Sudirman Said Prihatin Prabowo Dilarang Salat Jumat di Masjid Agung Semarang Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Partai Gerindra

MerahPutih.com - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengaku prihatin dengan adanya larangan tehadap Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang akan melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid di kota Semarang.

Hari ini Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail membuat press rilis yang meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang Prabowo salat Jumat di Masjid Kauman, Semarang. Hanief menilai salat itu mempunyai tujuan politis.

Sandiaga Uno dan Sudirman Said
Sandiaga Uno dan Sudirman Said saat berbicara kepada awak media di KPK (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

“Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang salat dilarang-larang waktu kecil tahun 60an. Ada kelompok yang melarang mushalanya dipakai karena beda aliran. Ada kelompok yang menghalangi rombongan mau salat ied di lapangan,” ujar Sudirman, Kamis (14/2).

Menurutnya, saat ini sudah era terbuka, antar umat saling toleran. Era demokrasi. “Beda pilihan ya biasa saja. Kok sampai ada pelarangan seorang calon presiden masuk ke masjid,” tambahnya.

Sebagai orang yang pernah berlaga pada pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, Sudirman meyakini itu bukan sikap warga Semarang, bukan pula sikap ummat Islam Semarang. Pun bukan sikap kolektif takmir Masjid Kauman.

“Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang,” ungkapnya.

Pada waktu pemilihan gubernur, Sudirman penah dua kali salat Jumat di masjid Kauman. “Saya mau duduk di barisan tengah karena masuk terlambat, oleh pengurusnya malah dibawa ke mihrab, duduk sebelahan dengan Imam," imbuhnya.

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto

Selesai salat, lanjut Sudirman, dirinya diajak makan siang oleh seluruh takmir. Menurutnya, sambutan warga juga luar biasa. Karena itu, dia menyayangkan sampai terjadi larangan salat Jumat terhadap Prabowo.

“Saya kok menduga ini justru ada pihak lain yang mempolitisasi salat Jumatnya Pak Prabowo,” tegasnya. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama