Stres dan Cemas Berlebihan Bisa Menimbulkan Penyakit? Ini Kata Dokter Jangan stres dan cemas berlebihan (Foto: pixabay/geralt)

DITENGAH pandemi Virus Corona, banyak beredar kabar hoaks hingga rumor yang bertebaran dengan begitu cepat. Salah satunya yakni rumor tentang ketakutan yang bisa menyebabkan penyakit.

Terkait hal itu, rupanya bukan sekedar isapan jempol belaka. Karena ada penjelasan ilmiahnya mengapa ketakutan bisa menimbulkan penyakit.

Baca Juga:

Dianggap Tebar Informasi Sesat Soal Corona, Google Play Hapus Aplikasi Android Infowars

Dilansir dari laman Alodokter, menurut dr. Siti Rafiqah Fajri, keadaan stres dan cemas bisa dialami oleh siapapun dan itu merupakan hal yang wajar. Tapi, stres berlebihan akan memunculkan gangguan psikosomatis, dan memperparah gejala atau keluhan fisik tertentu.

Gangguan psikosomatis merupakan kondisi yang memengaruhi pikiran tubuh, sehingga penyakit muncul atau tambah parah. Selain itu, gangguan ini dapat menimbulkan rasa sakit dan masalah pada fungsi tubuh. Meski begitu, saat dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (pengambilan sample darah & rontgen) tak ditemukan kelainan apapun.

Ketika seseorang mengalami cemas dan stres berelebihan, maka tubuh akan memunculkan tanda-tanda seperti jantung berdebar dengan cepat, mual hingga muntah, nyeri dada, sakit kepala, nyeri perut, nyeri otot dan punggung, gemetar dan berkeringat.

Baca Juga:

Pria Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona?

Pada kondisi tertentu, beberapa penyakit memang terbukti diperberat oleh keadaan cemas dan stres berlebih. Misalnya seperti darah tinggi, maag, eksim, atau gatal pada kulit.

Pada beberapa kondisi tertentu, sejumlah penyakit bisa tambah parah jika kamu stres dan cemas (Foto: pixabay/tumisu)

Keadaan itu akan kambuh atau semakin berat saat penderitanya stres dan cemas. Tapi keluhan itu terlihat nyata dan terdeteksi ketika pemeriksaan fisik oleh dokter. Lain halnya dengan gangguan psikosomatik yang tak terdeteiksi oleh dokter, tapi keluhan yang dirasakan penderitanya terasa begitu nyata.

Untuk menangani psikosomatik, ada sejumlah pengobatan yang dianjurkan semisal, meditasi dan relaksasi, hipnoterapi, fisioterapi, psikoterapi, dan obat-obatan.

Jika tedapat tanda-tanda gejala COVID-19, sebaiknya segera periksakan dirimu ke dokter (Foto: pixabay/iximus)

Apabila keluhan yang kamu rasakan membaik dengan sendirinya, sebaiknya tetap terapkan pola hidup sehat. Istirahatlah yang cukup dan minum vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Khususnya dalam situasi penyebaran virus Corona yang kian pesat, jika tak disertai kebutuhan mendesak, sebaiknya tetap berada di rumah atau jaga diri agar tak terpapar virus tersebut.

Jika terdapat keluhan seperti nyeri tenggorokan dan makin memburuk lebih dari dua minggu, demam lebih dari 38 derajat celcius, batuk pilek yang tak kunjung sembuh hingga terdapat rasa sehat atau sulit untuk bernapas, sebaiknya periksalah diri kamu ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (ryn)

Baca Juga:

Bosan #DiRumahAja, Rich Brian Lakukan 'Freestyle' Lagu 'Tokyo Drift'

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala