Subvarian COVID-19 Tidak Lagi Tunjukkan Gejala Khas Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prasenohadi. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

MerahPutih.com - Penularan kasus COVID-19 di tanah air hingga kini masih terus terjadi. Pada Jumat (26/8), ada tambahan 4.549 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prasenohadi menyatakan, subvarian baru COVID-19 semakin tidak menunjukkan kekhasan gejala saat menginfeksi seseorang.

“Awalnya itu bersarang di saluran pernapasan atas. Tapi kenyataannya, dengan perjalanan waktu, ternyata virus ini mampu mencapai organ-organ tertentu. Makanya kenapa sekarang gejalanya menjadi tidak khas,” kata Prasenohadi dalam talkshow Perkembangan Gejala pada Subvarian BA.5 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (26/8).

Baca Juga:

Data Terbaru, 4.549 Orang Terinfeksi COVID-19 pada Jumat (26/8)

Prasenohadi menuturkan pada mulanya, infeksi akibat COVID-19 menyerang saluran pernapasan bagian atas. Gejala yang diderita oleh pasien juga berupa batuk, pilek, demam seperti influenza atau ditambah dengan sesak bila bergejala sedang hingga berat.

Saat ini pada kasus varian Delta, gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita berupa sesak nafas. Sedangkan pada kasus varian Omicron, gejala yang paling banyak dirasakan adalah batuk.

Hal itu kemungkinan disebabkan karena antibodi yang meningkat karena tingginya cakupan vaksinasi atau Omicron yang lebih lemah dari keganasan Delta. Namun, seiring berjalannya waktu, ditemukan pula orang yang terpapar COVID-19 justru memiliki gejala seperti diare.

Prasenohadi menjelaskan, kekhasan yang semakin hilang itu disebabkan karena virus dapat menyebar ke sejumlah organ tubuh tertentu dan mengganggu fungsi organ berjalan dengan baik seperti biasa.

“Sering ditemukan orang dengan diare ternyata begitu diusap (swab), PCR positif dan dia keluhannya hanya diare atau pasien dengan kelelahan dan kesadaran menurun. Itu karena bisa menyerang otak, menyerang usus, ginjal dan sebagainya,” ucap dokter yang juga bekerja di RSUP Persahabatan itu, dikutip Antara.

Baca Juga:

Positivity Rate COVID-19 di Jakarta Capai 16,2 persen

Penyebab lainnya yakni ditemukan bahwa virus akan mengenai organ yang dianggapnya lemah, sehingga keluhan akan gejala yang dirasakan pasien sudah tidak dapat lagi dikatakan khas.

Dari beberapa pemeriksaan COVID-19 yang dirinya lakukan, ditemukan bahwa ada pasien yang telah dinyatakan negatif COVID-19 justru tiba-tiba mengalami gangguan ginjal atau jantung. Adapula pasien yang mengaku merasa lebih cepat lelah hingga mengalami gangguan pembekuan darah.

“Itu bisa berlangsung lama, beberapa pasien saya sudah lama menderita COVID-19. Kemudian sudah sembuh, PCR sudah negatif tapi naik tangga tidak mampu, berjalan jauh juga tidak mampu, karena terjadi pembekuan darah,” kata Prasenohadi.

Menurut Prasenohadi, meski pandemi kini didominasi oleh Omicron dengan varian BA.5, tidak menutup kemungkinan bila gejala yang dirasakan bisa sama seperti yang diakibatkan oleh varian Alfa atau Delta karena tergantung dari imunitas dan kondisi tubuh seseorang.

Oleh karenanya, sembari pemerintah dan para ahli terus melakukan kajian, dirinya berharap semua pihak bekerja sama menekan penularan COVID-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi yang disediakan.

“Penyakit ini baru dua tahun, kita tidak tahu lima atau 10 tahun ke depan. Jadi manusia masih mempelajari COVID- 19 ini, berbeda dengan kita belajar menangani TBC atau asma atau pasien lainnya yang kita sudah tahu obatnya. Ini masih berjalan, semuanya masih di awang-awang,” katanya. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Nikotin Mampu Mengobati COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ganjar: Rencana Kenaikan Tiket Candi Borobudur Ditunda
Indonesia
Ganjar: Rencana Kenaikan Tiket Candi Borobudur Ditunda

Ganjar dan Luhut sepakat menunda penerapan rencana kenaikan harga tiket naik ke area stupa di Candi Borobudur.

Piala Presiden 2022 Terancam Tak Berlanjut di GBLA
Indonesia
Piala Presiden 2022 Terancam Tak Berlanjut di GBLA

Oknum penonton yang menyalakan flare atau suar saat laga berjalan di turnamen pramusim Piala Presiden 2022 menjadi sorotan.

Irwasum Dampingi Tim Forensik Polri ke Komnas HAM
Indonesia
Irwasum Dampingi Tim Forensik Polri ke Komnas HAM

"Tim akan menjawab sesuai dengan pertanyaan dan sesuai dengan kompetensi dan secara objektif," kata dia, Senin (25/7).

Bukan Jakarta, Ini Daerah Yang Mulai Gunakan Pelat Nomor Putih
Indonesia
Bukan Jakarta, Ini Daerah Yang Mulai Gunakan Pelat Nomor Putih

Ada beberapa mekanisme untuk masyarakat bisa mendapatkan pelat putih. Salah satunya dengan masa pelat lima tahunannya sudah mulai habis.

Dubes Tiongkok Tegaskan Kecelakan Tidak Terkait Kualitas Konstruksi Kereta Cepat
Indonesia
Dubes Tiongkok Tegaskan Kecelakan Tidak Terkait Kualitas Konstruksi Kereta Cepat

Kedutaan Besar Tiongkok atau China di Jakarta menyampaikan bela sungkawa bagi korban insiden kereta anjlok dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Terpidana Korupsi Angelina Sondakh Bisa Bebas 27 April Kalau Bayar Rp 4,5 Miliar
Indonesia
Terpidana Korupsi Angelina Sondakh Bisa Bebas 27 April Kalau Bayar Rp 4,5 Miliar

Angelina Sondakh jika tidak melunasi uang denda pengganti Rp 4,5 miliar baru boleh mengambil cuti jelang bebas pada

Pegiat Media Sosial Adam Deni Segera Diadili
Indonesia
Pegiat Media Sosial Adam Deni Segera Diadili

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melimpahkan berkas perkara yang menjerat pegiat media sosial Adam Deni

Kapolda Metro Instruksikan Jajarannya Utamakan Pencegahan saat Tangani Massa
Indonesia
Kapolda Metro Instruksikan Jajarannya Utamakan Pencegahan saat Tangani Massa

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menginstruksikan kepada para anggotanya bahwa standar pengamanan harus dievaluasi.

DPRD Solo Temukan Kinder Joy Masih Dijual Bebas di Pasar Modern
Indonesia
DPRD Solo Temukan Kinder Joy Masih Dijual Bebas di Pasar Modern

Makanan Kinder Joy masih dijual bebas Kota Solo, Jawa Tengah. Hal itu terungkap saat Komisi II DPRD menggelar inspeksi (Sidak) toko modern dan gudang makanan di sejumlah lokasi di Solo. Anggota dewan tersebut mendapati Kinder Joy dijual masih dijual bebas di di sejumlah pasar dan kios di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Kinder Joy juga masih tampak di-display di atas meja kasir toko.

8 Panggung Hiburan Genre Berbeda Ramaikan Pergantian Tahun di Jakarta
Indonesia
8 Panggung Hiburan Genre Berbeda Ramaikan Pergantian Tahun di Jakarta

Acara malam Tahun Baru 2023 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.