Spooring dan Balancing, Lakukan Secara Rutin! Butuh spooring dan balancing untuk menjaga berkendara tetap nyaman. (Foto: Pexels/May Day)

SAMA halnya dengan mesin yang butuh ganti oli pada kilometer tertentu, spooring atau dalam istilah bengkel disebut wheel alignment harus pula dilakukan secara rutin. Jadi ada baiknya kalau setiap lima ribu kilometer mengganti oli mesin, maka sertai pula dengan spooring, demikian dilansir dari laman KabarOto.

Sementara untuk balancing atau menyeimbangkan harus dilakukan ketika membeli ban baru dan dipasang pada roda mobil. Ini fungsinya untuk mendistribusikan berat kanan dan kiri. Bila tidak dilakukan sudah dapat dipastikan bila roda akan bergetar begitu dibawa berjalan.

Baca Juga:

Mobil Ini Bisa Gunakan Minyak Tanah bahkan Alkohol untuk Bahan Bakar

mobil
Lakukan spooring atau wheel alignment saban 5 ribu KM. (Foto: Pixabay/punnatorn)

Pentingnya melakukan dua hal ini tak boleh ditawar. Bukan hanya masalah keawetan kendaraan namun juga faktor keselamatan. Dua hal ini memang sangat utama dalam berkendara. Cara balancing adalah dengan alat yang sudah ada di bengkel toko ban.

Penggunaan ini menjamin presisi kebutuhan penyeimbangan itu. Nantinya alat itu akan membaca titik mana pada bagian roda yang harus ditempeli besi atau timah kecil sebagai penyelaras keseimbangan. Beratnya hanya beberapa gram namun manfaatnya dapat membuat roda menjadi seimbang. Penempelan besi atau timah ini dilakukan pada bagian pelek sebelah dalam atau luar tergantung kebutuhannya.

Sementara untuk spooring atau wheel alignment adalah untuk membuat posisi roda mobil sejajar lurus. Salah satu tujuannya adalah agar ban-ban yang ada menapak di jalanan. Kemudian telapak ban dapat habis merata tidak makan samping ban.


Baca Juga:

Tesla Roadster, Melesat dari 0-100 Hanya dalam 1,9 Detik

mobil
Balancing menjaga keseimbangan roda. (Foto: Pexels/Trace Constant)


Biasanya dalam mengerjakan wheel alignment ada 3 hal yang disetting, yakni camber, caster dan toe. Camber untuk mengukur sudut kemiringan ban, ini agar ban bisa habis merata, dan menentukan titik tumpuan mobil ketika diisi beban.

Umumnya ukuran camber adalah positif, dan negatif. Jika disebut positif adalah jarak bagian bawah roda lebih mendekat ketimbang atas. Hal ini dilakukan agar dapat mengimbangi bagian ban bawah tertarik keluar saat dibebani.

Sementara ukuran negatif adalah bagian bawah lebih menjauh dan bagian atas lebih mendekat ke sokbreker. Ini biasanya camper negatif digunakan pada mobil ceper untuk menambah ruang ayun antara fender dan ban.

Kemudian yang disebut sebagai caster adalah sudut antara sumbu kemudi dan jarak antara dua roda depan. Caster memiliki fungsi agar sudutnya tetapi di tengah, agar roda kemudi tetap berada pada posisi lurus. Bila caster tidak seimbang, mobil dapat mengarah ke satu sisi saja atau biasa dikenal dengan istilah setir ngebuang.

Lalu toe merupakan ukuran jarak antara roda kanan dan kiri, bagian depan dan belakangnya. Ini butuh diselaraskan untuk menjaga keseimbangan mobil agar dapat melaju dengan lurus. (*)

BacaJuga:

Anak Mobil Harus Tahu Bedanya Sportcar, Supercar dan Hypercar


Baca Juga:

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH