Stok dan Teknis Produksi Bikin Distribusi Vaksin ke Daerah Tidak Merata Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan mengakui keterbatasan stok dan teknis produksi di dalam negeri menjadi kendala proses distribusi vaksin yang tidak merata ke sejumlah daerah.

"Permasalahan sebenarnya adalah karena memang vaksinnya belum datang semua. Kita butuh vaksin 426 juta dosis. Yang kita terima sampai saat ini 130 juta dosis," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Senin (26/7).

Baca Juga:

Hari Ini Vaksin Keliling Sasar Lima Wilayah Jakarta, Cek Lokasinya

Dari total 130 juta dosis vaksin yang tersedia di Indonesia, sebanyak 68 juta dosis di antaranya sudah didistribusikan ke seluruh daerah. Sebanyak 50 persen dosis vaksin COVID-19 didistribusikan ke tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Sebab angka kasus di wilayah itu yang cukup tinggi. Sisanya, disebar ke 27 provinsi di luar Jawa dan Bali.

"Otomatis pembagiannya akan berbeda-beda. Memang jumlah vaksin yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan kita, karena vaksin datangnya bertahap," katanya.

Nadia mengatakan, jumlah vaksin yang didistribusikan menuju fasilitas pelayanan kesehatan di daerah juga disesuaikan dengan perhitungan seperti laporan stok vaksin hingga kecepatan laju penyuntikan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sudah 61 juta penduduk yang sudah menerima vaksin. Dari 68 juta dosis vaksin yang terdistribusi, ada sisa, sekitar 5 persen. Saat ini, Bio Farma masih menyimpan sekitar 65 juta juta dosis vaksin, sebanyak 30 juta di antaranya berbentuk bahan baku yang sedang dalam proses produksi hingga empat pekan ke depan.

Selain itu, sebanyak 30 juta dosis lagi dalam proses pengujian mutu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dan Indonesia dijadwalkan menerima vaksin dari Sinovac dan AstraZeneca setiap bulan. Pada Agustus 2021, Indonesia dijadwalkan menerima tambahan 15 juta dosis vaksin Sinovac.

Vaksinasi COVID-19. (Foto:Humas Kota Bandung)
Vaksinasi COVID-19. (Foto:Humas Kota Bandung)

"Kita berharap nanti dari Covax Facility dapat 7 jutaan. Kemudian yang kita beli sendiri dari AstraZeneca ada juga. Itu perkiraannya sekitar 3 juta," ujarnya.

Nadia memperkirakan Indonesia akan kedatangan 35 juta sampai 40 juta dosis vaksin pada Agustus 2021.Vaksin tersebut, termasuk rencananya vaksin Pfizer dan mungkin Novavax. Pfizer akan datang akhir Agustus sekitar 2 juta atau 3 juta.

Ia menegaskan, saat ini animo masyarakat terhadap program vaksinasi COVID-19 semakin tinggi, seiring dengan laju penularan kasus yang juga meningkat di sejumlah daerah. Selain itu, vaksinasi sudah menyasar kelompok usia 12 tahun ke atas.

"Bahkan sertifikat vaksin COVID-19 jadi syarat wajib perjalanan jarak jauh. Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sangat baik," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Warga KTP Non DKI Ingin Vaksin? Begini Caranya

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadiri Perayaan Imlek, Presiden: Selamat Berbahagia dan Sejahtera
Indonesia
Hadiri Perayaan Imlek, Presiden: Selamat Berbahagia dan Sejahtera

“Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2572. Xin Nian Kuai Le, Gong Xi Fa Cai,” ujar Jokowi.

Pemprov DKI Kembali Raih WTP Empat Tahun Berturut-turut
Indonesia
Pemprov DKI Kembali Raih WTP Empat Tahun Berturut-turut

Anies juga menyampaikan terima kasih terhadap kontribusi BPK

Viral Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara, Ini Penjelasan Istana
Indonesia
Viral Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara, Ini Penjelasan Istana

Kemensetneg turut mengimbau kepada masyarakat agar dapat secara bijaksana menyikapi berita atau informasi tersebut

Polda Kalteng Minta Maaf setelah Admin Medsosnya Ancam Warga
Indonesia
Polda Kalteng Minta Maaf setelah Admin Medsosnya Ancam Warga

Dia meminta maaf jika respon pengelola media sosial Humas Polda Sulteng kurang tepat dalam menyikapi kritik.

Kebutuhan 59 Ton per Hari, Gibran Bikin Depo Oksigen di Solo Technopark
Indonesia
Kebutuhan 59 Ton per Hari, Gibran Bikin Depo Oksigen di Solo Technopark

Banyaknya kebutuhan oksigen tersebut membuat Pemkot Solo terpaksa harus membuat depo sendiri untuk mengisi ulang oksigen di Solo Technopark agar tidak menggantungkan daerah lain.

Ganjar Pranowo Sulit Didukung PDIP karena Masih Dikuasai Trah Soekarno
Indonesia
Ganjar Pranowo Sulit Didukung PDIP karena Masih Dikuasai Trah Soekarno

"Ganjar Pranowo masih sulit didukung PDIP yang masih dikuasai oleh trah Soekarno," kata Hendri

Kubu AHY: Di Bulan Puasa, Gerombolan Moeldoko Bohong Lagi!
Indonesia
Kubu AHY: Di Bulan Puasa, Gerombolan Moeldoko Bohong Lagi!

“Semakin memalukan, di bulan puasa gerombolan Moeldoko dan Jhoni Allen bohong lagi," kata Mehbob kepada wartawan, di PN Jakpus, Selasa (20/4).

Sultan Yogyakarta Berburu 47,6 Ton Oksigen per Hari
Indonesia
Sultan Yogyakarta Berburu 47,6 Ton Oksigen per Hari

Di masa normal DIY membutuhkan sekitar 20 ton oksigen per hari untuk menyuplai 27 RS rujukan Covid-19.

Peringati Detik-Detik Proklamasi, Warga Tangerang Beri Hormat
Foto
Peringati Detik-Detik Proklamasi, Warga Tangerang Beri Hormat

Pengguna jalan bersama aparat gabungan melakukan sikap hormat saat detik-detik proklamasi di bundaran Tugu Adipura, Kota Tangerang, Banten

Idham Azis Yakin Tangan Dingin Listyo Sigit Bawa Polri Jauh Lebih Baik Lagi
Indonesia
Idham Azis Yakin Tangan Dingin Listyo Sigit Bawa Polri Jauh Lebih Baik Lagi

Sigit juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Idham