Sri Mulyani Ungkap 4 Sektor Paling Tertekan Gegara COVID-19 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MP/.Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa terdapat empat sektor yang paling tertekan akibat wabah virus corona atau COVID-19 yaitu rumah tangga, UMKM, korporasi, dan sektor keuangan.

“Pihak yang terkena dampak ini adalah sektor rumah tangga yang kami perkirakan akan mengalami penurunan cukup besar dari sisi konsumsi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Sri Mulyani mengatakan sektor rumah tangga akan mengalami tekanan dari sisi konsumsi karena masyarakat sudah tidak beraktivitas di luar rumah sehingga daya beli pun menurun.

Baca Juga:

Saran Buat Jokowi: Tes Massal Gratis Ambil dari Perintah Pemangkasan Anggaran

Tak hanya itu, sektor rumah tangga juga terancam kehilangan pendapatan karena tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya terutama bagi keluarga miskin dan rentan di sektor informal.

Sri Mulyani melanjutkan, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami tekanan akibat tidak dapat melakukan kegiatan usaha sehingga kemampuan untuk memenuhi kewajiban kredit terganggu.

Oleh sebab itu, ia menuturkan Non Performing Loan (NPL) perbankan untuk UMKM turut berpotensi meningkat signifikan sehingga berpotensi semakin memperburuk kondisi perekonomian.

“Sektor UMKM juga terpukul yang biasanya selama ini menjadi safety net sekarang akan mengalami pukulan yang sangat besar karena ada restriksi kegiatan ekonomi dan sosial,” ucapnya.

sri mulyani
Menkeu Sri Mulyani Indrawati ketika memaparkan kinerja APBN Februari 2020 melalui konferensi video secara langsung di Jakarta, Rabu (18/3/2020). (ANTARA/Dewa Wiguna/pri.)

Menurut Sri Mulyani, kemampuan UMKM ketika terjadi krisis pada 1997 hingga 1998 sangat berbeda dengan sekarang sebab saat itu sektor ini masih mampu bertahan untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Tahun 1997 sampai 1998 UMKM justru masih resilience tapi dalam COVID-19 ini justru terpukul paling depan karena tidak ada kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu pada sektor korporasi yang akan paling terganggu aktivitas ekonominya adalah manufaktur, perdagangan, transportasi, serta akomodasi seperti perhotelan dan restoran.

Sri Mulyani mengatakan gangguan aktivitas sektor korporasi yang disebabkan tekanan wabah COVID-19 akan menyebabkan penurunan pada kinerja bisnis dan terjadi pemutusan hubungan kerja hingga ancaman kebangkrutan.

“Sektor korporasi yang kami perkirakan akan mengalami tekanan yang tadinya dari supply chain kemudian masuk pada perdagangan dan tentu dari sisi aktivitas masyarakat,” beber dia.

Baca Juga:

MPR Ungkap Jokowi Sebetulnya Punya Dana Tes Corona Massal Gratis Rp128 T

Selanjutnya, Sri Mulyani mengatakan sektor keuangan juga mengalami tekanan akibat pandemi ini yaitu perbankan dan perusahaan pembiayaan berpotensi mengalami persoalan likuiditas dan insolvency.

“Kami melihat potensi persoalan likuiditas akan bisa memunculkan ancaman di sektor ini. Ditambah dengan volatilitas pasar keuangan dan capital flight yang menyebabkan tekanan makin besar,” ujarnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Periksa Eks Pejabat Telkom Deni Handoko dan Fahd A. Rafiq
Indonesia
KPK Periksa Eks Pejabat Telkom Deni Handoko dan Fahd A. Rafiq

Deni bakal diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah

Gempa 6,3 Guncang Sumbar
Indonesia
Gempa 6,3 Guncang Sumbar

Sampai saat ini, belum ada informasi kepanikan atau kerusakan akibat gempa ini atau informasi perkembangan lainnya. Situs BMKG sampai pukul 09.30 WIB masih menampilkan peringatan gempa.

Cegah Penyebaran COVID-19, Salam-salaman Lebaran Tahun Ini Disarankan via Online
Indonesia
Cegah Penyebaran COVID-19, Salam-salaman Lebaran Tahun Ini Disarankan via Online

Adanya budaya silaturahim yang biasa dilakukan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara dan tetangga,

Pasien Terjangkit Virus Corona Tiongkok Capai 77.000
Dunia
Pasien Terjangkit Virus Corona Tiongkok Capai 77.000

Jumlah total orang meninggal di Tiongkok daratan akibat virus corona (COVID-19) mencapai 2.592.

KKP Tangkap 5 Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna
Indonesia
KKP Tangkap 5 Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna

"Lima kapal tersebut terdiri dari tiga kapal berbendera Filipina dan dua kapal berbendera Vietnam," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo

Satgas Ungkap Penyebaran Corona di Indonesia Makin Mengkhawatirkan
Indonesia
Satgas Ungkap Penyebaran Corona di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan peningkatan kasus positif corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Belum Masuk Masa Kampanye, Terjadi Belasan Tindak Pidana Pilkada Serentak
Indonesia
Belum Masuk Masa Kampanye, Terjadi Belasan Tindak Pidana Pilkada Serentak

Dugaan pelanggaran tindak pidana ini ditemukan hingga tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) tahapan.

Ribuan Kendaraan Diputar Balik di Kawasan Puncak, ini Penyebabnya
Indonesia
Ribuan Kendaraan Diputar Balik di Kawasan Puncak, ini Penyebabnya

Ribuan kendaraan diputar balik selama malam Tahun Baru 2021 di Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Terlalu Kritis, Kantor KASBI Dikepung Massa Pro-Omnibus Law
Indonesia
Terlalu Kritis, Kantor KASBI Dikepung Massa Pro-Omnibus Law

Dalam orasinya, mereka mengaku sebagai pendukung Omnibus Law RUU Cipta Kerja atau Cilaka yang selama ini ditolak KASBI.

Indonesia Tempat Urutan ke-34 Kasus COVID-19 Secara Global
Indonesia
Indonesia Tempat Urutan ke-34 Kasus COVID-19 Secara Global

Sementara untuk angka pasien COVID-19 yang sembuh, Indonesia tercatat pada urutan ke-44