Suami-Istri Penusuk Wiranto Divonis 9 dan 12 Tahun Penjara Seorang anggota kepolisian mengamankan Syahril Alamsyah pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Menes Pandeglang, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polsek Menes/aa. (Ha

Merahputih.com - Penyerang mantan Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara divonis 12 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak pindana terorisme.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara diyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme dengan mengajak anak di tindak pidana terorisme sebagaimana dakwaan kedua," ujar hakim ketua Masrizal di PN Jakarta Barat, Jalan Letjend S Parman, Jakbar, Kamis (25/6).

Selain Abu Rara, hakim juga menjatuhkan vonis kepada Istri Abu Rara, Fitria Diana alis Fitria Andriana dengan hukuman 9 tahun. Fitria terbukti bersalah karena membantu Abu Rara melakukan penusukan kepada Wiranto.

Baca Juga:

Pasca Penusukan Wiranto, Empat Terduga Teroris Ditangkap di Kota Cirebon

"Mengadili, menyatakan terdakwa Fitria Diana alis Fitria Andriana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme dengan melibatkan anak. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa fitria dengan pidana penjara selama 9 tahun," ujar hakim Masrizal.

Dalam pertimbangannya, hakim Masrizal mengatakan perbuatan Abu Rara menimbulkan suasana teror di maayarakat. Hakim juga menilai Abu Rara terbukti bersalah melakukan tindak pidana teror sebagaimana dakwaan pertama.

"Bahwa terdakwa pada September 2019 terdakwa ketakutan dan merasa dirinya sudah masuk DPO oleh kepolisian, maka terdakwa hendak melakukan amaliyah. Bahwa terdakwa pada September 2019 mendengar helikopter Menko Polhukam Wiranto sudah datang dan terdakwa mengajak istri Fitri Diana dan anak untuk melakukan amaliyah," jelas hakim.

Hakim mengatakan Abu Rara dengan sengaja melakukan penusukan kepada Wiranto dan sejumlah orang di alun-alun Mennes, Pandeglang, Jawa Barat. Hakim juga menyebut Fitri juga menyerang sejumlah orang di sana setelah Abu Rara menusuk Wiranto.

"Bahwa saksi Wiranto ketika datang di alun-alun Mennes, maka terdakwa mulai bergerak mendekati saksi Wirant sambil mengeluarkan kunai dan tiba-tiba terdakwa serang bagian perut Wiranto dengan kunai. Bahwa atas penusukan saksi jatuh ke tanah, saat itu juga terdakwa melakukan penyerangan secara membabi buta, bahwa terdakwa Fitri Diana melakukan penusukan kunai ke Kompol Dariyanto," jelas hakim.

Mantan Menkopolhukam Wiranto diserang orang tak dikenal. (ANTARA/Istimewa)

"Bahwa akibat perbuatan terdakwa bersama saksi Fitria Ardiana telah menimbulkan luka ke saksi Wiranto yang mengalami luka bagian perut kiri. Kompol Dariyanto mengalami luka pinggul kiri akibat sajam, dan Haji A Fuad Syauqi luka pada dada bagian kanan," sambungnya.

Oleh karena itu, hakim menilai perbuatan Abu Rara bersama Fitria menimbulkan suasana teror. Apalagi dibuktikan dengan pengakuan terdakwa Abu Rara telah berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi pimpinan ISIS.

"Menimbang bahwa perbuatan terdakwa melukai Wiranto, Kompol Dariyanto, haji A Fuad adlaah perbuatan teroris. Bahwa terdakwa mengatakan perbuatannya itu saksi amaliyah. Maka menurut majelis hakim perbuatan terdakwa dengan sengaja menimbulkan teror atau membuat korban massal, bermaksud menimbulkan suasana teror dengan demikian unsur sengaja melakukan kekerasan, atau menimbulkan korban secara masaal, atau membuat kerusakan objek vital atau makhluk hidup telah terbukti," tegas hakim.

Adapun hal meringankan adalah keduanya belum pernah dihukum dan keduanya tidak menyulitkan jalan persidangan. Sedangkan hal memberatkannya perbuatan keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak terorisme, serta tidak menyesali perbuatannya.

Baca Juga:

Para Penikam Wiranto Jalani Sidang Virtual

Abu Rara dan Fitria bersalah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Vonis hakim untuk Abu Rara memang lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Abu Rara dituntut 16 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Abu Rara diyakini jaksa melakukan teror dengan pemufakatan jahat dan merencanakan sejumlah teror bersama terdakwa lainnya. Adapun terdakwa Fitri dituntut 12 tahun penjara. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dicokok KPK di Bandara, Menteri Edhy Tersandung Ekspor Benur
Indonesia
Dicokok KPK di Bandara, Menteri Edhy Tersandung Ekspor Benur

Edhy menggantikan Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 yang dikeluarkan pendahulunya Susi Pudjiastuti melarang ekspor benur lobster.

Sidang Pinangki, Hakim Tegur Saksi yang Dihadirkan JPU
Indonesia
Sidang Pinangki, Hakim Tegur Saksi yang Dihadirkan JPU

Sebab berdasarkan data, tidak semua photo passport berhasil di scan di data perlintasan keimigrasian

Ridwan Kamil Ajukan 3 Juta Warga untuk Disuntik Vaksin, Wilayah Mana Saja?
Indonesia
Ridwan Kamil Ajukan 3 Juta Warga untuk Disuntik Vaksin, Wilayah Mana Saja?

Jawa Barat mengajukan alokasi bagi 3 juta warga untuk disuntik vaksin COVID-19. 3 juta.

Kebut RUU Ciptaker, Demokrat: Pemerintah Abaikan Akal Sehat
Indonesia
Kebut RUU Ciptaker, Demokrat: Pemerintah Abaikan Akal Sehat

"Sikap pemerintah memaksakan lolosnya RUU Cipta Kerja ini sekaligus menasbihkan bahwa pemerintah telah mengabaikan akal sehat," kata Wasekjen Demokrat, Irwan Fecho

Grab Ekspansi Bisnis ke Meulaboh, Bupati: Alhamdulillah
Indonesia
Grab Ekspansi Bisnis ke Meulaboh, Bupati: Alhamdulillah

Ramli MS meminta manajemen Grab Indonesia melakukan sosialisasi kepada masyarakat

Kasus Bansos Kota Bengkulu, Kejagung Diminta Seret Adik Zulhas
Indonesia
Kasus Bansos Kota Bengkulu, Kejagung Diminta Seret Adik Zulhas

Kasus ini merugikan negara Rp11.4 miliar

Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19
Indonesia
Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19

Bamsoet mengajak semua pihak untuk bergotong royong

Reshuffle Hak Jokowi, Gerindra Tak Bahas Pengganti Edhy Prabowo
Indonesia
Reshuffle Hak Jokowi, Gerindra Tak Bahas Pengganti Edhy Prabowo

Dasco juga merespon terkait kabar bahwa dirinya akan menggantikan Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP

KPU Diminta Tegas Tentukan Pelaksanaan Pilkada Serentak
Indonesia
KPU Diminta Tegas Tentukan Pelaksanaan Pilkada Serentak

Protokol COVID-19 terkait pilkada juga belum ada

DPRD DKI Segera Bahasa Tiga Raperda Tentang Tata Ruang
Indonesia
DPRD DKI Segera Bahasa Tiga Raperda Tentang Tata Ruang

“Ketiga Raperda tersebut saling terkait dan kami upayakan dibahas secara bersamaan," kata Wakil Ketua Bapemperda DPRD DKI, Dedi Supriadi