Sudah Dilarang, Seorang Anak Sempat Dikabarkan Hilang Saat CFD Warga saat nikmati kegiata di CFD (Foto: Kanugrahan)

MerahPutih.com - Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) 'memakan korban' saat pertama pelaksanaan ketika PSBB transisi. Pasalnya, ada saja anak yang hilang dari orang tuanya padahal pemerintah sudah melarang anak ikut CFD.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan, dari laporan sementara ada satu anak kecil yang hilang. Ia terlepas dari orangtuanya di Bundaran HI saat naik sepeda.

Sang ibu terlihat menangis histeris saat anaknya terpisah darinya saat kehilangan anaknya yang memakai pakaian warna pink.

"Aduh anak saya mana ini. Kok gak ada, tadi sempet bareng saya. Sempat saya gandeng tapi dia tiba-tiba gak ada," ujarnya yang masih histeris ini.

Dari informasi, anak tersebut sudah diantar pulang ke rumahnya oleh salah satu pengunjung CFD.

Baca Juga:

Kawasan Wisata Puncak Jadi Sasaran Test COVID-19

Guntur mengingatkan warga akan adanya larangan ibu hamil, anak-anak dan lansia untuk tidak ikut CFD. Melalui pengeras suara, petugas sering kali mengingatkan orang tua yang membawa anak di bawah usia sembilan tahun untuk meninggalkan area tersebut.

Bahkan, beberapa petugas menghampiri orang tua yang membawa anaknya untuk meninggalkan area tersebut.

Hukum nyampu jalan
Warga saat dihukum di CFD (Foto: Kanugrahan)

Ari (35), seorang ibu yang membawa anaknya CFD mengaku dihampiri petugas dan diimbau untuk meninggalkan area tersebut. Ia menyebut belum mengetahui peraturan mengenai batasan usia saat CFD.

Menurutnya, ia membawa anak saat CFD untuk menyenangkan sang buah hati. Terlebih setelah tidak keluar rumah selama pandemi virus Corona.

"Untuk anak-anak mah gapapa ya kan soalnya pengen olahraga juga. Jangan jadi pembatas lah," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Kawasan Wisata Puncak Jadi Sasaran Test COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: DPR Bongkar Dana Haram Anies dari Saham Miras
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: DPR Bongkar Dana Haram Anies dari Saham Miras

Ramai di masyarakat kalau DPR telah membongkar dana haram Gubernur Anies Baswedan dari saham minuman keras (miras).

Wamenkumham Nilai Edhy Prabowo dan Juliari Batubara Layak Dituntut Pidana Mati
Indonesia
Wamenkumham Nilai Edhy Prabowo dan Juliari Batubara Layak Dituntut Pidana Mati

"Bagi saya mereka layak dituntut Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang mana pemberatannya sampai pidana mati," kata Sharif Hiariej.

100 Dokter Wafat Akibat COVID-19 Bukti Pemerintah Lemah Tangani Corona
Indonesia
100 Dokter Wafat Akibat COVID-19 Bukti Pemerintah Lemah Tangani Corona

Menurutnya, bertambahnya angka kematian tenaga medis tersebut merupakan konsekuensi dari model penanganan COVID-19 oleh pemerintah yang lemah dalam memprioritaskan aspek kesehatan.

Ketua DPRD Akui Masih Banyak Perkantoran Tak Ikuti Aturan Pemerintah
Indonesia
Ketua DPRD Akui Masih Banyak Perkantoran Tak Ikuti Aturan Pemerintah

Regulasi itu penting diberlakukan mengingat kasus COVID-19 di Jakarta terus mengalami lonjakan.

Penggabungan Bank Syariah Perkuat Daya Saing
Indonesia
Penggabungan Bank Syariah Perkuat Daya Saing

Merger tiga bank syariah yang dinamakan Bank Syariah Indonesia (BSI) akan menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia bahkan global, dengan aset mencapai Rp214 triliun.

Para Vendor Bansos Ngaku Setor Uang ke Anak Buah Juliari
Indonesia
Para Vendor Bansos Ngaku Setor Uang ke Anak Buah Juliari

Jumlah fee yang disetor ke anak buah eks Mensos Juliari P Batubara itu mencapai ratusan juta rupiah.

Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (12/11): 115.174 Positif, 106.189 Orang Sembuh

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Kamis (12/11).

Masih Banyak PR, Pemprov DKI Diminta Tak Berpuas Diri Usai Terima ST Award 2021
Indonesia
Masih Banyak PR, Pemprov DKI Diminta Tak Berpuas Diri Usai Terima ST Award 2021

Jalur sepeda masih perlu dipastikan faktor keamanan dan kenyamanannya

Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri Napiter Jalin Jantho
Indonesia
Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri Napiter Jalin Jantho

ZA membeli airgun dari Muchsin Kamal secara daring