STRP tak Berlaku Lagi, Syarat Perjalanan Diganti Aplikasi PeduliLindungi Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.

MerahPutih.com - Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) dinyatakan tidak berlaku lagi mulai Selasa (7/9). Kini, syarat perjalanan diganti aplikasi PeduliLindungi.

Peraturan ini tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 terkait Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019, yang ditandatangani pada 6 September 2021.

Baca Juga

Berbelanja di Supermarket Diwajibkan Punya Aplikasi PeduliLindungi

"Addendum Surat Edaran ini adalah untuk mencabut ketentuan melampirkan STRP dan menambah ketentuan bagi setiap pelaku perjalanan dalam negeri serta semua operator moda transportasi menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tulis di surat edaran tersebut, Selasa (7/9).

Terbitnya SE ini juga mengubah satu ketentuan yaitu khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan, namun tidak diwajibkan untuk menunjukkan STRP atau Surat Tugas dan/atau surat keterangan perjalanan lainnya.

Tangkapan layar aplikasi PeduliLindungi. Foto: MP

Selain itu, SE ini juga menambahkan ketentuan, yaitu setiap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri.

Setiap operator moda transportasi diwajibkan menggunakan PeduliLindungi untuk memeriksan hasil tes RT-PCR atau swab antigen yang hasilnya negatif dan sudah melakukan vaksinasi dosis pertama atau dosis lengkap bagi setiap pelaku perjalanan dalam negeri sewaktu melakukan check-in.

Adapun ketentuan ini berlaku mulai 7 September 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan ataupun hasil evaluasi dari Kementerian/Lembaga. (Knu)

Baca Juga

PeduliLindungi Pantau dan Mitigasi Paparan Kasus COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menko Luhut Minta Masukan Guru Besar hingga BEM untuk Bantu Tangani COVID-19
Indonesia
Menko Luhut Minta Masukan Guru Besar hingga BEM untuk Bantu Tangani COVID-19

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengundang berbagai pihak untuk terus mendukung pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Supermarket Pisahkan Antrean Orang Yang Sudah Divaksin dan Belum
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Supermarket Pisahkan Antrean Orang Yang Sudah Divaksin dan Belum

Pagar pembatas tersebut memisahkan bagian pusat perbelanjaan di supermarket yang hanya bisa dimasuki oleh pengunjung yang telah divaksin.

Ibu Kota Diperkirakan Berawan hingga Hujan Ringan
Indonesia
Ibu Kota Diperkirakan Berawan hingga Hujan Ringan

DKI Jakarta pada pagi hari diperkirakan akan dilanda berawan hingga hujan ringan, Selasa (18/1).

Mensos Risma Blusukan Cek Penerima Bansos di Solo
Indonesia
Mensos Risma Blusukan Cek Penerima Bansos di Solo

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan blusukan di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (19/7).

Polisi Amankan Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab, Ada yang Bawa Sajam
Indonesia
Polisi Amankan Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab, Ada yang Bawa Sajam

Satria menyebut dari ratusan simpatisan yang diamankan, pihaknya menemukan adanya senjata tajam (sajam) jenis pisau dari para pendukung mantan pentolan FPI it

Anak Buah Prabowo Minta Kompleks GBK Disulap Jadi RS Darurat COVID-19
Indonesia
Anak Buah Prabowo Minta Kompleks GBK Disulap Jadi RS Darurat COVID-19

Dalam situasi seperti ini, diperlukan kerjasama maksimal antara semua pihak

Eks Penyidik KPK AKP Robin Didakwa Terima Duit Rp 11,5 Miliar
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Didakwa Terima Duit Rp 11,5 Miliar

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima duit Rp 11 miliar dan 36 ribu dolar AS atau setara Rp 11,538 miliar.

KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi di PT Jasindo
Indonesia
KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi di PT Jasindo

KPK juga menetapkan seorang tersangka lain

Pasien COVID-19 Menyusut, BOR Wisma Atlet 13 Persen
Indonesia
Pasien COVID-19 Menyusut, BOR Wisma Atlet 13 Persen

Kini, hanya sekitar 1.000 warga yang dirawat di rumah sakit darurat tersebut.

Pemindahan IKN Tahun 2024 Dinilai Terlalu Dini
Indonesia
Pemindahan IKN Tahun 2024 Dinilai Terlalu Dini

Terdapat prasyarat agar suatu kota memenuhi kriteria layak huni seperti tersedianya kebutuhan dasar perumahan yang layak, air bersih, jaringan listrik, sanitasi, ketercukupan pangan.