Headline
  Sudah 700 Hari Kasus Novel Baswedan Belum Ada Titik Terang Kuasa Hukum Novel Baswedan Arif Maulana (kedua dari kiri) menyampaikan keterangan pers kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Pengusutan kasus teror yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum menemukan titik terang. Padahal, 700 hari sudah berlalu sejak peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017.

Kuasa Hukum Novel Baswedan Arif Maulana mengatakan sudah hampir 2 tahun, pihak kepolisian telah diberikan kepercayaan untuk mengungkap peristiwa keji itu. Namun, hingga saat ini belum ada hasil dari penyidikan yang dilakukan.

"Belum ada perkembangan berarti. Tidak ada hasil yang disampaikan kepada kita semua (sejak pembentukan tim gabungan Polri-KPK)," kata Arif dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3).

Polri dan KPK juga telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel 3 bulan lalu. Tim kuasa hukum telah berkirim surat kepada tim gabungan tersebut dengan menyampaikan beberapa poin.

Novel Baswedan di Gedung KPK
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Pertama, meminta tim gabungan untuk menyampaikan transparansi dan akuntabilitas proses kerja yang mereka lakukan. Kedua, melaporkan kepada KPK terkait dengan obstruction of justice atau menghalang-halangi penyidikan terkait kasus Novel Baswedan. Pihaknya meminta para pimpinan KPK menindaklanjutinya.

"Berkenaan situasi hari ini yang mana sudah 700 hari dan mendekati 2 tahun, tidak ada perkembangan berarti. Kasus Novel Baswedan masih gelap," tegas Direktur LBH Jakarta ini.

Semantara itu, Saleh Al Ghifari perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyebutkan jika aksi teror terhadap Novel Baswedan adalah percobaan pembunuhan yang termasuk pelanggaran HAM mengingat Novel adalah seorang penyidik guna mengungkap suatu kasus korupsi.

Menurut dia, pengusutan kasus Novel tidak mendapatkan penyelesaian hukum yang adil dan benar sebagaimana Pasal 1 Angka 6 UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

"Novel Baswedan dalam hal ini kembali menjadi korban karena penundaan berlarut (undue delay) pengungkapan kasus yang sangat lama dari kepolisian," ujar Saleh.

Saleh melanjutkan bahwa aksi penyiraman air keras itu bukan teror yang pertama kali dialami Novel. Tercatat, sudah 5 kali Novel mengalami teror baik ditabrak hingga ancaman bom.

Tak hanya itu, pegawai KPK lainnya pernah mengalami hal serupa mulai dari penculikan sampai pembunuhan. Bahkan, Transparency International Indonesia mencatat terdapat 100 kasus ancaman teror bagi pelapor, saksi dan korban dalam kasus korupsi dari tahun 2004.

"Kasus-kasus yang berbuntut pada undue delay atau penundaan berlarut dari pihak kepolisian dinilai sebagai bentuk ketidakprofesionalan pihak kepolisian. Padahal, penyidikan suatu perkara di kepolisian memiliki batas waktu yaitu 120 hari sesuai Pasal 31 Ayat (2) Peraturan Kepala Polri (Perkap) Nomor 12 Tahun 2009," pungkasnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: BPN Klaim Data Google Trends Beri Sinyal Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Ma'ruf

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPRD DKI Bantah Ada Kenaikan Gaji Rp888 Miliar Tahun 2021
Indonesia
DPRD DKI Bantah Ada Kenaikan Gaji Rp888 Miliar Tahun 2021

"Angka Rp888 miliar untuk keseluruhan kegiatan. ini bukan gaji dewan," tegas M. Taufik

Virus Corona Renggut 1.770 Jiwa di Tiongkok
Dunia
Virus Corona Renggut 1.770 Jiwa di Tiongkok

Tercatat 2.048 kasus terinfeksi baru di seluruh daratan Tiongkok yang dilaporkan pada Minggu.

 Presiden Jokowi Salat Id di Wisma Bayurini, Kompleks Istana Bogor
Indonesia
Presiden Jokowi Salat Id di Wisma Bayurini, Kompleks Istana Bogor

Salat Idulfitri berjemaah yang dipimpin Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor, Muhammadun digelar pada pukul 06.32 WIB.

Polisi Dalami Pengakuan Kekasih Yodi Prabowo
Indonesia
Polisi Dalami Pengakuan Kekasih Yodi Prabowo

"Kita dalami semuanya. Tapi, belum bisa dipastikan, kita melakukan penyelidikan semuanya," jelas Yusri

Pemerintah Terlambat Lockdown, Pengamat: Daripada Tidak
Indonesia
Pemerintah Terlambat Lockdown, Pengamat: Daripada Tidak

Seharusnya, kebijakan lockdown dilakukan pemerintah ketika adanya 2 orang warga Depok, Jawa Barat positif COVID-19

Corona Bikin Rakyat Kecil Morat-marit, Puan Ingatkan Pemerintah Jokowi Jangan Tutup Mata
Indonesia
Corona Bikin Rakyat Kecil Morat-marit, Puan Ingatkan Pemerintah Jokowi Jangan Tutup Mata

Banyak rakyat kecil yang terancam kehilangan pendapatan akibat wabah COVID-19

Simak! Potongan Gaji Tiap Bulan untuk Iuran Tapera
Indonesia
Simak! Potongan Gaji Tiap Bulan untuk Iuran Tapera

"Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3 persen (tiga persen) dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan peserta pekerja mandiri," bunyi Pasal 15 PP

 Pengamat Nilai Ahok Sosok yang Tepat Jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru
Indonesia
Pengamat Nilai Ahok Sosok yang Tepat Jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Wempy berpandangan, begitu besar tanggung jawab yang diemban untuk membangun ibukota baru, maka butuh orang yang tidak main-main atau orang sekedar bereksperimen berkuasa.

Update COVID-19 per 25 Maret: 790 Kasus Positif, 58 Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 per 25 Maret: 790 Kasus Positif, 58 Meninggal Dunia

Selain itu, Yuri juga menerangkan akan tambahan tiga pasien yang sembuh dari virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Pemuda Harus Berani Jadi Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
Pemuda Harus Berani Jadi Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Corona

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menggelar diskusi virtual atau Webinar bertema 'Bangkitlah UMKM-ku!' pada Jumat (14/8) siang.