Spanyol Buat Sitkom Tentang Kehidupan Perempuan Saat Lockdown Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PANDEMI virus corona atau COVID-19 tak membuat seseorang harus berhenti berkreativitas. Bahkan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini biasa menjadi idenya, seperti yang terjadi di negara Spanyol.

Di sana ada serial komedi situasi (sitkom) berjudul Quarantine Diaries, yang menceritakan tentang pembatasan sosial atau lockdown menguji kehidupan perempuan di dalam rumah. Serial ini ditayangkan di jam utama televisi. Dilansir dari Reuters, ada 15 aktor yang ikut bermain di dalamnya.

Baca juga:

Ketika Batman Turun Tangan Untuk Perangi Pandemi COVID-19

Sitkom ini membahas tentang situasi saat pembatasan wilayah (Foto: Pixabay/350543)
Sitkom ini membahas tentang situasi saat pembatasan wilayah (Foto: Pixabay/350543)

Semua aktor itu berperan menjadi karakter berbeda. Ada yang pusing harus bernegosiasi tentang pengasuhan anak dengan suami, menghadapi anggota keluarga yang lansia, hingga tetap berupaya hidup sehat lewat kelas online. Banyak pula masalah lain di tengan masa karantina.

"Kami punya aktor yang menggunakan kamera mereka untuk memberikan kita hiburan yang sangat diperlukan," tulis seorang warganet di Twitter usai menonton tujuh episode pertama yang sudah tayang di saluran RTVE.

Baca juga:

TikTok Janjikan Sumbangan Rp5,9 Triliun untuk Perangi Pandemi COVID-19

Sitkom ini menuai pro kontra (Foto: Pixabay/stokpic)
Sitkom ini menuai pro kontra (Foto: Pixabay/stokpic)

Seperti yang diketahui tanggal 14 Maret lalu Spanyol mengumumkan akan melakukan pembatasan wilayah hingga akhir Mei. Warga hanya boleh keluar untuk pergi ke apotek atau supermarket terdekat, serta bekerja bila profesinya di sektor penting.

Berdasarkan survei dari kelompok pembela hak perempuan Association Yo No Renuncio, selama pembatasan wilayah tersebut, 80 persen perempuan Spanyol mengaku sulit bekerja di rumah. 97 persen merasa terganggu dengan distraksi anak-anak.

Tanggapan sitkom tentang situasi pembatasan wilayah karena COVID-19 beragam. Ada yang merasa serial itu menjadi salah satu hiburan, tapi ada pula yang menganggap Quarantine Diaries tak layak untuk negara karena corona telah merenggut nyawa lebih dari 15.000 jiwa. (Yni)

Baca juga:

Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Metode 20:20


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH