Sri Suhali, Kartini Pengibar Sang Saka Era Pendudukan Jepang Lokasi Sri Suhali dengan gagah berani mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat tentara pelajar menyerbu markas tentara Jepang, Jalan Veteran, Kota Serang, Banten. (Foto: MerahPutih/Ctr)

MerahPutih Nasional - Perempuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke merayakan hari lahir Kartini, Hari Kartini, 21 April. Kartini adalah pejuang perempuan di Tanah Air yang menginspirasi kaumnya untuk menyetarakan peran dalam perjuangan bangsa. Di Banten, ada sosok perempuan yang kepahlawanannya terlupakan, dialah Sri Suhali.

Hal tersebut diungkapkan Iwan Subakti, seorang budayawan putra dari jurnalis pertama di Banten. Menurutnya, banyak jejak sejarah tokoh-tokoh di Banten yang terlupakan, apalagi jika sosok itu perempuan. Ia mengatakan, salah satu pahlawan perempuan yang berjuang di Banten adalah Sri Suhali, anggota Tentara Pelajar Tanah Air yang berjibaku ketika masa revolusi. Ia datang dari Solo ke Kota Serang untuk memberikan ilmunya bagi putra-putri Banten, menjadi guru.

Sri Suhali adalah sosok yang menunjukan bahwa anggapan perempuan adalah makhluk lemah apalagi penakut itu salah. Karena ia telah membuktikan dengan menurunkan bendera Jepang di markas tentara negeri para samurai tersebut, dalam riuh berondongan peluru saat tentara pelajar menyerbu kompleks bangunan yang kini menjadi pusat perbelanjaan modern di Jalan Veteran, Kota Serang, Banten.

"Sekarang bangunannya sudah berganti menjadi Mall Ramayana," ungkapnya kepada merahputih.com, Kamis (21/4).


(Peringatan Hari Kartini. Foto Kemendikbud)

Bangunan yang dimaksud Iwan adalah sebuah tempat yang awalnya dibangun oleh Belanda untuk rumah dinas Sultan Banten di bawah perintahnya, kemudian dijadikan markas tentara Belanda, dan pada masa pendudukan Jepang juga dijadikan markas tentara Jepang.

Tidak hanya menurunkan bendera Jepang, Sri Suhali juga mengibarkan Sang Saka Merah Putih, panji-panji kedaulatan bangsa Indonesia pada saat yang bersamaan. Iwan Subakti sendiri mendapatkan keterangan tersebut dari komandan Sri Suhali yang masih menghirup udara hingga hari ini sebagai saksi hidup.

"Saksinya ada, namanya Bu Yoyok. Beliau ini adalah komandan Sri Suhali ketika masa perjuangan kemerdekaan, Sri Suhali ada di bawah komando beliau," ungkapnya.

Iwan Subakti menyatakan kesanggupan untuk menemani merahputih.com menemui komandan perempuan yang telah menentang maut demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih tersebut di Kota Serang.

"Masih hidup orangnya, beliau sendiri adalah sosok yang pantas untuk kita jadikan panutan untuk memahami nilai-nilai yang diwariskan Kartini," jelasnya. (Ctr)


BACA JUGA:

  1. AKP Rahayu Mustikaningsih: Pokoknya Kita Harus Nomor Satu, Melebihi Polisi Laki-laki
  2. Semangat Kartini, Polwan Cantik Bagi-bagi Snack di Cirebon
  3. 5 Fakta Mengejutkan Tentang Kartini
  4. Rayakan Hari Kartini dengan Sanggul dan Kebaya, Sudah Baca Tulisan Kartini Belum?
  5. Inggit Ganarsih, "Kartini" yang Dilupakan

Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH