress Championship 2017" Hari Pertama



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH