Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Cuma Jadi Pajangan Istana Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)

Merahputih.com - Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai, kinerja staf khusus milenial Presiden Joko Widodo belum terlihat jelas kontribusinya. Padahal, mereka sudah bertugas selama lebih dari 100 hari kerja.

Ujang mengatakan, mereka yang berpenghasilan besar ini hanya sekedar pajangan saja. Seperti program ekonomi yang target pembangunannya dibawah capaian lalu masih adanya permasalahan di bidang ketenagakerjaan dan hukum.

Baca Juga:

Penunjukkan Staf Milenial Diharapkan jadi Motivasi Pemuda Bangun Kampungnya

"Masih belum kelihatan kerjanya. Tak menonjol. Masih terkesan jadi pajangan istana. Masih jadi asesoris," kata Ujang kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (21/2).

Pengajar dari Universitas Al Azhar ini melihat, Jokowi cenderung mengakomodasi staf khusus milenial hanya untuk meraup simpati kelompok muda. "Kekurangannya terkesan wah. Tapi hanya untuk mengakomodir kepentingan suara milenial di Pemilu. Seolah kalangan milenial sudah terwakili keberadaannya di istana," imbuh Ujang.

Presiden Jokowi memperkenalkan para staf khusus presiden dari kalangan milenial (Foto: antaranews)

Ia mendesak, Jokowi mengevaluasi kerja para staf khusus milenial itu. "Mereka digaji dengan uang negara. Jadi mereka harus bekerja baik. Walaupun kinerja mereka belum kelihatan dan berkinerja buruk pun. Mereka tak akan diganti. Lumayan untuk menjadi asesoris presiden di istana," tambah dia

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi merekrut tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial, dengan usia di bawah 40 tahun.

Baca Juga

PPP Nilai Jokowi Nekat Angkat 7 Stafsus dari Kalangan Milenial

Para stafsus milenial itu adalah pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32), Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36).

Selain itu ada pula pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'ruf (33). Posisi tujuh anak muda ini menggeser beberapa 'golongan tua' yang sebelumnya mengisi kursi staf khusus. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH