Stafsus Ngaku Juliari Pernah Titipkan Amplop untuk Ketua DPC PDIP Kendal Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Staf Khusus (Stafsus) mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Kukuh Ari Wibowo, mengaku dirinya pernah dititipkan amplop oleh Juliari untuk diberikan kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, Akhmat Suyuti.

Pengakuan itu disampaikan Kukuh saat bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja dalam sidang perkara suap bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (15/3).

Baca Juga

Stafsus Eks Mensos Juliari Perintahkan Pejabat Kemensos Hilangkan Barang Bukti

"Jadi 2 minggu sebelum acara di Semarang, saya dipanggil oleh Pak Menteri dan mengatakan ke saya, nanti di Semarang akan ada saya titip. Jadi itu 2 minggu sebelum acara di Semarang," kata Kukuh.

Saat itu, kata Kukuh, Juliari tak menjelaskan detail maksud pernyataannya. Namun satu hari menjelang kunjungan ke Semarang, bekas Bendahara Umum PDIP itu baru memberitahu kepada Kukuh.

"Kemudian H-1 sambil jalan memberitahu saya, bahwa nanti ada titipan, tolong kasih ke Suyuti. Akhirnya saya disuruh ambil ke rumah pribadi beliau," ungkap dia.

Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5-3-2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww.
Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5-3-2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww.

Meski begitu, Kukuh mengaku tak tahu isi amplop yang dititipkan kepadanya untuk Suyuti. Kukuh hanya menyebut saat itu Juliari menyerahkan langsung amplop tersebut kepadanya.

"Bapak sendiri, Pak Juliari yang ngasih," kata dia.

Amplop berwarna putih dengan map tersebut, kata Kukuh, diberikan kepada Suyuti di sebuah hotel yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

"Di Hotel di Semarang," imbuhnya.

Akhmat Suyuti sendiri sempat diperiksa tim penyidik KPK pada 19 Februari 2021. Dia juga sudah mengembalikan uang yang diterima dari Juliari ke penyidik lembaga antirasuah.

Dalam perkara ini, Harry dan Ardian didakwa menyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp1,95 miliar.

Menurut jaksa, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos COVID-19 pada Kemensos tahun 2020. (Pon)

Baca Juga

Pejabat Kemensos Ungkap Juliari Arahkan Pungut Fee Bansos Hingga Rp30 Miliar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Prabowo Subianto Resmi Jadi Wakil Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Prabowo Subianto Resmi Jadi Wakil Presiden

Video tersebut berisi potongan-potongan pernyataan dan pidato dari tokoh-tokoh negara seperti Jokowi, Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono, juga Anies Baswedan.

Ingin Temui AHY, 'Mahasiswa' Geruduk DPP Partai Demokrat
Indonesia
Ingin Temui AHY, 'Mahasiswa' Geruduk DPP Partai Demokrat

Massa aksi yang belum diketahui identitasnya mendatangi markas DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/3) malam.

Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat Yang Ambruk
Indonesia
Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat Yang Ambruk

Sementara itu, berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB per 18 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, tercatat 84 orang meninggal dunia akibat gempa ini.

Bajo Penantang Gibran di Pilkada Solo Digoyang Isu Tanda Tangan Palsu
Indonesia
Bajo Penantang Gibran di Pilkada Solo Digoyang Isu Tanda Tangan Palsu

Kalau laporan ke Bawaslu benar, pasangan Bajo terancam didiskualifikasi dan pidana.

PPKM Dimulai, PNS Keluyuran Kena Sanksi
Indonesia
PPKM Dimulai, PNS Keluyuran Kena Sanksi

Kerja dari rumah bagi para ASN Solo, sudah pernah diterapkan saat Pemkot Solo saat menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) COVID-19 pada 13 Maret 2020.

Rp192 Triliun Sudah Dikucurkan Buat Pulihkan Ekonomi
Lainnya
Rp192 Triliun Sudah Dikucurkan Buat Pulihkan Ekonomi

Pemerintah melakukan berbagai langkah agar serapan optimal, diantaranya perpanjangan berbagai program hingga Desember 2020.

10 Instansi yang Paling Diminati Pelamar CPNS, Kantor Anies Posisi Bontot
Indonesia
10 Instansi yang Paling Diminati Pelamar CPNS, Kantor Anies Posisi Bontot

Bagi masyarakat yang belum sempat melamar masih ada waktu 5 hari masa ditutupnya pendaftaran CPNS dan PPPK pada tanggal 26 Juli 2021.

Juliari Batubara Didakwa Terima Suap Rp32 Miliar dari Proyek Bansos
Indonesia
Juliari Batubara Didakwa Terima Suap Rp32 Miliar dari Proyek Bansos

Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap sebesar Rp32 miliar dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bansos untuk penanganan COVID-19.

Hasil Survei Terakhir Pangkal Penyerangan Benyamin di Pilkada Tangsel
Indonesia
Hasil Survei Terakhir Pangkal Penyerangan Benyamin di Pilkada Tangsel

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) semakin panas.

Ratusan PKL Manahan Solo Bersyukur Piala Dunia U-20 Ditunda
Indonesia
Ratusan PKL Manahan Solo Bersyukur Piala Dunia U-20 Ditunda

"Keputusan Pemkot sangat tepat dengan membatalkan relokasi 137 PKL Shelter Manahan Solo," ujar Martinah