Merawat Ingat
Sudirman Kalah dari Tuberkulosis, Panglima Besar Tidak Pernah Kalah! Dua Jenderal Besar, Sudirman dan Suharto. (Foto: infobiografi)

JENDERAL Sudirman wafat karena penyakit tuberkulosis parah yang dideritanya, tepat 72 tahun lalu, tanggal 29 Januari 1950. Namun, dia tidak pernah mau kalah dengan penyakitnya itu. Bahkan sepanjang perang gerilya Jenderal Sudirman masih memimpin pasukannya melawan Belanda dari tandunya. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Jenderal Sudirman pernah berkata pada Suharto, "Yang sakit Sudirman, Panglima Besar tidak pernah sakit."

Baca Juga:

Kejadian Unik Penyelenggaran Festival Film Indonesia Masa Silam

Saat HUT 50 Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 1997, atau sekarang disebut Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sudirman dianugerahi gelar Jenderal Besar Anumerta bintang lima. Hanya ada tiga orang yang mendapatkan pangkat Jenderal Besar, dua lainnya Suharto dan A. H. Nasution. Lahir 24 Januari 1916 di Purbalingga Jawa Tengah, Sudirman mengawali karier militer dari ketua Dewan Keresidenan bentukan Jepang pada 1944. Pasca-Proklamasi, tepatnya 12 November 1945, sosok yang karib disapa Pak Dirman itu, diangkat menjadi Jenderal Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Lalu, Presiden Sukarno melantiknya sebagai Panglima TNI pertama di Yogyakarta pada 27 Juni 1947.

jenderal sudirman
Prosesi pemakaman Jenderal Sudirman. (Foto: Riau Online)

Namanya diabadikan sebagai jalan protokol di Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman membentang sepanjang empat kilometer. Jalan ini melintasi tujuh kelurahan; Setiabudi (Jakarta Selatan), Karet (Jakarta Selatan), Karet Tengsin (Jakarta Pusat), Karet Semanggi (Jakarta Selatan), Bendungan Hilir (Jakarta Pusat), Senayan (Jakarta Selatan), dan Gelora (Jakarta Pusat). Pada film Naga Bonar jadi 2, ada adegan Naga Bonar berdiri di depan patung Jenderal Sudirman meminta agar menurunkan tangannya karena menganggap tak pantas seorang jenderal besar melakukan gerakan hormat kepada orang-orang yang berlalulalang. "Turunkan tanganmu jenderal!" teriak Naga Bonar berulang-ulang sedih sampai serak. Ingatan yang terawat di benak penonton film itu sejak rilis 2007 silam hingga kini. (Rey)

Baca Juga:

Siapa Usmar Ismail, Pahlawan Nasional Berlatar Perfilman?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kolaborasi Richard Mille dan Ferrari Ciptakan Jam Tangan Tertipis di Dunia
Fashion
Seniman Inggris Ubah Karavan Jadi Bioskop Kecil
Fun
Seniman Inggris Ubah Karavan Jadi Bioskop Kecil

Bioskop karavan Moving Images akan memulai debutnya di Festival Film Alkimia Hawick pada 28 April 2022.

Elon Musk: Penjualan Cybertruck Dimulai 2023
Hiburan & Gaya Hidup
Elon Musk: Penjualan Cybertruck Dimulai 2023

Tesla Cybertruck akan diproduksi di Giga Factory.

Begini Caranya Traveling ke Singapura Tanpa Harus Karantina
Fun
Begini Caranya Traveling ke Singapura Tanpa Harus Karantina

Singapura juga akan menghapus kewajiban memakai masker di tempat terbuka.

Tips Liburan Nyaman dan Hemat Ala Tya Ariestya
ShowBiz
Tips Liburan Nyaman dan Hemat Ala Tya Ariestya

Liburan menjadi agenda wajib Tya Ariestya.

POV hingga Anak Sultan, Istilah Gaul Para Konten Kreator
Fun
POV hingga Anak Sultan, Istilah Gaul Para Konten Kreator

Para konten kreator menggunakan bahasa gaul untuk menarik perhatian.

Studi Multinasional Beri Jawaban Mengapa Orang Meragukan Vaksin
Fun
Studi Multinasional Beri Jawaban Mengapa Orang Meragukan Vaksin

Masih banyak orang ragu-ragu untuk mendapatkan vaksin.

Waspada Lima Penyakit Penyerta di Musim Hujan
Fun
Waspada Lima Penyakit Penyerta di Musim Hujan

Musim hujan, persenjatai diri dengan imun kuat.

Jenama Kecantikan Tegaskan Komitmen Mendukung Perempuan dalam Industri Sinema
Fun
Jenama Kecantikan Tegaskan Komitmen Mendukung Perempuan dalam Industri Sinema

Perempuan juga bisa berkarier dalam bidang sinema.