Suap Dana Hibah KONI, KPK Periksa Itjen Kemenpora Jubir KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Pangestu Adi Wibowo, terkait kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pangestu Adi yang menjabat Kepala Divisi Keuangan dan Umum pada Lembaga Pengelolaan Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidy)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (11/2).

Selain Pangestu Adi, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kabid Asdep Pembibitan sekaligus tim verifikasi Kemenpora, Bambang Siswanto.

Seperti halnya Pangestu Adi, Bambang juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Ending Fuad Hamidy.

Dari penyidikan sejauh ini, KPK sudah mengidentifikasi peruntukan dana hibah yang dikucurkan kepada KONI tersebut akan dipakai untuk pembiayaan Pengawasan serta Pendampingan atau Wasping atlet.

Lima tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini, yakni Deputi IV Kemenpora Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kempora Adhi Purnomo; staf Kempora Eko Triyanto; Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Jhonny E. Awuy.

KPK menduga Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp318 juta dari pejabat KONI. Tercatat Mulyana menerima uang dalam ATM dengan saldo sekitar Rp100 juta terkait penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

Pangestu Adi Wibowo. Foto: LPDUK
Pangestu Adi Wibowo. Foto: LPDUK

Sebelumnya, Mulyana juga telah menerima pemberian-pemberian lainnya yaitu pada April 2018 menerima satu unit mobil Toyota Fortuner, pada Juni 2018 menerima sebesar Rp300 juta dari Jhonny E Awuy, dan pada September 2018 menerima satu unit ponsel merk Samsung Galaxy Note 9. Total dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan adalah sebesar Rp17,9 miliar. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH