Suasana Rapat Paripurna Pecah Saat Gubernur dan Ketua DPRD DKI Balas Pantun Anies Rasyid Baswedan di Rapat Paripurna. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 serta pemapaparan visi dan misi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada Rabu (15/11).

Dalam rapat peripurna tersebut, Gubernur Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi berbalas pantun guna memecahkan suasana. Pantun itu sendiri adalah salah satu ciri khas dari budaya masyarakat Betawi.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu melontarkan pantun pada awal pidato rancangan RAPBD DKI 2018. Pantun tersebut disambut meriah oleh para peserta rapat paripurna.

"Bang Sandi berlari menyusuri Kali Angke, Bang Prasetio bertemu kawan sambil belanja di Pasar Santa, Kami senang sekali dapat hadir di DPRD, menyapa seluruh dewan dari kami di Balai Kota," ucap Anies melontarkan pantun yang disambut meriah peserta rapat paripurna.

Kemudian Anies melontarkan pantun kembali dengan mengajak warga Jakarta bersama Pemprov untuk memajukan Ibu Kota tercinta ini.

"Dari Dukuh atas naik Tansjakarta, puas berwisata pulangnya ke Pinangsia, bersama seluruh warga Ibu Kota Kita jadikan Jakarta maju dan bahagia," ucap Anies.

Tak hanya pidato di rancangan RAPBD 2018 lontarkan pantun, Anies juga melemparkan pantun pada pidato visi-misi rapat paripurna.

"Bang Sandi bersepatu di Tanah Tinggi, Bang Prasetyo memancing ikan di dekat jembatan besi, Mohon waktu bicara sekali lagi kami paparkan tentang visi misi," papar Anies.

Dengan selesainya penyampaian pidato Gubernur tadi, maka selesai pula rapat paripurna hari ini. Namun, sebelum menutup acara ini Prasetyo meminta peserta rapat memperkenankan dirinya menyampaikan pantun.

"Bang Anies suka mengaji, Bang Sandi senang berlari. Anies-Sandi sudah janji dalam visi-misi rakyat tidak sabar agar janji ditepati," pantun Prasteyo.

Tak hanya itu, Prasetyo juga memiliki pantun kembali dengan memuji lembaga eksekutif dan legislatis yang sudah sehati, untuk membangun Ibu Kota lebih baik lagi.

"Ondel-ondel budaya Batawi, Jakarta punya pemimpin baru. Gubernur ama DPRD kini udah sehati. Bangun Jakarta lebih maju lagi," senyum Prasetyo.

Setelah itu, dia sempat mengungkapkan satu pantun terakhir. Melalui pantun ini, politisi partai PDI-P ini meminta kepada pemimpin yang baru supaya tak galak dalam melakukan kebijakan.

"Buah salak buah kedondong, jangan galak-galak dong," tutup pantun Parsetyo disambut tawa peserta rapat.

"Akhirnya kami ucapkan Alhamdulillah, rapat paripurna kami nyatakan ditutup," tandas Prasetyo. (Asp)

Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH