Kesehatan Mental
Stigma Negatif dan Mitos Jadi Penghambat Penanganan Kesehatan Mental Stigma dan Mitos bisa menjadi penghambat penanganan kesehatan mental (Foto: Pixabay/totalshape)

DI INDONESIA masih banyak mitos dan stigma masyarakat tentang permasalahan kesehatan mental, meskipun ketersediaan akses pengetahuan telah meningkat.

Hal tersebut dipaparkan oleh Psikolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, Widya S. Sari, M.Psi. Namun menurut Widya, saat ini lebih baik dari satu dekade sebelumnya.

Baca Juga:

Kenali Empat Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi

Kesehatan mental masih butuh penanganan dengan baik. (Foto: Pixabay/free-photos)

"Kalau dilihat sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Kesadaran semakin meningkat dan pengetahuan semakin luas. Tapi kita masih berhadapan dengan banyak mitos dan stigma," tutur Widya, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Lebih lanjut Widya menjelaskan, bahwa masyarakat masih menganggap orang dengan gangguan jiwa atau gangguan mental sebagai 'beban'. Bahkan sampai tak diterima lingkungan masyarakat karena dianggap aneh.

Kemudian, masih ada juga masyarakat yang mengaitkan gangguan kesehatan mental dengan adanya roh jahat atau suatu hal berbau mistis, yang tidak akan bisa disembuhkan.

Akibat anggapan-anggapan seperti itu, Widya menyebutkan bahwa banyak masyarakat yang memilih menghindar dan menciptakan jarak sosial pada orang yang memiliki gangguan mental. Inilah yang bisa mempersulit perawatan dan pemulihan.

Baca Juga:

Kenali Empat Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi

kesehatan mental
Butuh penangan serius pada masalah kesehatan mental. (Foto: Pexels/Inzmam Khan)

Menurut data yang dirilis pada tahun 2018, Widya menyebutkan bahwa ada sekitar 450 ribu orang di Indonesia yang menderita ganggun jiwa berat. Angka tersebut naik dua kali lipat dibanding tahun 2013, dan semakin meningkat belakangan ini. Khususnya pada saat pandemi melanda Tanah Air.

Sementara itu, Detty Wulandari, founder Klub 'Mental Health Indonesia' di Clubhouse, berbagi pengalaman selama dirinya menjadi penyintas bipolar disorder.

Detty pertama kali didiagnosa pada 25 tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Australia. Kemudian merasakan kesulitan menghadapi stigma saat dirinya tinggal di Jakarta.

"Salah satu contoh stigma itu adalah pada saat saya dibilang ‘ah kamu ini ternyata kurang bersyukur’. Stigma bahwa orang punya masalah dengan kesehatan mentalnya itu pasti berhubungan dengan keimanan seseorang itu termasuk stigma yang agak-agak gimana gitu," jelas Detty.

Baca Juga:

Pentingnya Bangun Pagi Untuk Kesehatan Mental

Empati sangat dibutuhkan untuk penanganan kesehatan mental (foto: Pixabay/1388843)

Menurutnya, setidaknya ada dua tantangan terbesar soal isu kesehatan mental, yaitu edukasi dan empati. Detty menjelaskan, bahwa diperlukan pemahaman ynag lebih holistik dan menyeluruh perihal kesehatan mental bagi masyarakat.

Detty bercerita, pemahaman banyak orang apabila membicarakan kesehatan mental selalu asosiasinya kepada gangguan-gangguan yang bisa dibilang serius. Padahal kesehatan mental termasuk seperti halnya saat kamu stres, apakah kamu mampu menghadapi stres atau tidak.

Selain itu Detty juga mengatakan, bahwa saat seseorang merasa stres yang berlarut-larut, merasa tidak produktif dan kinerja menurun, serta segala hal keluar dari keseimbangan, hal tersebut merupakan sinyal dari kondisi mental yang tidak baik.

Namun tidak hanya sekadar perihal edukasi, Detty pun menyoroti persoalan empati, sebelum menggali lebih jaut tentang pengetahuan kesehatan mental. Karena, bagi Detty, orang yang tidak memiliki rasa empat akan menyulitkan untuk memahami soal kesehatan mental. (Ryn)

Baca Juga:

Mengenal 'Zoom Fatigue' dan Bahayanya bagi Kesehatan Mental

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bayar Tiket Nonton Pakai Mata Uang Kripto di Bioskop Amerika
Fun
Bayar Tiket Nonton Pakai Mata Uang Kripto di Bioskop Amerika

Uang kripto Shiba Inu menjadi alat pembelian tiket di AMC.

Aplikasi Venteny Hadir di ios
Fun
Aplikasi Venteny Hadir di ios

Venteny memiliki fitur menarik yang dibutuhkan karyawan.

16 Tahun Berkarya Drive Hadirkan Album ‘re.viv.al’
ShowBiz
16 Tahun Berkarya Drive Hadirkan Album ‘re.viv.al’

Album baru Drive setelah 16 tahun berkarya.

Kekonyolan Youn Yuh-jung saat Terima Penghargaan Dunia
ShowBiz
Kekonyolan Youn Yuh-jung saat Terima Penghargaan Dunia

Tingkah laku konyol Youn Yuh-jung membuat para hadirin terhibur.

Daft Punk Bubar
Fun
Daft Punk Bubar

Kabar menyedihkan ini disampaikan melalui sebuah video.

Heboh, Selebgram Awkarin Diduga Langgar Kontrak Kerja
ShowBiz
Heboh, Selebgram Awkarin Diduga Langgar Kontrak Kerja

Awkarin mendapat somasi terbuka dari brand produk kecantikan ternama. Perempuan beranama lengkap Karin Novilda Sulaiman diduga melanggara kontrak kerja dengan perusahaan.

5 MV K-pop yang Terinspirasi dari Film Terkenal
ShowBiz
5 MV K-pop yang Terinspirasi dari Film Terkenal

Inilah 5 MV K-pop yang terinspirasi dari film terkenal.

Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memelihara Hewan
Fun
Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memelihara Hewan

Ada tiga komitmen yang harus dimiliki oleh pemilik hewan peliharaan

Antusiasme Teman Disabilitas Ikut Turnamen Esports Battle of Gods Sangat Tinggi
Fun
Antusiasme Teman Disabilitas Ikut Turnamen Esports Battle of Gods Sangat Tinggi

turnamen esports 'Battle of Gods' tinggal menghitung hari. Turnamen dengan Rp150 juta yang diselenggarakan Dewa United Esports

Bikin Rindu Masa Kecil, Cara Bocil Minta Maaf
Fun
Bikin Rindu Masa Kecil, Cara Bocil Minta Maaf

Bocil saja bisa minta maaf, kamu jangan mau kalah.