Sudah Delapan Kali Jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin Rayakan Natal di Depan Istana HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin natalan di Silang Monas Barat atau tepatnya di depan Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (25/12). (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Ratusan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin melaksanakan acara ibadah perayaan Natal di Silang Monas Barat atau tepatnya berada di depan Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (25/12).

Adapun tema Natal yang diusung bersama kali ini adalah "Hiduplah sebagai Sahabat Bagi Semua Orang".

Baca Juga:

Heboh! Kota Kecil ini Menyalakan Pohon Natal Terbesar Dunia

Juru Bicara Jemaat Ibadah Jayadi Damanik menuturkan bahwa ibadah Natal yang dilakukan pihaknya merupakan yang ke delapan kali. Awal dimulainya Natal di depan Istana Negara Jakarta pada tahun 2012 lalu.

"Ini ibadah Natal kedelapan di seberang Istana Merdeka Jakarta. Tema Natal tahun ini adalah 'Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang,'" ujar Damanik di Silang Monas Barat, Jakarta Pusat, Rabu (25/12)

Damanik mengungkapkan ibadah yang diselenggarakan di depan Istana Negara ini bukan sebuah bentuk protes. Melainkan sebuah bentuk usaha agar Presiden Jokowi melihat masih ada permasalahan dengan situasi yang dihadapi oleh jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin.

 HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin natalan di Silang Monas Barat atau tepatnya di depan Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (25/12). (Foto: MP/Asropih)
Juru Bicara Jemaat Ibadah Jayadi Damanik. (Foto: MP/Asropih)

Diketahui, HKBP Filadelfia Bekasi dan GKI Yasmin Bogor sejauh ini sedang berjuang guna mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara atas kebabasan beribadah dan mendirikan rumah ibadah.

Baca Juga:

Sambut Hari Natal, Aldy Maldini Rilis Single 'Damai Natal'

"Tolonglah diselesaikan tidak susah kok kalau Presiden Jokowi bisa merespons seperti ini tidak susah. Hanya sekarang kita harapkan ke depan pemerintah sekarang sungguh-sungguh tidak hanya dua gereja ini ya," papar dia.

Damanik menuturkan, kebebasan menjalankan ibadah bukan hanya untuk umat kristiani saja, tetapi juga masyarakat pemeluk agama muslim masih susah menggunakan masjid sendiri di beberapa daerah.

"Kami berharap Bapak Presiden yang terhornat ini adalah periode kedua, janganlah sisa ini jadi masalah yang tidak terselesaikan sampai di akhir periode mendatang. Ini yang kami harapkan," tutup Damanik. (Asp)

Baca Juga:

Ibadah Natal Ditolak, Keuskupan Agung Jakarta: Ambil Sisi Positifnya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH