Sudah Saatnya Perempuan Mengenal Teknologi Bahkan perempuan juga harus bisa menjadi teknisi (Foto: Pexels/Moose Photos)

BIDANG teknologi lebih identik dengan urusan pria. Bahkan kalau mengengok jurusan teknologi informasi di kampus-kampus negeri atau swasta, mayoritas muridnya ialah pria. Hal ini memang membuktikan bahwa dari sisi perempuan sendiri, teknologi belum menjadi bidang atau latar belakang pendidikan yang diminati.

Namun, di era digital ini sudah saatnya perempuan mengenal teknologi. Bidang ini harus dipelajari secara mendalam. Bahkan harus dijadikan sebuah profesi.

Shinta Widjaja Kamdani, CEO dan pendiri Angel Investment Network Indonesia (Angin) mengatakan tidak ada lagi yang namanya pelabelan bahwa teknologi hanyalah bidang yang bisa dikuasai pria.

"Sekarang perempuan udah mulai kenal teknologi," ujarnya kepada merahputih.com di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Menurut Shinta, seluruh ilmu yang ada di bidang teknologi informasi atau IT harus dikuasai perempuanperem tidak hanya menjadi 'penonton' di era digital. Termasuk pelajaran-pelajaran coding yang rumit. Semuanya bisa dipelajari jika memang di arahkan dengan fokus dan ada kemauan.

Shinta Widjaja Kamdani mengatakan wanita harus kenal teknologi (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan penguasaan teknologi yang harus dimiliki perempuan termasuk menjadi teknisi.

"Science enginering juga bisa perempuan," tambahnya. Dengan demikian, harus ada sosialisasi lebih lanjut supaya perempuan bisa lebih percaya diri untuk berkecimpung di bidang teknologi.

Masalahnya, peminat perempuan di bidang teknologi seperti IT terbilang masih sangat kurang. Seperti contohnya saat di jenjang perkuliahan. Kebanyakan perempuan masih memilih jurusan di luar IT seperti Psikologi, Komunikasi, hingga Sastra.

Padahal, potensi pria dan perempuan di bidang teknologi setara. Hanya saja memang membutuhkan keinginan dari diri sendiri dan dorongan orang lain.

"Ya kalau bisa didorong banyak perempuan yang bagus. Kita perlu awareness yang lebih tinggi bahwa perempuan oke loh IT nya," tambahnya.

Angin dan UBS luncurkan buku untuk menginspirasi wanita (Foto:MP/Ikhsan Digdo)

Sebenarnya akar dari permasalahan ini kembali lagi kepada pihak keluarga. Selama ini masih banyak orangtua yang melabeli dan membatasi anaknya dalam memilih bidang pendidikan.

Alhasil karena tidak ada dukungan orangtua, akhirnya akan sulit lahir penerus di bidang teknologi yang datang dari para wanita. "Orangtua juga mesti dukung ke anaknya. Jadi kita mesti mulai dari situ," ujarnya.

Oleh karena itu, Angin bekerjasama dengan UBS meluncurkan sebuah buku bertajuk Celebration of Indonesian Woman. Buku ini berisi kompilasi cerita inspiratif dari para pengusaha-pengusaha perempuan yangtelah menuai kesuksesan.

Melalui buku ini UBS dan Angin ingin menginspirasi para perempuan menjadi lebih percaya diri mengambil peran penting dalam dunia bisnis dan Ekonomi. "Kita enggak bisa lagi konotasi bahwa label ini atau itu untuk perempuan," tukasnya.

Para perempuan, ayo bangkit terus! (ikh)

Baca juga: Haruskah Wanita Menjadi Pemimpin?

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH