Strategi Jaga 7 KRI Halau Kapal Tiongkok dari Laut Natuna KRI Tjiptadi-381 dibawah jajaran Koarmada I mengusir kapal Coast Guard China yang tengah mengawal kapal-kapal ikan melakukan pencurian ikan di ZEE Indonesia, Natuna Utara. (Antara/Dispen Koarmada I)

MerahPutih.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan sudah tidak ada kapal Tiongkok yang berada di wilayah ZEE Indonesia di Kabupaten Natuna Kepulauan Riau.

"Posisi hari ini (semua kapal Tiongkok) sudah di luar ZEE, di luar Natuna," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, kepada awak media di Natuna, Kepri.

Baca Juga:

Kapal Tiongkok Keluar ZEE Indonesia Usai Jokowi ke Natuna

Dikutip Antara, Senin (13/1), Jenderal bintang dua itu mengungkapkan perlu melakukan penegasan untuk meluruskan berita simpang siur yang beredar di masyarakat.

Berdasarkan pemantauan dari layar Puskodal, menunjukkan kapal-kapal Tiongkok telah ke luar dari ZEE Indonesia. Informasi itu ditindaklanjuti awak pesawat Boeing 737 yang diminta cek langsung dan hasilnya, kapal asing itu sudah berada di luar 200 mill, batas terluar ZEE.

Armada perang Angkatan Laut Indonesia
Masuknya kapal asing ke wilayah perairan Indonesia menunjukkan perlunya pangkalan militer di kawasan Natuna Utara (Foto: Antaranews)

Kondisi di Natuna hanya bisa dikonfirmasi melalui deteksi yang dilakukan pesawat Boeing 737 dan KRI yang langsung mengusir kapal Tiongkok di perairan. Boeing juga bekerja sama dengan KRI yang bertugas mengusir.

Lebih jauh, Yudo memastikan saat ini KRI dan pesawat TNI terus akan menjaga perairan ZEE Indonesia. Teknisnya, kata dia, Hasil pemantauan Puskodal dilanjutkan menggunakan pesawat dan kemudian ditindaklanjuti KRI.

Menurut Yudo, penjagaan akan dilakukan terus menerus selama 24 jam dalam sehari. KRI yang siaga ada 7, begitu 3 KRI masuk untuk pengisian bahan bakar dan pembekalan ulang, maka 4 KRI akan keluar, sehingga tidak ada kekosongan penjagaan.

"Tidak ada batas waktu. Operasi sepanjang tahun menjaga perairan kita di Natuna," tutup Laksdya Yudo. (*)

Baca Juga:

Polemik Natuna, Indonesia Tidak Akan Bernegosiasi dengan Tiongkok


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH