Sri Mulyani dan Mahfud MD, Siapa Paling Pantas Dampingi Jokowi? Presiden Jokowi. Foto: Biro Pers Setpres

MerahPutih.com - Hasil Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan dua nama teknokrat yang miliki skor paling tinggi jika disandingkan menjadi cawapres Jokowi.

Kedua tokoh ini dinilai memiliki integritas, kapabilitas, aksebilitas dan kontiunitas bagus versi SMRC, mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)Mahfud MD. Menakar potensi kedua tokoh ini, siapakah yang paling layak menjadi Cawapres Jokowi?

Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD memberi keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Foto: ANTARA
Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD memberi keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Foto: ANTARA

Menurut Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, kedua tokoh ini memiliki kemampuan yang sama di bidangnya masing-masing, Sri Mulyani seorang ekonom dan Mahfud MD seorang pakar hukum.

Hanya saja, Ujang menilai yang paling berpeluang besar adalah Sri Mulyani. "Saya lebih condong ke Sri Mulyani," kata dia, saat dimintai keterangan, Minggu (8/7).

Alasannya, selain berasal dari seorang ekonom sukses, Sri Mulyani juga bisa merepresentasikan suara perempuan. "Saya pernah mendengar berita itu pada akhir 2017 lalu, soal desas desus Sri Mulyani akan dijadikan Wapres," imbuh Ujang.

Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers kinerja APBN 2018 (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Tak kalah penting lagi, kata Ujang, Sri Mulyani merupakan orang yang dekat dengan Bank Dunia dan Amerika Serikat. "Jadi kalau ada yang sebut Jokowi lebih condong ke poros beijing, dengan adanya Sri Mulayani jadi seimbang antara poros Beijing dan Amerika," tutur dia.

Namun terlepas dari semua prediksi tersebut, kata Ujang, pastinya Jokowi sudah menemukan pendamping terbaik yang namanya masih dirahasiakan. "Bisa saja, tapi tidak tahu karena politik itu bisa saja berubah," tandas dia. (Fdi)

Kredit : fadhli


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH