Status Honorer Tamat 2023, Pegawai Kebersihan dan Keamanan Pakai Outsourcing Ilustrasi PNS. (Foto: Humas Kota Bandung)

MerahPutih.com - Status tenaga honorer dipastikan sudah tidak ada di Indonesia. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menetapkan status pegawai pemerintah hanya PNS dan PPPK.

Menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, status tersebut akan akan selesai pada 2023.

Baca Juga:

Puan: Permudah Guru Honorer Ikuti Seleksi Aparatur Sipil Negara

Terkait beberapa pekerjaan di instansi pemerintahan, seperti petugas keamanan dan kebersihan, mengatakan hal itu akan dipenuhi melalui tenaga alihdaya melalui pihak ketiga atau pekerja outsourcing.

"Untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan-pekerjaan yang sangat dasar, seperti cleaning service, security, dll; itu disarankan untuk dipenuhi melalui tenaga alih daya dengan beban biaya umum, dan bukan biaya gaji (payroll)," jelasnya.

Tjahjo menambahkan, Pemerintah di tahun 2022 mengutamakan rekrutmen PPPK guna memenuhi kebutuhan ASN di sektor pendidikan dan kesehatan serta tengah mengkaji secara menyeluruh terkait dampak dari transformasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) yang akan diterapkan di seluruh instansi pemerintah.

PNS
PNS. (Foto: Antara)

Saat ini, lebih dari sepertiga ASN menempati jabatan pelaksana, dimana posisi tersebut akan berkurang 30-40 persen seiring dengan transformasi digital.

Sehingga, ungkap Tjahjo, Pemerintah mempersiapkan strategi alih tugas melalui upskilling dan reskilling agar ASN mampu melaksanakan pekerjaan yang masih dibutuhkan. (Pon)

Baca Juga:

Ronde Pertama, 173.329 Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pledoi Heru Hidayat, Tuntutan Hukuman Mati JPU Menyimpang dari Dakwaan
Indonesia
Pledoi Heru Hidayat, Tuntutan Hukuman Mati JPU Menyimpang dari Dakwaan

Kubu terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asabri (Presero) Heru Hidayat menyoroti tuntutan pidana hukuman mati dan tuduhan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung.

Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Tiadakan Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Indonesia
Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Tiadakan Kirab Pusaka Malam 1 Suro

Event kalender budaya terdampak di Solo adalah Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran dan Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Acara tersebut rencananya akan diadakan guna memperingati malam 1 Suro pada Senin (9/8) malam.

I2 Sebut Popularitas Gibran dan Bobby Terdongkrak Gegara Dikaitkan dengan Jokowi
Indonesia
I2 Sebut Popularitas Gibran dan Bobby Terdongkrak Gegara Dikaitkan dengan Jokowi

Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi Wali Kota Terpegah ke

Survei SMRC: Pemilih Berorientasi Politik Kebangsaan, bukan Politik Islam
Indonesia
Survei SMRC: Pemilih Berorientasi Politik Kebangsaan, bukan Politik Islam

Pemilih umumnya memiliki orientasi politik kebangsaan, bukan politik Islam. Demikian temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Perdalam TWK Pegawai KPK, Komnas HAM Panggil BAIS, BIN dan BNPT
Indonesia
Perdalam TWK Pegawai KPK, Komnas HAM Panggil BAIS, BIN dan BNPT

Keterangan dari pihak yang dipanggil Komnas HAM dinantikan masyarakat luas. Informasi dan keterangan tersebut akan memudahkan Komnas HAM dalam mengeluarkan rekomendasi.

Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Umum Dukung UKM Penyandang Disabilitas
Indonesia
Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Umum Dukung UKM Penyandang Disabilitas

Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk mendukung seluruh hasil produksi UKM penyandang disabilitas untuk mendukung pelaku UKM.

Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?
Indonesia
Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?

Elektabilitas Puan jauh di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

2 Tahun Pandemi Bikin Periset Kembangkan Vaksin Merah Putih dari Nol
Indonesia
2 Tahun Pandemi Bikin Periset Kembangkan Vaksin Merah Putih dari Nol

Pengembangan vaksin dari nol belum pernah dilakukan di Indonesia sebelum pandemi COVID-19.

Ratusan Pegawai Minta Penundaan Pelantikan, Pimpinan KPK Ogah Janji Mengabulkan
Indonesia
Ratusan Pegawai Minta Penundaan Pelantikan, Pimpinan KPK Ogah Janji Mengabulkan

Ada dua alasan yang menyebabkan mereka meminta penundaan pelantikan sebagai ASN tersebut. Alasan pertama adalah adanya dugaan ketidaksesuaian terhadap norma dan aturan hukum.

Sopir Vanessa Angel Dijatuhi Vonis 5 Tahun Bui
Indonesia
Sopir Vanessa Angel Dijatuhi Vonis 5 Tahun Bui

Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (24) merupakan sopir saat kecelakaan yang menewaskan artis Vanessa Angel