Stafsus Jokowi Minta Masyarakat Bijak Sampaikan Informasi Terkait Sriwijaya Air Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia (MP/Asropih)

Merahputih.com - Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) perihal menginformasikan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

"Kita belum valid untuk memberi informasi terkait korban," ucap Angkie di terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/1).

Baca Juga:

Lokasi Black Box Pesawat Sriwijaya Air Ditemukan

Saat ini tim gabungan terus mencari bukti-bukti lain yang cukup untuk nantinya disampaikan ke publik mengenai korban pesawat tersebut. "Karena kita terus menunggu informasi yang lebih valid kepada pihak-pihak stakeholder tertentu," terang dia.

Presiden Jokowi juga sudah menginstruksikan Kementerian Perhubungan (Menhub), Basarnas, TNI dan Polri untuk segera menyelesaikan pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Basarnas Banten mengerahkan personil untuk membantu korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang diduga jatuh di Kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu. (Foto: Antara)
Basarnas Banten mengerahkan personil untuk membantu korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang diduga jatuh di Kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu. (Foto: Antara)

"Untuk segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan secepatnya kepada korban," ungkap Pendiri Thisable Enterprise itu.

Angkie pun mengapresiasi kinerja Tim Basarnas yang terus berjibaku mencari korban pesawat Sriwijaya Air. "Sehingga keluarga korban bisa mendapat informasi yang sevalid-validnya," terangnya.

Baca Juga:

Tim SAR Kerja 24 Jam demi Temukan Badan Pesawat dan Korban Sriwijaya Air

Adapun saat ini Tim SAR Gabungan telah mengumpulkan sebanyak 19 kantong jenazah berisi potongan tubuh para korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Kantong jenazah berisi potongan tubuh korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukam identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Jadi Orang Pertama Divaksin, MPR: Luar Biasa
Indonesia
Jokowi Jadi Orang Pertama Divaksin, MPR: Luar Biasa

MPR meminta agar proses uji klinis dan izin edar terhadap vaksin COVID-19 itu dipercepat sehingga masyarakat memiliki kepastian.

Diminta Tes Swab, Rizieq Shihab Tolak Bertemu Polisi
Indonesia
Diminta Tes Swab, Rizieq Shihab Tolak Bertemu Polisi

"Petugas dari tiga pilar menyampaikan pesan melalui Ustaz Yono supaya pak HRS melakukan tes swab," jelas Singgih.

Bangun Kembali Kampung Akuarium, Anies Ingin Seluruh Warga Miliki Hunian Layak
Indonesia
Bangun Kembali Kampung Akuarium, Anies Ingin Seluruh Warga Miliki Hunian Layak

Pada momentum 17 Agustus, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusun Kampung Akuarium.

Sistem Politik Jadi Lahan Subur Tumbuh Kembangnya Korupsi di Indonesia
Indonesia
Sistem Politik Jadi Lahan Subur Tumbuh Kembangnya Korupsi di Indonesia

Berdasarkan kajian yang dilakukan KPK, sistem politik yang berjalan di Indonesia saat ini menjadi lahan subur bagi tumbuh kembangnya korupsi.

DPR Minta Telegram Kapolri Jangan Sampai Kebiri Hak Jurnalis
Indonesia
DPR Minta Telegram Kapolri Jangan Sampai Kebiri Hak Jurnalis

“Kalau ini berlaku untuk rekan media kan dikhawatirkan nanti ada anggapan akan mengebiri lagi kinerja daripada rekan media, karena media ini juga dilindungi oleh UU,” jelas Adies.

Makin Bertambah, 973 Ribu Pasien COVID-19 Sembuh
Indonesia
Makin Bertambah, 973 Ribu Pasien COVID-19 Sembuh

Catatan jumlah kasus harian positif COVID-19 di Indonesia bertambah 8.700 per Selasa (9/2).

Cerita Febri Diansyah Soal Ketatnya Proses Seleksi Pegawai KPK
Indonesia
Cerita Febri Diansyah Soal Ketatnya Proses Seleksi Pegawai KPK

Pegiat antikorupsi ini juga ditanyai soal situasi yang paling sulit ketika harus memilih kepentingan pribadi dengan kepentingan pelaksanaan tugas

Polisi: Red Notice Djoko Tjandra Hilang Gegara 'Delete by System'
Indonesia
Polisi: Red Notice Djoko Tjandra Hilang Gegara 'Delete by System'

Red notice itu sendiri keluar pada tahun 2009

PKS: Diamnya Jokowi Bermakna Setuju dengan Aksi Moeldoko
Indonesia
PKS: Diamnya Jokowi Bermakna Setuju dengan Aksi Moeldoko

Aksi Moeldoko bisa ditafsirkan diketahui dan disetujui oleh Jokowi

7 DPC Demokrat Soloraya Sepakat Tunduk Pada AHY dan Lawan Upaya Makar
Indonesia
7 DPC Demokrat Soloraya Sepakat Tunduk Pada AHY dan Lawan Upaya Makar

Sebanyak tujuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Soloraya sepakat patuh dan tunduk terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).