Studio Soneta Milik Rhoma Irama Ditembak Orang Tak Dikenal Rhoma Irama (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

MerahPutih.Com - Nasib kurang beruntung menimpa Raja Dangdut Rhoma Irama. Studio Soneta Record miliknya di Jalan Tole Iskandar Kota Depok, Jawa Barat ditembak orang tak dikenal.

"Tak ada kaca yang pecah dan tidak ada benda yang rusak, namun ada satu goresan di dinding karena kena pantulan peluru," kata Kasat Reskrim Polres Kota Depok Kompol Putu Kholis Aryana di Depok, Minggu.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) pada Sabtu (3/3) siang dan Minggu (4/3) oleh penyidik Polsek Sukmajaya dan Puslabfor Mabes Polri.

"Saat ini barang bukti masih diteliti dan dianalisis lebih lanjut oleh Puslabfor," katanya.

Putu juga mengatakan Rhoma Irama menyaksikan langsung olah TKP pada Minggu (4/3) dan telah diberi penjelasan oleh tim Puslabfor.

Penemuan proyektil peluru di teras studio tersebut oleh Office Boy yang bekerja di Studio Soneta Record milik Haji Rhoma Irama ini pada Sabtu siang (3/3).

Sementara itu secara terpisah Kapolres Depok Kombes Pol Didik Sugiarto menyatakan pihak kepolisian Kota Depok terus melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menjaga pengamanan ulama setempat yang mendapat ancaman dibunuh oleh orang yang tidak dikenal.

"Pasca ditemukan surat ancaman, kepolisian segera bertindak cepat untuk melakukan langkah lidik guna mengungkap pelaku pengancaman tersebut," kata Kapolres Depok, Kombes Polisi Didik Sugiarto di Depok, Minggu (4/3).

Selain itu, Polres Kota Depok dan Polsek Sukmajaya serta Pancorman Mas melakukan kunjungan dan silaturohmi ke para tokoh agama dan ulama yang namanya tercantum dalam surat ancaman. "Kami juga melakukan pengamanan para ulama," katanya.

Didik Sugiarto sebagaimana dilansir Antara mengatakan Polri bersama-sama dengan TNI dan stakeholder lainnya termasuk rekan-rekan awak media melakukan langkah-langkah untuk membuat tenang para tokoh agama yang diancam dibunuh dengan melakukan kegiatan kepolisian berupa kunjungan, silaturahmi, patroli dan penjagaan, dan juga membuat masyarakat tenang.

Sebelumnya, beredar surat ancaman pembunuhan kepada sejumlah ulama di sekitar Grand Depok City (GDC) dan Sukmajaya Kota Depok pada Sabtu (3/3).

Surat ancaman tersebut berisi nama-nama ulama Depok yang menjadi target pembunuhan.

Surat tersebut ditemukan di kawasan Kalimulya Depok dan perumahan GDC. Tercatat ada 14 nama ulama yang mendapat ancaman dibunuh tersebut.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH