berita-singlepost-banner-1
Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Belum Ada yang Menonjol dan Lakukan Terobosan Presiden Jokowi memperkenalkan para staf khusus presiden dari kalangan milenial (Foto: antaranews)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

Merahputih.com - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengkritik kinerja 100 hari staf khusus milenial Presiden Joko Widodo. Sebab, kontribusi mereka sampai kini tak terlihat.

"Kalau menurut saya belum ada yang menonjol. Belum ada yang melakukan terobosan," jelas Trubus kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (20/2).

Baca Juga:

Wakil Menhan Akui Pihaknya Sedang Kaji Konsep Bela Negara Bagi Generasi Milenial

Trubus mengatakan, kemampuan dan latar belakang mereka belum mampu menunjang kinerja pemerintahan. "Misalnya mengeluarkan ide di bidang investasi juga belum. Lalu soal pendidikan juga belum. Mengenai staf milenial juga gak kelihatan kerjanya," terang Trubus.

Pengajar dari Universitas Trisakti ini beranggapan, Jokowi juga terkesan kerja dengan hal-hal yang menjadi fokus perhatian saja seperti Omnibus Law dan pemindahan ibu kota.

"Presiden juga seratus hari pertama fokus ke pemindahan ibu kota dan omnibus law yang tangani kementeriam dam lembaga. Staf milenial juga tak dilihat konsep dan segala macam. Presiden juga belum ada terobosan yang maksimal," imbuh Trubus.

Presiden mengajak dua staf khusus milenial kunjungi Patimban di Subang, Jumat (29/11/2019). (Biro Pers)
Presiden mengajak dua staf khusus milenial kunjungi Patimban di Subang, Jumat (29/11/2019). (Biro Pers)

Selain itu, Trubus juga mengkritik kinerja Staf Khusus Wapres Ma'ruf Amin yang belum memberikan kontribusi maksimal. "Stafsus yang di wapres juga belum terlihat. Seperti masalah intoleransi juga belum terlihat penanganannya," sesal Trubus.

Ia menyebut, di 100 hari pemerintahan Jokowi, justru hanya beberapa menteri saja yang terlihat kinerjanya. "100 hari jokowi juga hampir semua hanya beberapa menteri yang menonjol saja seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menhan Prabowo Subianto dan Mendikbud Nadiem Makarim," ungkap Trubus.

Jokowi memang merekrut tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial, Kamis (21/11) sore di Istana Negara. Semua usia para stafsus milenial Jokowi itu berada di bawah 40 tahun.

Baca Juga:

Penunjukkan Staf Milenial Diharapkan jadi Motivasi Pemuda Bangun Kampungnya

Para stafsus milenial itu adalah pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32), Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36).

Selain itu ada pula pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'ruf (33). Posisi tujuh anak muda ini menggeser beberapa 'golongan tua' yang sebelumnya mengisi kursi staf khusus. (Knu)


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6