Anjing Bisa Mendeteksi COVID-19 Lewat Liur Manusia? Anjing mampu mendeteksi COVID-19 Dari Liur Manusia. (Foto Pexels Helena Lopes)

PENEMUAN dari Jerman diharapkan bisa membuat manusia selangkah lebih maju untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

Dilansir dari Health, University of Veterinary Medicine Hannover yang bekerja sama dengan German Armed Forces menemukan bahwa anjing mampu mendeteksi kehadiran novel coronavirus dengan tingkat keakuratan yang mencapai 94%.

Baca Juga:

India Memanfaatkan Drone Untuk Memerangi Pandemi COVID-19

Dibutuhkan waktu seminggu untuk melatih para anjing ini. (Foto the conversation)
Dibutuhkan waktu seminggu untuk melatih para anjing ini. (Foto the conversation)

Para ilmuwan telah melatih delapan ekor anjing untuk mengendus lebih dari seribu air liur manusia baik yang terinfeksi maupun tidak terinfeksi virus Corona. Pelatihan yang dilakukan selama satu minggu ini membuahkan hasil yang memuaskan. Para anjing ini sukses membedakan saliva (air liur) dari orang-orang yang negatif dan positif COVID-19.

"Anjing memiliki banyak kekuatan otak untuk menafsirkan bau. Mereka memiliki lebih dari 100 juta situs reseptor sensorik di rongga hidung yang bisa dibandingkan dengan enam juga orang," menurut VCA Animal Hospitals.

Anjing juga memiliki alat penciuman tambahan yang berfungsi sebagai sistem penciuman sekunder yang dirancang khusus untuk komunikasi kimiawi.

Baca Juga:

5 Langkah Pemulihan yang Bisa Dilakukan Jika Kamu Terpapar COVID-19

Anjing memiliki kemampuan penciuman yang sangat baik. (Foto Pexels Chevanon Photography)
Anjing memiliki kemampuan penciuman yang sangat baik. (Foto Pexels Chevanon Photography)

Lantas, mengapa anjing bisa mencium kehadiran COVID-19 secara spesifik? Maren von Koeckritz-Blickwede, profesor di University of Veterinary Medicine Hannover mengatakan bahwa proses metabolisme dari tubuh orang yang terinfeksi COVID-19 berubah 180 derajat dengan orang yang tidak terinfeksi.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah melatih anjing-anjing unuk membedakan COVID-19 dengan gangguan kesehatan lainnya.

Para peneliti berharap bahwa suatu hari penemuan ini bisa digunakan untuk mendeteksi COVID-19 di area publik seperti bandara, acara olahraga, perbatasan negara, atau perkumpulan besar lainnya. (shn)

Baca Juga:

Bryan Cranston Lakukan Hal Mulia Meski Positif COVID-19

Kredit : shenna

Tags Artikel Ini

shenna