Merawat Ingat
Suharto Menggantikan Sukarno sebagai Presiden Indonesia Suharto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. (Foto: Departemen Informasi Republik Indonesia)

26 MARET 1968 menjadi salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia. 54 tahun lalu, Suharto resmi menggantikan Sukarno sebagai presiden Republik Indonesia. Pergantian kepemimpinan ini terjadi setelah peristiwa Gerakan satu Oktober (Gestok) pada 1965, disusul keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar di tahun berikutnya.

Supersemar berisi instruksi untuk mengatasi situasi dan kondisi Indonesia yang tidak stabil dengan mengambil segala tindakan yang dianggap perlu. Surat perintah tersebut diberikan oleh Sukarno kepada Suharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Keamaan dan Ketertiban atau Pangkopkamtib. Hal tersebut lalu menjadi pintu bagi Suharto meraih kepemimpinan Indonesia.

Baca juga:

Situasi Genting KAMI Serukan Tritura

Suharto Menggantikan Sukarno sebagai Presiden Indonesia
Jenderal Suharto di hadapan Presiden Sukarno. (Foto: koleksi Roso Daras)

Supersemar begitu kuat, mengikat semua orang secara hukum, bahkan Sukarno tidak bisa membatalkan instruksi dari surat tersebut. Suharto kemudian semakin di atas angin setelah MPRS memeberinya kewenangan sebagai pengemban Supersemar dan membentuk kabinet sendiri pada 5 Juli 1966. Dualisme di puncak kekuasaan antara Sukarno dan Suharto pun tidak terhindarkan.

Hingga pada 7 Februari 1967, Sukarno mengirim surat kepada Suharto yang berisi, “Presiden Republik Indonesia/Mandataris MPRS/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan mengarahkan Suharto untuk melaporkan pada Presiden tentang pelaksanaan pemindahan kekuasaan ini apabila dipandang perlu.”

Lalu Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR melakukan pertemuan dengan MPRS untuk mengajukan sidang terkait pemberhentian Presiden Sukarno pada 9 Februari 1967. Sukarno akhirnya menyerahkan kekuasaan eksekutifnya kepada pengemban Supersemar, Suharto pada 22 Februari 1967. Tak lama setelah itu, MPRS mencabut kekuasaan Presiden Sukarno dan menetapkan Suharto sebagai penggantinya.

Pada sidang MPRS 7 Maret 1967 Suharto resmi menjadi pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh hasil pemilihan umum. Hingga pada 26 Maret 1968, Suharto dilantik menjadi presiden Republik Indonesia dalam sidang V MPRS. (dim)

Baca juga:

Berpulangnya Bapak Pembangunan Nasional, Haji Muhammad Suharto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kritik Elon Musk, Karyawan SpaceX Dipecat
Fun
Kritik Elon Musk, Karyawan SpaceX Dipecat

Sebanyak lima karyawan SpaceX dipecat.

Dekoruma Hadirkan Lebih dari 20 Experience Center di Seluruh Indonesia
Fun
Dekoruma Hadirkan Lebih dari 20 Experience Center di Seluruh Indonesia

Dekoruma hadirkan berbagai promo bergaya Japandi.

Cara Menghindari Blind Spot Bagi Pengendara Sepeda Motor
Hiburan & Gaya Hidup
Cara Menghindari Blind Spot Bagi Pengendara Sepeda Motor

Ada tips menghindari blind spot bagi pengendara sepeda motor. Penggunaan spion sangat penting dilakukan.

Makanan Pahit untuk Kesehatan dan Rekomendasinya
Fun
Makanan Pahit untuk Kesehatan dan Rekomendasinya

Makanan pahit mengandung banyak nutrisi dan vitamin, loh.

4 Minuman Pelancar BAB Selain Jus
Fun
4 Minuman Pelancar BAB Selain Jus

Tak hanya jus yang bisa membantu memperlancar BAB.

Penulis Skenario Ungkap Sejumlah Fakta Menarik Tentang 'GRID'
ShowBiz
Penulis Skenario Ungkap Sejumlah Fakta Menarik Tentang 'GRID'

Detil menarik tentang drama Korea GRID

Taylor Swift Raih Video of the Year, ini Pemenang MTV VMA 2022
ShowBiz
Taylor Swift Raih Video of the Year, ini Pemenang MTV VMA 2022

MTV VMA 2022 digelar di Prudential Center, New Jersey, AS.

Naura Sampaikan Rasa Sendu lewat Single 'Menikmati Sedih'
ShowBiz
Naura Sampaikan Rasa Sendu lewat Single 'Menikmati Sedih'

Single 'Menikmati Sedih' merupakan kisah personal dari Naura Ayu

Kencangkan Baut dengan Sempurna saat Memasang Ban Serep Mobil
Fun
Kencangkan Baut dengan Sempurna saat Memasang Ban Serep Mobil

Ada tata cara dalam mengencangkan baut ban.

Insiden Monas FPI VS AKKBB, Merembet Kemana-mana
Fun
Insiden Monas FPI VS AKKBB, Merembet Kemana-mana

Bentrok di tengah peringatan Hari Pancasila.